Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Ulama Al-Azhar: Sikap Ekstrem & Intoleran Menyalahi Ajaran Agama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Juli 2019 11:26 11:26 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Juli 2019 11:26
Bagikan
Kunjungan kehormatan delegasi Ulama Al-Azhar Mesir diterima Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta (27/07/2019).
Bagikan

Hidayatullah.com– Deputi Grand Syeikh, Pemimpin Tertinggi Al-Azhar, Syeikh Shaleh Abbas, mengatakan, Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah kemanusiaan, dan salah satu karakter ajarannya adalah moderat.

Syeikh Shaleh mengatakan bahwa bersikap ekstrem dan intoleran menyalahi ajaran agama dan menyalahi fitrah kemanusiaan.

Esensi berislam tidak menyakiti orang lain dengan ucapan dan perbuatan. Bersikap moderat berarti harus bersikap adil. Adil dalam pikiran, ucapan dan tindakan.

Syeikh Shaleh menyitir sebuah ayat dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 143 tentang “ummatan wasathan” yang dia artikan sebagai umat yang adil.

“Pemikiran dan ideologi ekstrem harus dihadapi dengan pemikiran dalam bentuk konter narasi dan mengajarkan pemahaman Islam yang moderat. Di sini pendidikan memegang peranan penting. Tentu saja selain perlunya pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Tidak sedikit anak-anak muda terjebak ke dalam kelompok ekstrem karena miskin dan tidak punya pekerjaan,” tutur Syeikh Shaleh kutip website resmi Kementerian Agama RI, Ahad (28/07/2019).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Hal itu ia sampaikan saat diterima Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam kunjungan kehormatan delegasi Ulama Al-Azhar Mesir, Jumat pekan kemarin. Delegasi dipimpin oleh Syeikh Shaleh Abbas.

Hadir dalam kesempatan itu, Duta Besar Mesir di Jakarta Amr Moawwad dan anggota delegasi, antara lain Wakil Rektor Universitas Al-Azhar Prof M Abu Zaid al-Amir, penasihat Grand Syeikh Al-Azhar Prof Abdul daim Nouseir, dan Wakil Ketua Pimpinan Pusat Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar (OIAA) Mayjen Osama Yasin.

Selain berbincang tentang kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Al-Azhar, pertemuan ini juga membahas tentang cara menyikapi fenomena ekstremisme, sikap intoleran, dan radikalisme yang belakangan ini disebut semakin menguat, sehingga menjadi tantangan dalam mewujudkan moderasi beragama.

Syeikh M Abu Zaid al-Amiri mengatakan pentingnya membuka wawasan umat agar bisa menyikapi perbedaan dan menghormati pendapat yang berbeda.

Disebutkan, Islam agama yang menghargai pluralitas (ta`addudiyyah). Inilah metode yang diterapkan di Al-Azhar. Di tingkat dasar dan menengah siswa, dikenalkan dengan mazhab tertentu sesuai pilihannya; Hanafi, Maliki, Syafi`i, atau Hambali. Setelah itu diajarkan perbandingan mazhab, sehingga siswa memahami argumen setiap mazhab dengan segala kekuatan dan kelemahannya.

Bahkan, menurutnya, meski dalam teologi Al_Azhar menganut paham Asy’ariyah, aliran lain seperti muktazilah juga diajarkan. Dengan metode yang menghargai perbedaan, menurut Abu Zaid, lembaga Pendidikan Al- Azhar Mesir bisa bertahan selama lebih dari seribu tahun, tepatnya 1079 tahun. Selain itu, Al-Azhar juga menanamkan ajaran cinta tanah air.

“Cinta tanah air dan bela negara adalah bagian dari maqâshid syari`ah (tujuan pokok agama), yaitu memelihara agama, jiwa, akal, harta dan keturunan/kehormatan,” ujar Abu Zaid.

Selain memiliki unit Marshad al-Azhar yang memantau dan mengkonter pemikiran ekstrem, OIAA yang juga dipimpin oleh Grand Syeikh Al-Azhar memberikan perhatian kepada mahasiswa asing dan para dai dari negara-negara yang rawan ancaman ekstremisme.

Menurut Syeikh Osama, mahasiswa asing tingkat akhir dari negara-negara tersebut diberi pelatihan khusus tentang kontra-ekstremisme, sehingga sekembalinya ke tanah air mereka siap menghadapi itu semua.

Menyimak penjelasan itu, Menag Lukman menyatakan sepakat sepenuhnya dengan pandangan para ulama.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Deputi Grand Syeikh Al-AzharekstremismeintoleranMenagPemimpin Tertinggi Al-AzharSyeikh Shaleh AbbasUniversitas Al-Azhar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gus Solah: Indonesia harusnya Jadi Negara Eksportir Halal Dunia
Tulisan selanjutnya Pemain Bola Real Madrid Tolak Bekerja dengan Perangkat Lunak ‘Mossad’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?