Hidayatullah.com–Bupati Garut H. Rudi Gunawan telah mengeluarkan Surat Edaran No. 4511/1605/Bakesbangpol Pemerintah Kabupaten Garut tanggal 6 Mei 2021 tentang Pelarangan Aktivitas Penganut Jamaah Ahmadiyah Indonesia dan penghentian kegiatan pembangunan tempat ibadah di Kampung. Nyalindung Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut. Menurut koordinator KOI Jabar Abdullah Syuaib, seluruh elemen siap mendukung apapun yang terjadi atas keputusan H. Rudi Gunawan terkait larangan aktivitas JAI khususnya di wilayah Garut.
“Kita tahu betul karakter bapak Rudi Gunawan, kalau sudah ambil keputusan pasti melalui pertimbangan yang matang dan kuat dalam mempertahankannya,”ungkapnya dalam konferensi pers di Bandung, Senin malam (10/5/2021).
Ia menambahkan bahwa sebaiknya elemen atau ormas dari agama lain tidak perlu ikut campur terhadap internal umat Islam. “Kami baca ada pernyataan dari Pemuda Katholik Jabar yang meminta Bupati Garut untuk membatalkan kebijakannya terhadap penghentian aktivitas Jamaah Ahmadiyah. Maka kami dari KOI Jabar tegaskan mendukung penuh keputusan bapak Rudi Gunawan,”imbuhnya.
Menambahi hal itu Roinul Balad selaku Ketua Dewan Dakwah Jabar apa yang dilakukaannya sesuai fatwa MUI. “Sebagaimana yang kita tahu bahwa soal Ahmadiyah sudah diputuskan melalui fatwa MUI No. 11 tahun 2005. Landasan hukum lainnya adalah SKB 3 Menteri tahun 2008, Pergub Jabar No. 12 tahun 2011. Jadi sudah sangat jelas dari aspek hukum positif maupun hukum agama Islam Ahmadiyah ini sesat dan telah melakukan pelanggaran, “ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut KOI Jabar juga mendukung penuh secara lahir batin terhadap langkah Bupati Garut H.Rudi Gunawan yang telah melakukan penghentian aktivitas Jemaat Ahmadiyah di Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut. Hadir dari ormas Islam tingkat Jawa Barat seperti dari Dewan Dakwah, Al Irsyad, FSOI Jabar, Al Washliyah Jabar, Serikat Islam (SI) Jabar, Parmusi Jabar, dan Persatuan Ummat Islam (PUI) Jabar. Sedangkan dari pergerakan Islam hadir dari Junduloh Annas, PASS Jabar, Gema Keadilan, KAMMI Jabar, Al Ghuroba, KNAP, AGAP, KODAS, FORMASI, BARADA, BARKIN, Jawara Sunda, GUIH, dan Brigade 411.*