Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

425 Koin Emas Murni Berusia 1.100 tahun Era Abbasiyah Ditemukan di Wilayah Palestina

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Agustus 2020 20:43 8:43 pm
Ahmad
Dipublikasikan 25 Agustus 2020 12:50
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Harta karun langka berupa 425 koin emas murni berusia sekitar 1.100 tahun ditemukan di wilayah Palestina yang terjajah. Informasi ini  disampaikan Otoritas Kepurbakalaan Israel (Israel Antiquities Authority/IAA) hari Senin (24/8/2020).

Sebagian besar koin tersebut berasal dari Kekhalifahan Islam Abbasiyah, yang membentang dari Persia di sebelah timur hingga Afrika Utara di sebelah barat, dan pusat kekuasaannya yang berada di Baghdad, Irak.  Koin-koin itu, yang ditemukan di Kota Yavne, sengaja disembunyikan di dalam sebuah kendi tanah liat dan dikubur.

Orang-orang yang menyembunyikannya bahkan mengamankan kendi tersebut dengan paku agar tidak bergerak.  Karena emas merupakan logam mulia yang tahan terhadap korosi dan oksidasi, koin-koin itu ditemukan dalam kondisi baik, kutip Xinhua.

Harta karun tersebut termasuk dinar emas, serta 270 kepingan kecil yang dipotong dari koin emas untuk digunakan sebagai “uang receh”, karena memotong koin emas dan perak merupakan hal yang umum di negara-negara Islam sejak pertengahan abad ke-9 Masehi, dengan lenyapnya koin perunggu dan tembaga secara tiba-tiba.

Menurut IAA, koin-koin itu dapat mengindikasikan adanya perdagangan internasional di daerah pedalaman.   Nilai total koin tersebut, dengan bobot sekitar 845 gram, dianggap sangat bernilai tinggi pada masa itu.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

“Contohnya, ini cukup untuk membeli sebuah rumah mewah di salah satu lingkungan terbaik di Fustat, ibu kota Mesir yang kaya pada masa itu,” kata para arkeolog.

Harta karun tersebut juga berisi pecahan koin emas yang menampilkan sosok kaisar Bizantium, Theophilos, yang dicetak di Konstantinopel, ibu kota Kekaisaran Bizantium.  “Ini merupakan bukti material langka dari hubungan perdagangan dan perang antara Bizantium dengan kerajaan-kerajaan Islam,” ujar para arkeolog.

Bangsa Filistin

Pada 2015, penyelam amatir menemukan sekitar 2.000 koin emas di lepas pantai kota pelabuhan kuno Caesarea. Koin emas tersebut diyakini yang berasal dari periode Dinasti Fatimiyah pada abad ke-10 dan ke-11.

Sebelumnya, bulan Januari, arkeolog juga menemukan koin emas di wilayah Yanneh. Di antara tujuh koin emas itu juga ada sekeping uang dinar yang dicetak di era khalifah Harun al-Rasyid (786-809 Masehi).

Temuan emas murni semasa kekuasaan Islam di Palestina

Harun al-Rasyid adalah pemimpin Islam pada era Kekhalifahan atau Dinasti Abbasiyah pada abad ke-9 Masehi. Khalifah ini dikenal dalam berbagai cerita sufi Islam bersama tokoh yang dikenal sebagai Abu Nawas. Kisah 1001 Malam yang terkenal terjadi di masa khalifah Harun al-Rasyid.

Yavneh biasanya diingat sebagai Filistin, disebut sebagai Jabneh dalam transliterasi Alkitab bahasa Inggris. Rupanya itu berawal di Zaman Perunggu Pertengahan.

Pecahan tembikar telah ditemukan untuk semua periode yang menjadi ciri wilayah tersebut, termasuk barang-barang Bangsa Filistin yang berasal dari sekitar abad 12 atau 11 SM.  Selama penggalian terbaru ini, para arkeolog menemukan fasilitas produksi anggur besar yang berasal dari zaman Persia – direktur penggalian abad keempat dan kelima SM Elie Haddad mengidentifikasi biji anggur dalam instalasi tersebut.

“Ukuran dan jumlah tong yang ditemukan di situs menunjukkan bahwa anggur diproduksi dalam skala komersial, jauh melampaui kebutuhan lokal penduduk kuno Yavneh,” kata Haddad kepada Ha’aretz.

Di Eropa Barat, emas belum digunakan antara abad ke-8 hingga abad ke-13. Tapi di sebelah timur Bizantium dan wilayah kekuasaan Islam emas sudah digunakan sebagai alat tukar internasional.

“Koin emas pada masa itu menjadi sangat penting dalam perdagangan internasional,” kata Kool. “Pada masa itu juga mereka mengembangkan sistem perpajakan. Mereka mengumpulkan emas dari masyarakat dan sebagai imbalannya memberikan barang lain. Jadi emas mempunyai peran penting dalam ekonomi domestik dan internasional.”

Dinasti Abbasiyah adalah kekhalifahan ketiga setelah masa Nabi Muhammad, yang penguasanya dikatakan berasal dari paman Nabi Muhammad, Al-Abbas ibn Abd al-Muttalib.

Mereka memerintah dari Baghdad dari abad ke-8 hingga abad ke-13.Kekuasaan yang membentang di puncaknya dari Afrika Utara di barat, termasuk Teluk Arab, membentang hingga Armenia dan Afghanistan.

Yavneh tetap ditempati pada masa Tentara Salib, ketika kota itu masih dijuluki Ibelin. Keluarga dari Ibelin akan menjadi salah satu yang terkuat di Kerajaan Tentara Salib Yerusalem dan juga di Siprus, kata Kool.*

 

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dinasti Abbasiyahfilistinkoin emaspalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis Israel Bombardir Hamas di Gaza Gaza Digempur Jet Tempur ‘Israel’ 11 Hari Berturut-turut, Semakin Hari Semakin Ganas
Tulisan selanjutnya NPC dan LPMI Kerjasama Salurkan Bantuan untuk Masamba

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Tsaqafah

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?

Tsaqafah
25 Agustus 2026 08:52
Iran Eksekusi Pria yang Didakwa Membantu Amerika dan Israel Semasa Protes Anti Rezim
Korban Meninggal Gempa NTT Capai 103 Orang, Sebagian Besar Perempuan dan Lansia
Tifatul Sembiring Paparkan Pemenuhan Hak Dasar Warga Negara dan Payung Hukum Isu LGBT
Bus Aparat Keamanan Suriah Meledak Dekat Damaskus

Terbaru

  • Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun
  • Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
  • 600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI
  • Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
  • STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman
  • Serangan ‘Israel’ Hancurkan Gudang Bantuan, 7 Orang Syahid di Gaza
  • Korban Meninggal Gempa NTT Capai 103 Orang, Sebagian Besar Perempuan dan Lansia
  • Resmi Gabung Angkatan Darat Suriah, YPG Umumkan Pembubaran Diri
  • Zaitun Rasmin Kembali Pimpin Wahdah Islamiyah, Terpilih untuk Periode 2027–2031
  • ‘Israel’ Tetap Ikut Eurovision, Belanda Kembali Pilih Boikot

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?