Hidayatullah.com– Sumber-sumber di Komite Perencanaan dan Pembangunan pemkot Israel di Al-Quds menyetujui pembangunan 650 unit pemukiman di Pisgat Zeev yang terletak di wilayah Beit Hanina dan Hazma Utara kota Al-Quds.
Khalil Tafakuji, pengamat pertanahan menjelaskan bahwa proyek ini masuk dalam rangkaian proyek pembangunan 58 ribu unit pemukiman sampai tahun 2020. Kemudian rencana strategis ini dialihkan menjadi rencana 2030 sebagai upaya melanjutkan kendali di Al-Quds lewat sejumlah proyek pemukiman yahudi baru.
Rencana ini menurut Tafakuji mencakup kawasan bisnis, saranan umum dan pemukiman. Sementara kawasan industri sebelumnya telah disetujui dengan menyita 300 acre dari warga Palestina di Hazma dan Beithanina, yang dialih fungsikan menjadi ratusan unit pemukiman yahudi baru.
Pengamat Palestina ini menyebutkan, keputusan perluasan pemukiman yahudi Pisgat Zeev ini disetujui sejak awal tahun ini.
Dikutip Pusat Informasi Palestina, buldozer-buldozer Israel bekerja siang malam menyelesaikan proyek yang direncanakan selesai dalam enam bulan kedepan ini.
Di samping itu, otoritas Israel juga membangun jalan yang akan menghubungkan antara wilayah Utara dengan kota Bishar (Manhem Begin) yang akan menjadi jalan utama, sebagai bagian dari upaya memperkuat eksistensi kota Israel dan sejumlah kota lainnya yang dikuasai dalam perang 1967.
Sangat jelas bahwa proyek Israel ini ditujukan untuk mempertegas dan memperkuat kendali Israel atas Al-Quds dan mengubah simbol-simbolnya dengan menyalahi hukum internasional dan putusan PBB.*