Hidayatullah.com–Setidaknya tiga warga Palestina terluka setelah serdadu Israel menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur pada Jumat.
Setelah shalat Jumat, jamaah Palestina memulai unjuk rasa membela Nabi Muhammad. Unjuk rasa ini sebagai respon atas penghinaan yang ditujukan kepada Rasulullah selama Pawai Bendera “Israel”.
#شاهد مسيرة في المسجد #الأقصى قبل قليل نصرة للنبي محمد صلى الله عليه وسلم pic.twitter.com/XvzUwU37oB
— المركز الفلسطيني للإعلام (@PalinfoAr) June 18, 2021
Warga Palestina berkumpul di halaman Masjid Al-Aqsha. Tetapi sebelum mereka memulai perjalanan mereka menuju Gerbang Damaskus Kota Tua, pasukan “Israel” menyerbu kompleks itu melalui pintu al-Silsila.
Mereka menembakkan peluru baja berlapis karet, gas air mata, dan granat kejut, membubarkan ribuan jamaah.
Ratusan orang berdemonstrasi setelah salat Jumat sebagai tanggapan atas pawai yang diadakan oleh Yahudi ultranasionalis pada hari Selasa, di mana puluhan Yahudi meneriakkan “Matilah orang Arab” dan “Semoga desa Anda terbakar”.
Sebuah video yang tersebar di media sosial menunjukkan beberapa peserta pawai menghina dan merendahkan Nabi Muhammad SAW. Hal inilah yang memicu aksi bela nabi di Masjid Al-Aqsha.
Middle East Eye melaporkan pasukan Israel menembak lutut salah satu jurnalisnya, Latifeh Abdelatif, dengan peluru berlapis karet saat mereka menyerbu kompleks situs suci umat Islam itu.
Situs berita yang berbasis di London mengatakan salah satu kontributornya, Sondus Ewies, juga terluka. Namun sejauh mana luka-lukanya masih belum jelas.*