Hidayatullah.com– Jarum jam masih menunjukkan sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, namun Nasih dan Fauzi sudah sibuk berkemas.
Kedua lajang asal Cianjur, Jawa Barat, ini bergegas menuju Ibukota. Mereka ingin ikut andil dalam acara Dzikir dan Tausyiah Nasional atau Aksi 112 di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (11/02/2017) pagi ini.
Nasih dan Fauzi tampak seragam. Keduanya sama-sama mengenakan celana panjang dengan gamis dipadu kopiah putih. Sebuah tas tergantung di bagian punggung masing-masing.
“Tadi berangkat dari Cianjur sebelum Shubuh,” jelas Nasih saat disapa hidayatullah.com di Stasiun Depok, Jawa Barat, pagi tadi.
Dari Cianjur mereka menuju Citeurep, menggunakan bus umum. Kemudian melanjutkan perjalanan dari Citeurep ke Stasiun Depok menggunakan angkot.
Sementara itu, tampak umat Islam lain dari berbagai wilayah datang ke Jakarta untuk ikut serta dalam acara tersebut.
Desak Ahok Dihukum
Nasih mengungkapkan keinginannya mengikuti Aksi 112 di Masjid Istiqlal dalam rangka memberikan dukungan terhadap para ulama, terkhusus Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.
“Saat ini ada upaya kriminalisasi terhadap beliau (Habib Rizieq),” tuturnya.
Sementara, Fauzi dengan tegas menyatakan ketidaksetujuannya pada upaya ‘kriminalisasi” terhadap ulama.
“Enggak setuju! Kita satu komando bersama ulama,” serunya lantang. “Justru Ahok yang harus dihukum!”
Menurut Fauzi, kasus penistaan terhadap dengan terdawka Basuki Thahaja Purnama (Ahok) merupakan kasus yang sangat berat bobotnya. Sebab itu, ia mengimbau kepada Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian untuk segera menegakkan hukum setegak-tegaknya.
“Kita ingin Indonesia damai seperi dulu, jangan ada pecah belah NKRI. Sejak munculnya kasus Ahok, negeri ini banyak masalah,” harapnya.
Kesal dengan Pemberitaan yang Dinilai Merugikan, Massa 112 Usir Kompas TV dari Istiqlal
Di akhir perbincangan, ia berpesan kepada seluruh ulama yang saat ini sedang menghadapi fitnah dan upaya kriminalisasi supaya tetap tegar dan tabah.
“Kita siap terus mendukung apa yang dilakukan oleh para habaib dan ulama,” tutupnya.
Dari pantauan hidayatullah.com, satu per satu peserta Dzikir dan Tausyiah Nasional 112 tampak memadati loket stasiun. Mereka kebanyakan berasal dari Depok dan sekitarnya.*