Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Meski Puasa, Proyek RS Jalan Terus

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Agustus 2011 09:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ramadhan bulan yang menarik khususnya di Jalur Gaza, yang diblokade Zionis-Israel. Sudah dua kali penulis berada dan menjalankan bulan suci Ramadhan di Jalur Gaza-Palestina. Ramadhan kali ini bertepatan dengan musim panas yang berlangsung hingga tiga bulan lamanya dimana jika di siang hari cuacanya berkisar 40-45’ celcius bahkan bisa lebih.

Memasuki bulan Ramadhan tahun ini, kondisi di Jalur Gaza tidak ada perubahan sama sekali dengan bulan Ramadhan tahun yang lalu. Jalur Gaza masih tetap dalam suasana diblokade oleh zionis Israel. Kondisi perekenomian pun dari tahun ke tahun tidak ada perubahan ke tingkat yang lebih baik. Kebutuhan sehari-hari khususnya bahan makanan masih sangat terbatas, jika ada maka harganya sangat mahal, bisa mencapai  tiga kali lipat dari harga biasanya.

Penulis sendiri tidak mengetahui kapan blokade ini akan berakhir. Kapan penderitaan mereka akan berakhir dan mungkinkah mereka masih bisa menata kehidupan yang serba tidak jelas ini menjadi lebih baik. Semua ini adalah misteri sang Khaliq. Walaupun demikian kenyataan kehidupan yang harus mereka hadapi, akan tetapi mereka yakin bahwa suatu saat kelak kebenaran akan mengalahkan dan menghancurkan kedzaliman.

Bulan Ramadhan kali ini, penulis juga menemukan sebuah suasana tidak seperti biasanya. Satu hari menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, yaitu sebelum sholat ‘isya dan sholat tarawih, penulis menyempatkan diri berkeliling dan sengaja melewati jalan raya yang berada di tepian pantai.

Sore itu suasana pantai begitu indah dan dihiasi oleh pemandangan terbenamnya matahari. Gulungan ombak dan gelombangpun terlihat berkejar-kejaran silih berganti dan nampak seperti bergembira menyongsong datangnya bulan penuh rahmat, bulan penuh berkah yaitu bulan suci Ramadhan.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Tampak di sepanjang tepian pantai Jalur Gaza begitu ramai dan dipadati oleh rakyat Gaza segala usia mulai dari anak-anak sampai dewasa, laki-laki maupun wanita.
Kedatangan mereka ke pantai tidak lain hanya untuk mengekspresikan rasa syukur karena datangnya bulan suci Ramadhan.

Kegiatan seperti ini hanya mereka lakukan pada saat menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Biasanya jumlah masyarakat Jalur Gaza yang mengunjungi pantai pada setiap datangnya bulan suci Ramadhan berkisar 75.000 – 80.000 orang.

Mereka sengaja mendatangi pantai untuk menyambut bulan suci Ramadhan, dan mereka tidak akan ke pantai lagi selama bulan suci Ramadhan nanti.

Selain itu, sudah menjadi kebiasaan rakyat Gaza bahwa selama bulan suci Ramadhan mereka lebih memilih menghabiskan waktu di masjid, mendengarkan ceramah, membaca ayat suci al-Qur’an atau kegiatan lain yang lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT (taqararrub ilallah) dan mengintropeksi diri (bermuhasabah al-anfus).

Mudah-mudahan rakyat Gaza bisa menikmati kedamaian saat menjalankan ibadah bulan Ramadhan baik sholat tarawih dan lainnya. Sebab tahun lalu, bom kiriman Zionis-Israel justru terjadi di saat malam takbiran.

RS Indonesia

Sementara itu, kabar lain yang bisa penulis beritakan, pembangunan baik program pemerintah maupun LSM asing lainnya memilih mengentikan aktifitasnya selama Ramadhan. Sedang program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza tetap berjalan.

Proses pembangunan struktur RS Indonesia di Jalur Gaza tetap berjalan dengan jadwal kegiatan yang sedikit diubah. Sebelumnya, aktifitas pembangunan RS ini dilakukan di siang hari, namun selama bulan Ramadhan aktifitas pembangunan dilakukan di malam hari hingga pagi hari.

Misalnya proses pengecoran dilakukan setelah sholat tarawih sekitar jam 23:00 sampai jam 02:30. Kemudian pekerja kontraktor dan relawan MER-C Indonesia beristrahat beberapa saat untuk bersahur dan sholat fajar (subuh). Setelah itu aktifitas pembangunan dilanjutkan kembali sampai dengan jam 09:00 pagi, begitu seterusnya.

Pengebutan proyek ini dilakukan agar pembangunan RS ini tidak terlambat dan bisa selesai sesuai dengan target yang telah tetapkan.

Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas dukungan rakyat Indonesia sehingga pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza-Palestina dapat terlaksana sampai dengan sejauh ini. Kami berharap terus doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia khususnya untuk dapat menyisihkan sebagian rizkinya.*/Abdillah Onim, Ketua MER-C Cabang Gaza

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ramadhan dan Identitas Masyarakat Berperadaban
Tulisan selanjutnya Antara PP Al-Mukmin, Gontor dan Ghazali Said

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?