Hidayatullah.com—Mantan Ketua PP Muhammadiyah Dr M Din Syamduddin mengatakan, sikap dan pandangan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) tentang Presiden Joko Widodo sebagai King of Lip Service mencerminkan sikap anak muda kritis. Menurutnya, salah satu sifat mahasiswa adalah kritis melihat fenomena di sekitarnya.
“Mahasiswa memang diajari berpikir kritis terhadap realitas kehidupan masyarakatnya. Itu hal biasa di kampus,” katanya dalam pernyataan sikap disampaikan hari Senin (28/6/2021). “Justru aneh kalau civitas akademika kehilangan daya kritis, apalagi cenderung membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar,” tambah Guru Besar FISIP UIN Jakarta ini.
Karenanya ia menghimbau agar bihak kampus UI tidak bersikap represif dan otoriter menghadapi mahasiswanya. “Maka seyogyanya Rektorat UI tidak menyikapi sikap BEM UI secara represif dan otoriter. Begitu pula, pihak yang tidak setuju dengan pandangan BEM UI, sebaiknya ajukan argumen dan fakta tandingan,” tambah dia.
Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) dari 2014 sampai 2015 mengatakan, apa yang disampaikan BEM UI juga dirasakan banyak orang awam. Hanya saja, para mahasiswa seperti BEM jauh memiliki keberanian disbanding rakyat awam.
“Pandangan BEM UI sebenarnya pandangan banyak orang. Namun, BEM UI memiliki keberanian moral untuk menyuarakannya,” ujarnya. “Hal itu harus dipuji, apalagi jika pandangan itu disertai bukti atau argumentasi. Itu sikap intelektual sejati,” tambah dia.
Karenanya, upaya membungkap suara mahasiswa, hanya akan membangkitkan kritisisme kampus yang selama ini telah mati. “Upaya pembungkaman kritisisme mahasiswa hanya akan membangkitkan kritisisme kampus yang selama ini sesungguhnya tidak mati dan tidak bisa dimatikan.”
Dipanggil Rektorat
Sebelumnya, Rektorat UI memanggil BEM Universitas Indonesia setelah para perwakilan mahasiswa ini mengkritik Presiden Jokowi dengan sebuah poster ‘The King of Lip Service’. Kritik terhadap Presiden Jokowi itu disampaikan BEM UI lewat akun Twitternya, @BEMUI_Official pada Sabtu (26/6/2021).
Dalam cuitannya, BEM UI mengunggah foto Jokowi yang sudah diedit dengan background gambar bibir lengkap dengan mahkota raja. BEM UI menilai Jokowi kerap mengobral janji manis. Namun, menurutnya, janji Jokowi seringkali tak selaras dengan kenyataan.
“Jokowi kerap kali mengobral janji manisnya, tetapi realitanya sering kali juga tak selaras. Katanya begini, faktanya begitu. Mulai dari rindu didemo, revisi UU ITE, penguatan KPK, dan rentetan janji lainnya,” ungkapnya.
Buntut dari kritik tersebut, rektorat UI memanggil BEM UI hari ini. Langkah ini merupakan tindakan tegas atas meme tersebut. “Atas pemuatan meme tersebut di media sosial, Universitas Indonesia mengambil sikap tegas dengan segera melakukan pemanggilan terhadap BEM UI pada sore hari Ahad, 27 Juni 2021,” tegasnya.*