Hidayatullah.com– Entitas penjajah Zionis beberapa pekan belakangan ini menyebarkan tim spionase di wilayah perbatasan dengan Mesir untuk menghimpun informasi intelijen yang lengkap. Selain itu zionis juga menyebarkan sejumlah pasukan inti di militer zionis untuk mencegah penyusupan dan serangan dari Sinai ke ‘Israel’.
Dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC), dukungan zionis di perbatasan dengan Mesir ini dilakukan setelah di gelar operasi “badai gurun pasir” yang dilakukan oleh militer Mesir saat ini di Sinai. Hal ini yang telah menimbulkan kekawatiran di kalangan Israel akan terjadinya serangan dari kelompok bersenjata terhadap target milik Israel pasca serangan di Sinai.
Karena itu pihak Israel mengumumkan situasi siaga di perbatasan dan menyebarkan sejumlah tim mata-mata dan pasukan khusus untuk mengamankannya.
Seperti dilansir harian Jerusalem Post, satuan Raidramon yang merupakan pasukan inti dari pasukan khusus Israel telah disebar di perbatasan dengan Mesir.
Tujuannya, untuk memperkuat penguasaan Mesir di perbatasan dengan Sinai dan mencegah penyusupan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata.
Di samping itu mereka juga bertugas menghimpun sebanyak mungkin informasi tentang operasi yang dilakukan di Sinai dan tingkat keberhasilan militer Mesir dalam menunjuk menguasai situasi.
Sebelumnya entitas zionis telah mengumumkan penempatan dua buah baterai pengendali roket Patriot yang merupakah bagian dari system pertahanan Kubah Baja di perbatasan di Mesir untuk mencegah operasi dan mencegah peluncuran roket ke wilayah selatan Israel setelah sejumlah roket diluncurkan pasca dimakzulkan paksa presiden Mohammad Mursy.
Tentara Mesir lukai Nelayan Gaza
Sementara itu, dikutip PIC, aparat keamanan Mesir, hari Jum’at (30/08/2013) kemarin juga menangkap lima nelayan Palestina yang sedang bekerja dekat perbatasan Mesir dengan Jalur Gaza dan melukai dua lainnya dengan tembakan peluru tajam.
Kapten nelayan di Gaza, Nizar Ayyasy menyatakan bahwa sebuah kapal keamanan Mesir menyerang perahu-perahu nelayan Palestina yang sedang bekerja dekat perbatasan laut antara Mesir dan Jalur Gaza, pagi ini.
Dia menjelaskan aparat keamanan Mesir menangkap lima nelayan yang bekerja di atas satu perahu, kesemuannya dari kota Rafah, selatan Jalur Gaza.
Dia menyatakan bahwa kedua nelayan yang terluka berhasil lolos dari aparat keamanan Mesir. Keduanya dibawa ke rumah sakit Abu Yusuf Najjar di kota Rafah, Jalur Gaza selatan.*