Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Kisah Meninggalnya Hafizh yang Telah Lama Siapkan Kain Kafan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 November 2019 19:36 7:36 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 November 2019 07:00
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

Hidayatullah.com | ’’INNALILLAHI wainnailaihi rajiun’’…

Ucapku lirih. Ketika membaca pesan singkat yang masuk ke handphone. Apalagi ketika giliran melihat gambar yang dikirim. Ah. Rasanya tidak kuasa memandang. Air mata terus bercucur. Tak kuasa ditahan. Tak kuat berdiri. Aku pun ambruk. Duduk tersimpuh.

“Kakak Wahyudi meninggal.”

Itulah bunyi pesan singkat itu. Yang kedatangannya bak halilintar di siang bolong. Terasa tiba-tiba. Mengagetkan. Saking tidak percayanya. Tapi foto itu. Benar-benar menyadarkan bahwa ia memang sudah tiada. Telah terbujur kaku. Terbungkus kain kafan. Sebagaimana gambar yang aku terima.

Wahyuda bin ihsan adalah salah satu mahasiswa baru di Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) Makassar, Sulawesi Selatan. Ia merupakan senior saya, ketika dulu masih mengenyam pendidikan di salah satu pondok tahfizh di Bogor, Jawa Barat. Ia telah hafal al-Qur’an 30 juz. Jadi, hubungan kami cukup akrab.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Selain terkenal sebagai sosok yang baik hati. ia juga merupakan pelajar rajin. Kemampuan dalam menghafal 30 juz al-Qur’an adalah buktinya. Hal lain yang melekat pada dirinya, ia memiliki suara emas. Indah. Kalau sudah bertilawah al-Qur’an, semua yang mendengar akan terhanyut dengan kemerduan suaranya.

Terakhir kali bertemu dengannya tahun 2018 silam. Ketika itu aku sedang me-murajaah hafalan di salah satu pojok masjid di Pondok Pesantren Hidayatullah Bogor. Ketika itu sayup-sayup aku mendengar suara dari seseorang yang sangat kukenal.

Setelah kuhadapkan wajah ke arah asal suara. Oh, benar. Ia adalah Wahyuda. Setelah saling melepas kangen dan mengobrol beberapa saat. Ia meminta untuk disimak hafalannya.

“Boleh minta tolong simakkan hafalan saya?’’ pintanya.

“Oh, ya. siap!“  jawabku dengan senang hati.

Tak disangka. Ternyata itu menjadi pertemuan terakhir dengan pribadi yang sangat kukagumi itu. ia meninggal dunia tertabrak truk pengangkut sampah, sepulang dari berbuka puasa. Sungguh meninggal dalam kondisi yang sangat indah. Insya Allah.

Baca: Muallaf Meninggal Dunia 10 Jam Setelah Baru Masuk Islam, Diziarahi 700 Orang

Kesaksian-Kesaksian

Ada kejadian menarik, selepas kepergian Wahyuda. Ketika itu, seorang kakak sepupunya tengah membersihkan barang-barang peninggalannya. Termasuk sebuah koper. Maka dibukalah koper itu, guna mengecek isi-isi di dalamnya.

Ketika telah memeriksa satu per satu benda. Tiba-tiba sang sepupu itu pun tertegun, saat tangannya menyambar satu kain. Warnanya putih. Bersih. Panjangnya berkisar 2 meteran. Setelah diamati secara seksama. Oh. Ternyata itu kain kafan. Subhanallah.

Selidik punya selidik. Ternyata Wahyuda sudah lama menyiapkan kain kafan itu. Dan terus disimpan di koper.

Terkait dengan kejadian itu. Seorang temannya memberi kesaksian. Suatu hari, ia mendapati Yuda, sapaannya, menyimpan kain kafan di dalam kopernya. Lantas sang teman itu mencoba memberanikan diri untuk bertanya perihal itu.

“Akhi (saudaraku), mengapa antum (kamu) menyimpan peralatan mayat ini di kopor antum?” tanyanya.

Jawaban yang diberikan kepada teman itu, pun sangat menggetarkan hati;

“Aku, menyimpannya, agar ketika aku membuka koper, aku lantas teringat kepada kematian. Dengan cara ini aku akan takut berbuat maksiat kepada Allah!” jawabnya.

Soal tabrakan yang merenggut nyawanya. Salah seorang saksi mata bersaksi, sebagaimana dikutip salah satu media online lokal. Bahwa ia melihat suatu keajaiban pada peristiwa kecelekaan tersebut.

’’Saat kejadian di Jl Tumangga Makassar. Tadi kami melihat keajaiban. Posisi korban (Wahyuda) sempat tertindas dan terseret truk sampai lebih dari 5 meter, dengan posisi kepala dan dadanya terus terinjak ban truk, dengan kecepatan lumayan kencang,” kisahnya.

“Prediksi saya,” sambungnya, “Kepala dan dadanya sudah hancur. Tapi setelah helm dibuka, tidak ada kelihatan bekas luka kecuali hanya memar di pipinya saja. Dan di saat helm dibuka, almarhum nampak tersenyum, seakan tidak merasakan sedikit pun rasa sakit.”

Kini sahabatku itu telah pergi. Semoga Allah menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Dan semoga, kita yang masih diberi kesempatan hidup hingga sekarang ini, Allah pun akan panggil kita, dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin.*  Izzatul Hibri (Mahasiswa STAI Luqman al-Hakim/Anggota PENA Gresik)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ajalhafizhkain kafanKematianpenghafal al-Quran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warganet Juluki Pria yang Gagalkan Aksi Pembakaran Al-Quran di Norwegia sebagai ‘Pahlawan Muslim”
Tulisan selanjutnya Kejagung Larang LGBT Daftar CPNS Tuai Dukungan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
BeritaIptekes

Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria

Berita Iptekes
27 Agustus 2026 23:34
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?