Hidayatullah.com- Partai Amanat Nasional (PAN) menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Ketua Fraksi PAN MPR RI yang juga anggota komisi VIII DPR RI, Ali Taher Parasong.
“PAN berduka cita yang amat mendalam atas berpulangnya Bapak Dr Ali Taher Parasong, Ketua Fraksi PAN MPR RI, anggota komisi VIII, dan Baleg,” ujar Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay dalam keterangan tertulisnya diterima hidayatullah.com, Ahad (03/01/2021).
“Kami berduka cita. Duka yang sangat dalam. Beliau adalah senior saya, mantan Sekjend PP. Pemuda Muhammadiyah. Beliau adalah tokoh partai kami. Di internal beliau menjadi panutan. Di samping jabatan di DPR, beliau juga adalah ketua mahkamah partai PAN,” tambah Ketua DPP PAN ini.
Saleh meyakini bahwa banyak pihak yang merasa kehilangan atas wafatnya Ali Taher. Saleh pun mengenang almarhum sebagai sosok yang kritis dalam membela umat.
“Saya yakin, akan banyak yang kehilangan beliau. Kritik-kritiknya selalu tajam membela umat. Dia dikenal sangat rasional, humanis, dan humoris. Jamaah pengajiannya pun pasti akan sangat kehilangan,” ungkap Saleh.
Ali Taher sebelumnya masuk rumah sakit pada tanggal 27 Desember 2020. Dugaan awalnya, kata Saleh, Ali Taher terinfeksi virus Covid-19.
“Waktu itu, saya ditelepon salah seorang putrinya. Minta dicarikan RS. Setelah bertanya ke teman-teman yang ada di Kemenkes, kamar yang tersedia adalah di RS Fatmawati. Namun, pada saat itu juga, ada kabar bahwa RS Islam Cempaka Putih juga tersedia kamar kosong. Keluarganya meminta untuk dirawat di RSIJ Cempaka Putih,” tutur Saleh.
“Dulu, sudah lama sekali, Bang Ali Taher memang pernah menjadi wakil direktur di RS tersebut. Mungkin itu alasannya beliau memilih dirawat di sana. Juga ada kabar bahwa banyak pasien Covid-19 yang sembuh setelah berobat di RS itu,” tambahnya.
Setelah 6 hari menjalani perawatan, kondisi Ali Taher menurun. Puncaknya kemarin sore. Saturasinya sempat menyentuh angka 40 persen. Atas nasihat dokter yang merawat dan persetujuan keluarga, masih kata Saleh, dipasang alat saluran pernafasan langsung ke paru-paru.
“Setelah dipasang, kami merasa senang. Saturasinya kembali normal. Bahkan menyentuh angka 80-90 persen. Ada tanda-tanda membaik,” ujarnya.
Pada Ahad (03/01/2021) pagi, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan sempat berteleponan dengan Ali Taher. Namun beberapa saat setelah itu, kondisi Ali Taher drop lagi. “Tidak bisa dihubungi,” ujar Saleh.
“Sekitar pukul 13.00, saturasinya makin turun. Drop hingga angka 33 persen. Akhirnya, pukul 14.00 beliau dipanggil Allah Subhanahu Wata’ala,” lanjut Saleh.
“Mari kita doakan semoga beliau husnul khatimah. Amal ibadahnya diterima Allah. Keluarga yang ditinggal diberi kesabaran dan ketabahan, Aamiiin,” pungkasnya mengajak.
Diketahui, Ali Taher wafat di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih, Jakarta, pukul 14.00 WIB, Ahad (03/01/2021). Dr. H. M Ali Taher Parasong, SH., M.Hum lahir di Lamakera, Solor Timur, Flores Timur, 9 Februari 1961. Ia menjabat sebagai Wakil Direktur Umum RS. Islam Jakarta pada tahun 1991 hingga 2001. Ia beralamat di Jl. Singosari Raya No. 113/115 Perum III Karawaci, Kabupaten Tangerang, Banten.*