Hidayatullah.com — Pengungsi Muslim etnis Rohingya Myanmar yang ada di Indonesia akan menggelar demonstrasi di depan kantor United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), mereka menilai ada perlakuan berbeda dibanding pengungsi dari negara lain.
“Kami, orang Rohingya, sedih. Harapan kami sudah hancur. Pengungsi lain 2,5 sampai 3 tahun sudah berangkat ke negara ketiga. Sama-sama satu tempat tinggal pengungsi lain berangkat, kami tidak. Apa yang beda? Apa masalah?,” ujar Kyaw Naing perwakilan Pengungsi Rohingya Myanmar untuk Indonesia, melalui siaran persnya, Rabu (24/11/2021).
Kyaw meminta pemerintah Indonesia turun membantu nasib mereka. “Kami pengungsi Rohingya memohon meminta kepada pemerintah Indonesia dan UNHCR melihat kami sebagai manusia yang membutuhkan bantuan. Kasihan anak-anak kecil kami. Pengungsi Rohingya di Indonesia tidak bisa pulang ke negara asal. Pengungsi dari negara lain semua bisa pulang. Kenapa saya katakan seperti itu?,” ungkapnya.
Menurut Kyaw etnis Rohingya yang tidak bisa pulang seharusnya didahulukan ke negara ketiga. “Pengungsi lain sudah dikirim ke negara ketiga. Kenapa kami orang Rohingya tidak bisa. Kenapa seperti ini? Saya tidak paham. Harapan sudah hancur, 9 tahun di sini,” jelasnya.
“Kami hanya bisa ke negara ketiga. Tapi pengungsi dari negara lain yang bisa kembali ke asal didahulukan,” imbuhnya.
Kyaw menjelaskan para pengungsi etnis Muslim-Rohingya di Indonesia juga tidak bisa pulang ke negara asal, yaitu Myanmar. “Para pengungsi etnis Muslim Rohingya menghadapi masa depan yang tak pasti,” katanya.
Lebih lanjut, Kyaw melihat UNHCR tidak lagi memperdulikan mereka dan hak mereka tidak lagi diberikan. Ia menuturkan mereka menderita parah dan anak-anak dewasa tanpa pendidikan.
“Bagi kami hal-hal penting adalah membutuhkan dukungan untuk bertahan hidup. Di sini banyak keluarga pengungsi Rohingya yang hidup mandiri. Hidup tanpa dukungan dari UNHCR atau IOM dan menderita parah dan anak-anak dewasa tanpa pendidikan. Banyak keluarga pengungsi 12 lebih atau kurang dari 12 anggota kurang hidup tanpa dukungan dan terus menyangkal hak kami,” terangnya.
Karenanya, Kyaw beserta etnis Rohingya memutuskan untuk datang ke depan kantor UNHCR untuk demonstrasi bersama keluarga dan anak-anak Rohingya pada tanggal 26 November 2021 Jumat setelah sholat Jumat sekitar jam 2 siang. Karena UNHCR menolak hak kami dan kami mencari keadilan dan hak asasi manusia dan meminta solusi jangka panjang dan mendesak sesuai dengan konvensi PBB 1954 & protokol 1967.
“Saya meminta kepada UNHCR Indonesia untuk membantu kita atau untuk mengirim saya ke negara ketiga. Demikian atas kerjasamanya saya ucapkan terima kasih Hormat saya,” tukasnya.*