Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

“Alhamdulillah, Pertama Kalinya Dibolehkan Shalat Jumat”

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 5 Juni 2020 17:55 5:55 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 5 Juni 2020 16:39
Bagikan
Syaefullah Hamid
Bagikan

MASJID cukup dekat dari rumah Syaefullah Hamid, sekitar 500 meter saja. Bersepeda motor sebentar, sudah sampai. Tapi, lebih dari satu jam sebelum masuk waktu Jumat, warga Jakarta Timur ini sudah mulai mencari masjid.

Ya, mencari masjid!

Tiba lebih cepat di masjid tentu keutamaan tersendiri bagi seorang Muslim. Jumat kali ini, Syaefullah ingin berangkat lebih cepat juga karena khawatir tak kebagian tempat di masjid. Maklum, kuota jamaah shalat sedang dikurangi saat ini.

Jumat (05/06/2020) itu adalah hari dimulainya masjid-masjid di ibu kota diizinkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk dibuka dan kembali menggelar ibadah berjamaah.

Di tengah masa transisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Anies membolehkan masjid-masjid menggelar shalat Jumat dan shalat fardhu berjamaah dengan sejumlah ketentuan. Antara lain, harus ada pembatasan jumlah dan jarak jamaah (physical discanting).

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Syaefullah pun bergegas menuju masjid terdekat agar kebagian tempat. Rupanya, Jumat itu, masjid besar di dekat rumahnya masih tidak menggelar Jumatan. Ia pun harus menguras bensin roda duanya lebih banyak demi bisa mulai Jumat lagi. Maklum, sudah 8 pekan ia libur Jumatan.

“(Tidak shalat Jumat) sejak awal pemerintah DKI menetapkan PSBB, Jumat, 10 April lalu,” ujar pria yang berprofesi sebagai pengacara ini kepada hidayatullah.com di Jakarta, Jumat (05/06/2020) dalam obrolan jarak jauh.

Baca: Shalat Jumat Perdana Setelah Berbulan-bulan Libur

Perjuangan Syaefullah untuk Jumatan cukup berliku alias tak semudah biasanya. Apalagi kalau bukan karena dua masjid besar di dekat rumahnya ternyata masih tidak menggelar Jumatan.

“Tadi sejak jam 10.30 WIB sudah suruh ponakan untuk ngecek dua masjid besar dekat rumah, apakah melaksanakan Jumatan atau tidak. Ternyata info yang didapat (masjid) tidak adakan Jumatan,” tuturnya.

Lalu, pada pukul 11.00 WIB, ia bersama ponakannya dengan pakaian siap shalat mengecek kembali dua masjid tersebut. “Sengaja berangkat jam 11 WIB karena khawatir enggak kebagian ruang masjid kalau datang terlambat. Soalnya ketentuan protokol Covid-19, masjid hanya boleh menampung 50 persen dari kapasitas seharusnya,” tuturnya. Untuk diketahui, waktu Jumat di wilayah DKI Jakarta jatuh pada pukul 11.55 WIB.

Tapi ternyata, dua masjid yang didatangi itu betul-betul masih tidak mengadakan Jumatan. Pria yang pernah mengenyam pendidikan agama Islam di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, ini pun tidak kehabisan akal. Ia berinisiatif mengecek sebuah mushalla.

“Akhirnya kami mendatangi mushalla dekat salah satu masjid tersebut, ternyata (di sini) malah mengadakan Jumatan,” tuturnya. Di mushalla inilah, Syaefullah dan keponakannya serta sejumlah jamaah lainnya menggelar Jumatan perdananya di tengah PSBB pada masa pandemi Covid-19.

Baca: Cara Masjid Cegah Covid-19 dengan Tetap Gelar Shalat Berjamaah

Pria 40 tahun ini mengaku sangat bersyukur bisa kembali shalat berjamaah di masjid. Saban hari selama PSBB dan masjid/mushalla tidak menggelar Jumatan, ia menunaikan shalat jamaah di rumah saja bersama keluarga. Begitu pula pada Hari Raya Idul Fitri 1441H lalu, ia menggelar shalat dan khutbah id di rumah. Dirinya bertindak sebagai imam sekaligus khatib.

Maka Jumat ini dirasa menjadi karunia besar dari Allah bagi setiap Muslim yang barusan lagi ikut Jumatan setelah beberapa bulan mengganti shalat Jumat dengan shalat zuhur.

“Alhamdulillah untuk pertama kalinya dibolehkan melaksanakan shalat Jumat. Setelah berputar mencari masjid untuk shalat Jumat, akhirnya ketemu juga. Ya Allah angkatlah segera wabah Covid-19. Aamiin,” ungkap warga Kalisari, Pasar Rebo, Jakarta Timur ini setelah Jumatan.

Sementara itu, di hari “Jumat perdana” tadi, ada cerita unik dari Masjid Baitul Karim, masih Jakarta Timur. Jumat (05/06/2020) siang. Jamaah dari berbagai penjuru pada berbondong menuju masjid. Adzan Jumat telah berkumandang, salah seorang pria bersepeda motor datang. Begitu tiba di halaman masjid, ia bertanya ke salah seorang petugas keamanan masjid, apakah shaf di masjid tersebut direnggangkan? “Iya!” jawab petugas.

Mendengar jawaban tersebut, pria bermasker itu malah putar balik pergi meninggalkan Masjid Baitul Karim. Mungkin dia mencari masjid yang shaf shalatnya tetap dirapatkan, dugaan petugas yang tampak terbengong-bengong.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19DKI JakartamasjidshalatShalat BerjamaahShalat Jumat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Merevolusi Paradigma “New Normal” Dalam Perspektif Islam
Tulisan selanjutnya Musyawarah dan Kebijakan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?