Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Belajar dari Belanda, Negeri Bekas Penjajah Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Agustus 2015 08:59 8:59 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Agustus 2015 09:50
Bagikan
Amsterdam adalah kawasan transportasi serba lengkap dan multi koneksi
Bagikan

BELANDA (atau Netherlands) adalah negeri dengan seribu pesona di Eropa bagian Barat. Nama Netherlands sendiri bermakna negeri dengan dataran rendah, hal ini dikarenakan hanya sekitar 50 persen dari daratannya yang berada satu meter diatas permukaan laut.

Hampir 17 persen dari total kawasan daratannya dibuat melalui reklamasi dari laut dan danau. Dengan angka 407 orang per km2, Belanda merupakan Negara terpadat penduduknya di Eropa barat.

Kesan pertama yang menghinggapi saya ketika memasuki bandara Schiphol Amsterdam adalah memasuki kawasan transportasi serba lengkap dan multi koneksi. Betapa tidak bandara Schiphol ini terhubung dengan segala kota dengan sistem kereta cepat bawah tanah.

Dengan membeli tiket di Tickets and Service counter Anda dapat berangkat ke seluruh penjuru Belanda bahkan kota-kota di negara-negara tetangga. Koneksi Wireless internet pun langsung dapat anda nikmati ketika hape atau laptop anda nyalakan. Sebuah pelayanan yang cukup penting bagi turis dan orang yang musafir di zaman sekarang. Tidak hanya di bandara, layanan wireless internet ini pun dapat dinikmati didalam kereta ekspress di sepanjang perjalanan anda ke luar kota.

Keluar dari bandara, Anda akan melihat kota Amsterdam yang dipenuhi dengan kanal-kanal air kecil dengan jembatan-jembatan kecilnya. Yang sangat menakjubkan adalah tidak ada satupun sampah berserakan di kanal-kanal air tersebut.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”
Belanda kanal
Kota Amsterdam yang dipenuhi dengan kanal-kanal air kecil dengan jembatan-jembatan kecilnya

 

Sebaliknya, kanal-kanal ini telah menjadi objek wisata paling menarik bagi turis-turis dari luar kota dan luar negeri untuk menaiki kapal-kapal kecil dan menjelajahi kota Amsterdam dari sungai-sungai kecil tersebut.

Konon pula kabarnya, dam-dam atau kanal-kanal (saluran) air yang dibangun di kota Jakarta dahulu (atau Jayakarta, Batavia) adalah hasil karya para arsitek Belanda yang masih bertahan hingga sekarang. Sayang sekali namun, sangat sulit mendapati satu saluran air di Jakarta yang bersih dari sampah dan kotoran yang dibuang warga kota Jakarta. Dalam hal ini, umat Islam seharusnya malu terlebih lagi di dalam ajaran kita disebutkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari Iman.

Namun alangkah sulit melihat sebuah lokasi kecil di ibukota yang bersih dari sampah!

Selain itu, kota Amsterdam dikenal sebagai salah-satu kota yang paling banyak pengguna sepedanya.

Tampak di tengah-tengah kota sekalipun jalur-jalur pesepeda berdampingan dengan jalur-jalur bus kota dan trem (semacam kereta kecil). Para pesepeda dengan mudah menelusuri ibu kota tanpa harus khawatir dengan keselamatan mereka, karena jalur-jalur mereka sudah disediakan dan terdapat kesadaran yang tinggi diantara pengendara kendaraan bermotor untuk memberi kesempatan pada para pesepeda dan pejalan kaki. Penulis sendiri merasakan bagaimana ramahnya pengendara mobil di Belanda yang selalu menyetop mobilnya sebelum zebra cross bila kita hendak melaluinya sebelum mereka melaju ke Bundaran-bundaran tengah kota.

Sebuah tradisi berkendara yang sangat baik yang patut dicontoh oleh tanah air kita. Terlebih lagi bahwa negeri kita memiliki sejarah erat dengan Belanda yang pernah menduduki selama tiga setengah (3 ½) abad lamanya. Sampai saat ini, ibukota masih belum mampu menyediakan transportasi massal yang ramah bagi jutaan pengguna transportasi, pejalan kaki ataupun pesepeda yang lalu lalang setiap harinya!

Pelajaran lainnya dari negeri ‘kompeni’ ini adalah pemerintahnya berhasil menjadikan negara Belanda sebagai salah satu negara pengekspor produk makanan terbesar di dunia setelah Amerika Serikat, padahal tanah hijau yang dimilikinya tentulah tidak sebanding dengan kesuburan tanah Indonesia yang dikatakan ‘bak tanah surga’? Lantas mengapa hingga saat ini Indonesia menjadi pengimpor utama produk-produk makanan dan sayuran dari luar negeri? Kesalahan urus tidak mesti dibiarkan berlarut bukan?*/Ady C. Effendy, Sekretaris Umum Asosiasi Muslim Indonesia di Qatar

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BelandaEropaKebersihankompeniNetherlandspenjajah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PUSHAMI: Lebih Aman Pakai Kaos ‘Palu Arit’ Daripada ‘Laaillahaillallah’, Ada Apa Dengan Negara Ini?
Tulisan selanjutnya Ketua MUI Jatim Desak Pemerintah Serius Hadapi Perkembangan Syiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?