Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Ketika Anak-anak TK di Depok ”Naik Haji”

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate:
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 25 Oktober 2012 15:36
Bagikan
Bagikan

TIGA hari jelang Lebaran Haji, matahari bersinar terik saat ratusan manusia berjubel di sebuah tanah lapang. Berpakaian putih-putih, mereka mengitari Ka’bah bergantian, lalu berebut mencium Hajar Aswad.

Di dekat situ, gerombolan putih-putih lainnya sibuk berlari-lari kecil di antara Safa dan Marwah. Ada pula yang dengan cekatan melakukan pelemparan Jumrotul Uula, Wustho dan Aqobah. Ritual ini bukan terjadi di Makkah al-Mukarromah, melainkan di salah satu sudut Kota Depok, Jawa Barat.

Rabu (24/10/2012) pagi itu, ratusan anak Taman Kanak-kanak (TK) sedang mengikuti Manasik Haji Anak Sholeh di kampus Pondok Pesantren (PP) Hidayatullah, Jalan Raya Kalimulya, Depok. Acara yang diikuti 9 Taman Kanak-kanak (TK) se-Depok ini dilaksanakan layaknya ritual haji yang sebenarnya.

Anak-anak diajarkan langsung praktek rukun Islam kelima tersebut. Mulai dari niat, berpakaian ihrom di “Jeddah” kemudian bergerak ke “Padang Arafah”.

“Lalu melontar Jumroh. Setelah itu dilanjutkan Tawaf, lanjut Sai dan terakhir Tahallul,” terang Fitri, salah seorang panitia Manasik Haji Anak Sholeh kepada Hidayatullah.com.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Saat Tahallul, para peserta melakukannya secara simbolis. Tiap anak ber-tahallul dengan menggesek-gesekkan jemarinya ke rambut temannya.

Kemeriahan tampak dari agenda tahunan yang diikuti 242 murid ini. Selain diramaikan dengan kehadiran para orangtua murid, dan warga pesantren, pedagang asongan juga memanfaatkan momen ini untuk mengais nafkah.

Anak-anak sendiri begitu antusias mempraktekkan tiap rukun haji. Sangking antusiasnya, di antara mereka ada yang melempar Jumroh berkali-kali.

“Itu lempar jumrah ya, buat lempar setan ya, (tapi) bukan dari batu,” celetuk seorang anak kepada kawannya.

“Batu” yang digunakan untuk melempar Jumroh pada manasik itu terbuat dari kertas yang digulung-gulung.

Saat berlari-lari kecil mengelilingi “Ka’bah”, para “jamaah haji” cilik berteriak-teriak mengumandangkan kalimat dzikir kepada Allah SWT.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar,” ibu guru membimbing mereka.

Begitu pula saat berlari di antara dua “bukit” Sofa dan Marwah. Mereka diberi penjelasan terlebih dahulu tentang makna ritual tersebut.

Usai dijelaskan, para murid langsung berlarian layaknya lomba, sampai-sampai banyak yang terjatuh-jatuh.

“Cape, cape…” keluh seorang murid putra berbadan bongsor setelah tersungkur saat berlari.

Azkiyah, 5 tahun, mengaku senang bisa mengikuti manasik tersebut. Saat bincang-bincang dengan Hidayatullah.com, murid TK Yaa Bunayya PP Hidayatullah Depok ini tampak begitu gembira.

“Sudah (naik haji) di situ,” ujar Azkiyah polos, menunjuk ke lapangan berumput di mana Ka’bah miniatur ditempatkan.

“Ka’bahnya enak banget, sambil lari-lari kecil ya,” tambah kawan Azkiyah turut bergembira.

Spirit Haji

Meskipun tiap peserta dipungut bayaran Rp 15.000, namun kegiatan manasik ini sangat bermanfaat buat anak-anak. Suhardi, ayah dari seorang murid peserta manasik, mengaku senang dengan kegiatan yang telah digelar 10 kali di tempat tersebut.

Bagi Suhardi, manasik haji bisa memberi pelajaran kepada para murid untuk mengenalan syariat Islam sejak muda.

“Berbekas sekali buat anak-anak,” ujarnya.

Di akhir ritual haji, para peserta diberi bingkisan khusus. Anak-anak membawa pulang oleh-oleh “haji”, seperi air zam-zam, kurma, kacang arab dan kismis.

Pada acara ini, tiap-tiap TK digambarkan seolah-olah mewakili sejumlah negara, misalnya Cina, Turki dan lain-lain. Tiap kelompok memakai simbol bendera masing-masing negara. Tiap “negara” dibimbing oleh seorang guru dari TK Yaa Bunayya.

Menurut Fitri, kegiatan manasik ini bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman kepada generasi Muslim sejak dini.

“Tujuannya untuk mengenalkan anak rukun Islam yang ke-5, serta mengenalkan anak pengorbanan Ibunda Siti Hajar dan putranya, Ismail,” jelas Fitri.

Acara ini diadakan oleh PP Hidayatullah Depok. Sedangkan TK Yaa Bunayya sebagai event organizer (EO-)nya.

Satu kejadian menarik pada acara tersebut. Seorang anak enggan pakai baju ihram. Ketika ditanya seorang guru soal alasannya, jawaban anak itu cukup menggelikan.

“Malu, gak mau pake baju ihrom, keliatan ketek (ketiak)nya,” ujarnya, polos.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Umur Panjang Yang Berkah
Tulisan selanjutnya Zionis Klaim Mursy Lebih Keras Kepada Hamas dari Mubarak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara

Berita
30 Oktober 2026 17:19
‘Israel’ Lancarkan Penggerebekan di Seluruh Tepi Barat, Usir 5.000 Warga Palestina
Patriotik, Gigih, Berempati: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pemuda?
Pejabat Malaysia Sebut Waze Petakan Lokasi Sensitif Negara
Sekolah Pemikiran Islam Raih Penghargaan Muslim Youth Forum 2026

Terbaru

  • Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara
  • Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir
  • Koalisi Pimpinan Arab Saudi Umumkan Tembak Jatuh Drone Houthi di Mekkah
  • Pekerja Pelabuhan di 20 Negara akan Gelar Mogok Kerja Serentak untuk Palestina
  • Tak Sekedar Tontonan, Film Buya Hamka Vol 3 Jadi Tuntunan Antar Generasi
  • Memahami Wahyu dan Kenabian: Fondasi Keyakinan Islam di Tengah Tantangan Pemikiran Barat
  • LPPOM Sebut Penundaan Wajib Halal 2028 Realistis bagi UMK
  • Pengadilan Iraq Penjarakan 7 Warga Prancis Anggota ISIS
  • Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
  • Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?