Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

“Rekonsiliasi Tanpa Ulama Madura adalah Pelecehan”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 September 2013 13:07 1:07 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 September 2013 13:07
Bagikan
Ketua MUI Sampang, KH. Imam Bukhori Maksum saat dikerumuni wartawan
Bagikan

BERITA deklarasi perdamaian rakyat dan islah (perdamaian) warga Sunni di Kabupaten Sampang, Madura yang mendatangi tempat pengungsian warga Syiah di rumah susun Puspa Agro, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, hari Senin (23/09/2013) mengagetkan ulama Madura, khususnya, Ketua Majelis Ulama (MUI) Sampang, KH. Imam Bukhori Maksum.

Ia kaget, setelah beberapa ulama yang dihubungi juga tidak tahu-menahu acara sepenting ini.  Maklum, sebelumnya, para ulama Madura telah menyusun sebuah rancangan untuk menyelesaikan masalah konflik Sunni-Syiah dengan sangat berhati-hati, bahkan sudah disampaikan dalam bentuk tertulis di hadapan presiden SBY saat datang ke Surabaya. [Baca juga:  MUI Heran, ada ‘Islah Sunni-Syiah’ kok Ulama Madura Tidak Tahu]

Namun betapa kagetnya, tiba-tiba banyak media memberitakan sebuah acara islah Sunni-Syiah, tanpa kesertaan ulama, umara dan tokoh-tokoh masyarakat.

Padahal menurut Kiai Bukhori Maksum, cara-cara seperti ‘menggunting dalam lipatan’ bukanlah watak dan kultur masyarakat Madura.

“Ibaratnya, jika ada daun-daun yang jatuh di Madura, ulamanya pasti tahu,” tambahnya.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Ada apa sebenarnya? Benarnya ini murni keinginan warga Sunni (NU) Madura, atau sebuah rekayasa?  Inilah petikan wawancaranya.

Apa sikap MUI Sampang dengan peristiwa islah (perdamaian) Suni-Syiah Sampang kemarin?

Maaf, saya baru dengar berita itu dari para kiai. Dari media baru dari Anda. Saya jelaskan, tidak ada perwakilan masyarakat Sampang, khususnya dari Desa Blu’uran dan Karang Gayam Kecamatan Omben. Sudah dicek para kiai, itu koordinatornya Mujahroh,  orang Kecamatan Pakong. Padahal yang konflik itu Kecamatan Karang Gayam. Mereka diajak rombongan membawa mobil 5. Jadi jelas itu rekayasan karena yang datang bukan masyarakat Blu’uran dan Karang Gayam.

Lantas, bagaimana Anda menanggapi berita islah ini?

Itu semua rekayasa alias manipulasi. Sebab orang yang hadir di sana tanpa sepengetahuan ulama.

Ibaratnya, jika ada daun-daun yang jatuh di Madura, ulamanya pasti tahu. Karena itulah sifat dan watak orang Madura. Ini kami tidak tahu-menahu. Ini jelas rekayasa.

Kenapa Kiai yakin itu rekayasa?

Ya apalagi? Karena ini seolah sudah ada yang meremote (mengontrol, red).

Apa tujuannya kalau begitu?

Apalagi jika tidak dengan tujuan seolah-olah ulama-ulama Madura tidak mau rekonsiliasi. Kalau yang seperti ini terus dilakukan, jadi panjang dampaknya.

Saya dan para ulama sudah menyampakan masalah ini, bahkan melalui ide tertulis kepada Presiden SBY saat datang ke Surabaya belum lama ini.

Kami lakukan (rekonsiliasi, red) dengan sangat berhati-hati. Kami bahkan meminta direhabilitasi dahulu, karena orang-orang ini dulunya adalah jamaah dan warga NU. Rekonsiliasi tak akan terjadi tanpa usaha-usaha serius dan dilakukan dengan cara baik-baik.

Bukannya Presiden SBY dahulu mengumpulan kita (para ulama, red) untuk kebaikan bersama. Lantas dianggap apa  kami semua? Sampah?

Makanya, jika ada rekonsiliasi tanpa keikutsertaan ulama Madura,  apa ini tidak disebut pelecehan?

Apa tindakan MUI?

Kami akan berkoordinasi dahulu. Kok bisa ada islah sementara wakil NU, ulama dan umara gak tau? Memangnya ulama, umara dan NU Madura dianggap Batu?

Kami dianggap apa? Janganlah melakukan sesuatu yang justru akan membuat usaha dan pintu rekonsiliasi makin tertutup.

Jadinya kami merasa gerah. Sesungguhnya yang tidak mau berdamai itu siapa?

Kami merasa, ini ada usaha-usaha yang meremote dari Jakarta dengan bersekongkol dengan LSM-LSM berhaluan liberal.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islahkonflikMUIrekonsiliasiSampangsunnisyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ngeseks dengan Remaja Pria, Seorang Pastor Argentina Dipenjara
Tulisan selanjutnya Rayakan Hari Nasional, Warga Saudi Diminta Tidak Berjoget dan Bernyanyi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?