Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Penjajah Israel Sahkan 240 Rumah Ilegal Baru bagi Pemukim Yahudi di Yerusalem Timur

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 November 2017 12:40 12:40 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 November 2017 12:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Penjajah Israel hari Rabu mensahkan pembangunan 240 rumah illegal baru di lingkungan pemukiman di kawasan Yerusalem timur, kata Wakil Wali Kota Meir Turgemann kepada AFP sebagaimana dikutip Al Arabiya, Kamis (09/11/2017).

Komite perencanaan kota mensahkan 90 unit di Gilo dan 150 unit lainnya di Ramat Shlomo, kata Turgemann, sebagai perkembangan terbaru dalam rangkaian gerakan untuk meningkatkan jumlah orang Yahudi di kawasan warga Palestina di kota itu yang dicaplok Israel dan yang diperebutkan.

Turgemann mencatat komite itu juga mensahkan 44 unit untuk warga Palestina di lingkungan mereka di Beit Hanina.

Unit Ramat Shlom merupakan bagian dari rencana yang diumumkan pada tahun 2010 untuk membangun 1.600 rumah pemukim di Ramat Shlomo, sebuah lingkungan warga Yahudi ultra-Ortodoks di Yerusalem timur.

Baca: Penjajah Israel Setujui Pemukiman Haram di Hebron yang Dilindungi UNESCO

Pengumuman pada tahun 2010 itu diumumkan seusai kunjungan wakil presiden AS Joe Biden ke Israel, yang memancing protes keras dari pihak oposisi di AS dan memperburuk hubungan dengan Washington selama beberapa bulan.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Pensahan pada hari Rabu itu dilakukan beberapa minggu setelah komite yang sama memberikan suara setuju pada ekspansi untuk menciptakan permukiman Israel yang paling besar di dalam lingkungan warga Palestina di kota itu.

Memperluas batas kota

Awal bulan ini, para menteri Israel telah siap sedia untuk mensahkan rancangan undang-undang untuk menjadikan satu permukiman haram warga Israel utama yang saat ini berada di Tepi Barat yang diduduki kedalam Yerusalem dengan memperluas batas kota.

Para penentang keputusan itu berpendapat bahwa itu adalah sebuah langkah menuju aneksasi sepihak atas pemukiman Tepi Barat yang bisa dipastikan akan memicu kemarahan masyarakat internasional.

Tapi oposisi dari pemerintahan Presiden Donald Trump meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menghapus rancangan undang-undang itu dari agenda, dan seorang pejabat mengatakan bahwa dibutuhkan adanya “penyesuaian diplomatis”.

Baca: Kemarahan atas Rencana Perumahan Baru Israel di Hebron

Gedung Putih telah mencari cara untuk memulai lagi perundingan damai Israel Palestina yang telah lama tertunda, dan seorang pejabat AS mengatakan  rancangan undang-undang itu akan “mengalihkan perhatian dari hal-hal utama yang fokus pada kemajuan perundingan perdamaian.

LSM Israel Ir Amim, yang menentang pembangunan pemukiman mengatakan bahwa pensahan pembangunan rumah pemukim baru itu menjauhkan kemungkinan solusi dua-negara, solusi yang tak dikehendaki rakyat Palestina yang dijajah.

“Warga Yerusalem berhak untuk hidup di kota yang aman dan berkembang, yang mana hanya akan terjadi ketika ada  perjanjian yang adil yang mengakui kepemilikan Israel dan Palestina atas kota itu,” kata Aviv Tatarsky dari LSM itu kepada AFP.

“Alih-alih mementingkan kesepakatan seperti itu, pemerintah Israel justru melanjutkan aksi sepihak semacam itu yang hanya akan menjauhkan kemungkinan itu,” katanya.*/Abd Mustofa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-QudsBaitul Maqdisisraelpemukimanpemukiman ilegalpenjajah IsraelyahudiYahudi ultra-OrtodoksYerusalem timur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yangon, dari Budaya Longyi sampai Parkir Gratis
Tulisan selanjutnya “Super Iqamat”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?