Hidayatullah.com—Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengumumkan bahwa kegiatan belajar mengajar di Gaza akan dilanjutkan secara bertahap mulai minggu ini setelah gencatan senjata di wilayah tersebut.
Kepala UNRWA Philippe Lazzarini mengatakan dalam sebuah unggahan di platform X bahwa lebih dari 25.000 siswa telah mengikuti kelas di ruang belajar sementara yang disediakan oleh badan tersebut, sementara sekitar 300.000 lainnya akan mengikuti kelas daring.
Di Sekolah Al Hassaina, sebelah barat Nuseirat, Jalur Gaza tengah, kegiatan belajar mengajar kembali dibuka Sabtu lalu meskipun kekurangan ruang kelas.
Selama perang dua tahun antara ‘Israel’ dan Hamas, banyak fasilitas UNRWA di wilayah tersebut digunakan sebagai tempat penampungan bagi puluhan keluarga yang mengungsi.
Kehadiran mereka masih terlihat di deretan jemuran yang tergantung di tiga lantai gedung sekolah.
Di area pertemuan sekolah, sekelompok siswi berbaris untuk sesi olahraga pagi di bawah pengawasan seorang guru, meneriakkan: ‘Hidup Palestina!’
Sebuah tenda untuk menampung orang-orang yang terdampak konflik terlihat didirikan di halaman sekolah yang dikelola oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di Khan Younis, Jalur Gaza selatan. – Foto AFP
Ketika kelas dimulai, sekitar 50 siswi terpaksa berdesakan di dalam kelas, duduk di lantai tanpa meja atau kursi.
Namun, mereka tetap antusias dengan proses pembelajaran, menjawab pertanyaan guru dan menuliskan pelajaran di papan tulis di buku catatan mereka, gembira kembali ke sekolah setelah dua tahun.
Kelas lain menampung siswa perempuan yang lebih tua dalam kondisi serupa, semuanya duduk di lantai dengan buku catatan di pangkuan mereka.
Jenin Abu Jarad, kerabat salah satu siswa, mengungkapkan rasa syukurnya melihat anak-anak kembali bersekolah.
Ia mengatakan bahwa sejak aksi genosida oleh penjajah ‘Israel’ pecah pada Oktober 2023, tidak ada sesi sekolah untuk anak-anaknya. “Selama periode itu, mereka hanya bisa mengambil air, mencari makanan, atau bermain di jalanan. Namun syukurlah, sekitar 10 hari yang lalu, sekolah mulai dibuka kembali secara bertahap,” ujarnya. – AFP




