Hidayatullah.com–Polisi Zionis Senin siang memukuli direktur Masjid Al-Aqsha, Syeikh Umar Kiswani saat menyaksikan ketegangan antara jamaah masjid dengan pasukan Zionis, menyusul serbuan para pemukim ‘Israel’ ke pelataran Al-Aqsha.
Sumber di lapangan menyebutkan, satpam al-Aqsha berusaha menghadang polisi Zionis yang berupaya memasuki Qubbah Shakhra, setelah sebelumnya mereka mengepung tempat tersebut. Melarang kaum muslimin memasukinya.
Dalam kaitan ini, satpam Masjid Al-Aqsha berupaya mengunci gerbang masjid dari upaya polisi ‘Israel’ yang ingin memasukinya dengan paksa. Hingga terjadilah ketegangan di lokasi, sementara sejumlah perwira ‘Israel’ terus mendesak satpam agar membuka pintu Qubbah Shakhra.
Baca: Untuk Ke-16 Kalinya Israel Larang Syeikh Najeh Bkerat Masuki Al Aqsha
Di sisi lain, Menteri Pertanian Zionis, Urey Ariel menyerbu Masjid Al-Aqsha, melalui pintu Al-Mugaribah dengan pengawalan ketat tentara dan kepolisian khusus ‘Israel’, tulis Palestine Information Centre (PIC).
Sebelumnya, Menurut Quds Press Agency yang mengutip sumber-sumber di Badan wakaf Palestina menyebutkan, 57 pemukim Zionis menyerbu Masjid Al-Aqsha di sisi Gerbang Al-Mugaribah. Mereka berkeliaran di halamannya, sambil menerima penjelasan tentang Haikal yang mereka impikan.
Baca: Zionis Israel Bangun Sinagog Baru di Kompleks Al-Aqsha
Sementara itu, 20 siswa Yahudi dari institut keagamaan dan universitas Ibrani menyerbu Al-Aqsha secara maksimum ditemani oleh seorang perwira pendudukan.
Dia menjelaskan, anggota polisi ‘Israel’ dan pasukan khusus bersenjata lengkap untuk melindungi para pemukim selama penyerbuan Masjid Al-Aqsha. Lalu kemudian mereka meninggalkan Al-Aqsha dari Gerbang Silsilah.
Patut dicatat bahwa serangan dilakukan setiap hari kecuali hari Jumat dan Sabtu (atau hari cuti), selama dua waktu antara pagi dan sore hari (setelah shalat Dzuhur) dan selama empat setengah jam (keseluruhan) menyerbu Al-Aqsha.*