Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Catatan Dari Mesir

Berkah Akrabi Quran, dapat Haji dan Umroh Gratis

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Februari 2014 08:42 8:42 am
Ahmad
Dipublikasikan 23 Februari 2014 08:41
Bagikan
Muhammad Saihul Basyir bersama para juara saat penerimaan hadiah
Bagikan

“BELAJAR diwaktu kecil itu, bagaikan mengukir di atas batu,” demikian Syeikh Hasal Al bashri pernah berkata.  Hal ini dirasakan Muhammad Saihul Basyir.

Berkah mengakrabi Al-Quran semenjak kecil menyebabkan dia menjadi peraih juara kedua Musabaqah Hifzil Quran dan Hadits (MHQH) se- Asia Pasifik ke-5 yang disponsori Pangeran Sultan bin Abdul Aziz.

Muhammad Saihul Basyir menjadi juara kedua kategori hafalan 30 juz dalam acara yang diselenggarakan di Jakarta 11-14 Februari 2014 lalu karena berkahnya belajar Al_Quran pada saat kelas 6 Sekolah Darar (SD).

Sebelumnya, pada berbagai even kejuaraan hafalan al Quran tingkat kabupaten atau provinsi, namanya sudah tak asing lagi. Meski demikian, ia tetap berendah hati bahwa apa yang disematkan padanya hanyalah sarana mendekatkan diri pada Allah.

“Bagi saya, kejuaraan-kejuaraan itu sebagai sarana mujahadah, mengulangi hafalan sampai seberapa jauh kita mutqin (hafal sempurna),”tutur pria kelahiran Jakarta, 10 Januari 1996 itu.

Baca Juga

Wakalah Al Ghauri, Pasar Dunia-Akhirat di Kairo
Kalian Orang Indonesia, Punya Banyak Keutamaan
Al Azhar, Orang-Orang Tunanetra dan Louis Braille
“Mengalir” Bersama Wahyu, Warga Mesir punya Cara
“Ta’ashub, Tapi Berdasarkan Ilmu”

Kejuaraan yang baru seminggu berakhir itu, merupakan pengalaman kejuaraan internasionalnya yang ke-2.

Sebelumnya, anak kedelapan dari sepuluh bersaudara itu pernah mengikuti kejuaraan hafalan internasional di Jeddah, Arab Saudi. Walaupun tidak menggondol gelar juara, kesempatan itu dipakainya untuk menguatkan hafalan.

Tak heran, walau persiapan MHQH dilakukan Basyir-panggilan Saihul Basyir, tiga hari menjelang perlombaan, Ia tetap tenang menyambung ayat yang diberikan oleh juri asal Madinah, Syeikh Abdul Muksin bin Muhammad al Qasim dan Syeikh Abdullah al Jarullah.

Keikutsertaannya pada MHQH dimulai saat Ia terpilih memenangkan juara pertama MHQH tingkat nasional, pertengahan Januari lalu. Itupun, diakui Basyir, khidmatnya pada sang guru menjadi motivasi utama. Guru hafalan Quran di pesantren meminta Basyir menemani beberapa orang adik kelasnya untuk mengikuti kompetisi yang sama. Tidak disangka, justru Basyir-lah yang menjadi pemenang.

“Mau gak mau saya harus lanjut ke tingkat ASEAN dan Pasifik. Tapi tetap saja, persiapannya di sela-sela  try out UN,”ungkap pehobi futsal yang kini duduk di kelas XII Pesantren Terpadu Darul Quran Mulia, Bogor ini.

Berkah hafalan membuat ia kini mendapatkan hadiah menggiurkan berupa Haji dan Umroh secara gratis ditambah uang sebesar 15 Ribu Real (sekitar Rp 40 juta).

Meski demikian ia mengaku hadiah bukanlah tujuannya dari menghafal Al-Quran.

“Saya biasa saja, benar-benar nggak ngejar itu sama sakali. Kalau dapat, alhamdulillah, berarti saya harus mempertahankan hafalan. Kalau belum menang, berarti hafalan belum lancar,”tutur Tapi anak pasangan Mutamimmul Ula dan Wirianingsih ini.

Berkah Pengabdian

Selain Basyir, adapula Milzam Priambodo. Peraih juara pertama lomba hafalan Hadits MHQH ke-5.

Milzam mengucap rasa syukur atas kemenangannya. Murid Pondok Pesantren Al Irsyad, Kediri, Jawa Timur itu memilih perlombaan kategori itu karena Ia terbiasa menghafal 500 Hadits terpilih yang digunakan sebagai soal ujian MHQH.

Ia menceritakan, kemampuan hafal hadits karena kebiasaan mencicil satu-persatu secara sabar. Di sela-sela program pengabdian di pesantrennya, setiap hari ia manfaatkan mencicil hafalan hadits.

“Saya menghafal lalu teman mendengarkan,”tuturnya. Kemudian Ia menambahkan, menghafal hadits berbeda dengan menghafal Al-Quran.

Remaja 20 tahun itu mengakui, selain kemampuan berbahasa Arab, menghafal hadits juga memerlukan intonasi nada.

“Sama seperti dialog, ada intonasi cepat, lambat dan kalau kita marah juga terdengar,”ulasnya. Selain itu, kesalahan satu huruf saja, akan membuat rancu dengan ratusan Hadits lainnya yang mirip. Penghafal Hadits tentu perlu mengingat detil susunan periwayat hadist sampai tersambung pada Nabi Muhammad salallahu’alayhi wassalam.

Walaupun sempat vakum menghafal Hadits selama dua tahun, namun Milzam terus menggenjotnya manakala mengetahui hikmah dari menghafal sunah Rasulullah tersebut.

Pria sulung dari empat bersaudara itu menyadari prestasi ini buah kerja keras orangtuanya. Walaupun tidak memiliki latarbelakang pendidikan keagamaaan, Bapak dan Ibu Milzam yang kini tinggal di Malang, Jawa Timur, memasukkan keempat anaknya ke sekolah berbasiskan nilai Islam di berbagai kota.

Hadiah Haji dan Umroh gratis beserta 10 ribu Real (sekitar Rp. 27 juta), akan dipergunakan sebaik-baiknya.  “Belum tahu mau diapakan uangnya. Kalau Bapak-Ibu mau ambil semuanya, ya silahkan. Tapi insya Allah, nggak. Orangtua paham,” Milzam menjawab dengan senyum sumringah. Sebagian uang itu akan ditabungnya sebagai bekal jangka panjang. Sama seperti Basyir, Milzam berharap bisa kuliah di Universitas Islam Madinah (UIM).*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hafalan al-Quran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sedekah Sejuta Genteng Untuk Recovery Korban Erupsi Kelud
Tulisan selanjutnya Sahabat Alaqsha Gelar Musyawarah Besar Pertama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Catatan Dari Mesir

Al Azhar, “Surga” Penuntut Ilmu Hadits

19 Maret 2016 19:28
Catatan Dari Mesir

Tradisi Periwayatan Hadits dalam Peringatan Maulid Azhariyun

27 Desember 2015 04:45
Catatan Dari Mesir

Shahih Al Bukhari, Al Azhar dan Sultan Abdul Hamid II

8 Maret 2015 19:24
Catatan Dari Mesir

Sanad Al Arba’in An Nawawiyah Mesir Melalui 7 Ulama Indonesia

30 Januari 2015 21:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?