Hidayatullah.com– Akun Twitter mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu diretas usai debat terakhir Pilpres 2019 digelar di Hotel Sultan, Jakarta selesai, semalam, Sabtu (13/04/2019).
Akun Twitter @saididu tersebut lalu dipakai peretas untuk memfitnah dai kondang Ustadz Abdul Somad (UAS).
Pantauan hidayatullah.com, Ahad (14/04/2019) sekitar pukul 10.39 WIB, akun @saididu sudah mengunggah setidaknya 7 unggahan fitnah terhadap UAS.
Sementara itu, menanggapi peretasan akunnya, Said Didu akan meminta pihak yang menguasai masalah peretasan ini, yakni Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk berlaku adil dan turun tangan.
“Saya akan meminta tolong agar Kominfo berlaku adil. Selama ini kan tidak,” ujar Said Didu, Sabtu (13/04/2019) dikutip CNNIndonesia.com, Ahad (14/04/2019).
Said Didu menuding Kominfo tidak bertindak saat akun Twitter pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno diretas.
Sejumlah pendukung Prabowo-Sandi yang pernah mengalami peretasan di Twitter adalah Haikal Hasan, Ferdinand Hutahaean, JS Prabowo, Mustofa Nahrawardaya, dan Dahlan Iskan.
Baca: UAS: Prabowo Presiden, Jangan Undang Saya ke Istana, Jangan Beri Jabatan Apapun
Kendati demikian, Said Didu masih akan mempelajari langkah-langkah hukum atau melapor ke kepolisian atas tindakan peretasan akun Twitter pribadinya @saididu.
Said Didu menegaskan serangan ini adalah bentuk nyata penghambatan kebebasan berekspresi.
“Ini sudah main kasar. Biarkan masyarakat menilai,” kata Said Didu.
Mantan staf khusus menteri ESDM ini mengatakan terakhir kali melakukan log in di akun Twitter pribadinya persis sebelum debat kelima pilpres 2019 berlangsung.
Ia mengaku selama debat pilpres semalam berlangsung, sinyal telekomunikasi di dalam ruangan memang diacak.
“Tapi pas keluar arena debat pilpres, akun Twitter saya sudah tidak bisa dibuka lagi,” kata Said Didu.
Baca: UAS: “Jika Bapak Terpilih jadi Presiden, Jangan Undang Saya ke Istana”
Sebagaimana diketahui sebelumnya, UAS bertemu dengan capres 02 Prabowo Subianto terkait dukungan pada Pilpres 2019.
Dalam pertemuan itu, UAS mengungkapkan, apa pun yang terjadi setelah pertemuannya dengan Prabowo, ia serahkan sepenuhnya kepada Allah. UAS sudah memprediksi bahwa akan banyak fitnah kepadanya.
“Setelah ketemu ini, selesai, kuserahkan semuanya kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Apa yang terjadi pada saya, kuserahkan semuanya kepada Engkau ya Allah, yang penting sudah kusampaikan.
Plong. Malam ini saya bisa tidur lelap.
Hanya saja, tentu fitnah tentu banyak,” ungkapnya.*