Hidayatullah.com – Entitas Zionis ‘Israel’ mengirim 88 jenazah warga Palestina tanpa identitas ke Gaza dengan truk kontainer pada Rabu (25/09/2024).
Kementerian Kesehatan Gaza telah menolak menerima kontainer penuh jenazah itu sampai ‘Israel’ memberikan data lengkap nama-nama jenazah, waktu kematian dan lokasi jenazah berasal.
Dalam pernyataannya, Kemenkes Gaza menyebut informasi tersebut adalah “hak minimum orang-orang ini dan keluarga mereka”.
Dalam pernyataan terpisah, Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut pengiriman jenazah yang tidak dapat diidentifikasi itu sebagai “tindakan yang tidak manusiawi dan kriminal.”
Kontributor Al Jazeera di Deir Balah, Gaza tengah melaporkan bahwa “jenazah-jenazah itu tidak dapat diidentifikasi karena sebagian besar sudah membusuk”.
“Ada tanda-tanda bahwa mayat-mayat itu telah berada di Israel untuk waktu yang lama,” lapor Tareq Abu Azzoum dari Al Jazeera.
“Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa militer Israel sengaja menyembunyikan identitas orang-orang Palestina tersebut. Tidak ada informasi mengenai nama, jenis kelamin, dan lokasi mereka diculik. Keadaan penculikan mereka dari Jalur Gaza juga tidak jelas,” tambahnya.
Pembantaian terbaru ‘Israel’
Pertahanan Sipil Palestina mengatakan pada hari Rabu bahwa setidaknya 53 orang Palestina telah terbunuh di seluruh Jalur Gaza dalam serangan udara ‘Israel’ terhadap rumah-rumah dan tempat tinggal mereka dalam 24 jam terakhir.
Satu orang terbunuh pada hari Rabu setelah sebuah rumah menjadi sasaran di Beit Lahiya di utara daerah kantong tersebut, dan di kamp pengungsi Nuseirat, dua orang Palestina terbunuh ketika tenda mereka dihantam serangan udara ‘Israel’.
Keduanya berasal dari keluarga Al-Ejla yang 11 kerabatnya lebih dulu syahid pada bulan Agustus.
Pada Rabu pagi, satu jenazah ditemukan di daerah Khirbet al-Adas di utara Rafah. Pria yang ditemukan adalah Khalil Salim al-Nahl yang berusia 70 tahun, kata pertahanan sipil daerah kantong itu.
Sebelumnya, Al Jazeera Arabic melaporkan bahwa seorang wanita dan lima anaknya syahid dalam pemboman ‘Israel’ terhadap sebuah rumah di kota Hay al-Nasr, timur laut Rafah.
Setidaknya tiga orang juga tewas di lingkungan Zinjo, Kota Gaza, tempat rumah keluarga Jundi dibom, menurut Pertahanan Sipil Palestina.
Melaporkan dari Deir el-Balah, Hani Mahmoud dari Al Jazeera mengatakan ada lonjakan serangan di seluruh Gaza, terutama di daerah tengah dan kota selatan Khan Younis.
“Wilayah timur Khan Younis, hingga ke jalan pesisir, telah hancur dan tidak ada yang tersisa di sana,” katanya.
“Dalam beberapa jam terakhir, telah terjadi serangan terhadap kamp pengungsi Nuseirat, yang telah menjadi sasaran serangan udara berkali-kali tanpa henti. Seluruh keluarga telah terbunuh dan tiba di rumah sakit dalam keadaan hancur berkeping-keping atau bersimbah darah,” tambahnya.
Setidaknya 41.495 orang telah syahid dan 96.006 orang terluka dalam serangan genosida ‘Israel’ di Gaza. Di ‘Israel’, jumlah mereka yang tewas dalam serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober sedikitnya 1.139, sementara lebih dari 200 orang ditawan.*