Hidayatullah.com—Otoritas Palestina (PA) dilaporkan telah mempertahankan kerjasama keamanan yang kuat dengan intelijen Israel meskipun Intifada Al-Quds sedang berlangsung, demikian sebuah website Prancis mengatakan hari Rabu.
“Ada kerjasama yang sangat kuat antara badan intelijen Israel- Shabak dan Jasa Perlindungan Otoritas Palestina meskipun gelombang perlawanan berlagsung,” tulis Intelijen Online dikutip middleeastmonitor.com, Rabu, (30/03/2016).
Radio Israel mengatakan, “Kedua belah pihak diadakan setidaknya 80 pertemuan rahasia selama tahun lalu.”
Ia menambahkan bahwa laporan mengklaim bahwa layanan keamanan PA dirusak setidaknya 58 serangan terencana terhadap sasaran-sasaran Israel.
Intelijen Online juga mengatakan bahwa layanan keamanan PA menyita sejumlah besar senjata dan bahan peledak yang dimiliki oleh warga Palestina. Juga sejumlah penangkapan yang dilakukan oleh Dinas Keamanan Otoritas Palestina didasarkan pada informasi intelijen Israel.
Sebagaimana diketahuii, Otoritas Palestina saat ini dipimpin presiden pilihan Israel dan Amerika, Mahmoud Abbas (Abu Mazen) dan Perdana Menteri Salam Fayyad, keduanya dari faksi Fatah yang sekuler.
Sementara partai yang dipilih rakyat, Harakat al-Muqowwamah al-Islamiyah (HAMAS) selama dua kali memenangkan suara dalam Pemilu 1995 dan 2004, dibatalkan sepihak oleh Amerika dan Israel.
Alhasil, selama ini keberadaan Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas banyak menjadi kepanjangan tangan dan jurubicara penjajah Israel.*/Nashirul Haq AR