Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Mengunjungi Kota Bawah Tanah di Turki [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Maret 2017 17:09 5:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Maret 2017 17:09
Bagikan
Kota Kuno Derinkuyu
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

 

Derinkuyu adalah nama sebuah kompleks terbesar kota bawah tanah di Cappadocia terdiri dari 18 lantai, sedalam 85 meter. Di dalamnya bahkan ada air segar yang mengalir, ventilasi, tempat tinggal yang disekat-sekat, kamar, sumur, kuburan, gudang senjata, dan rute untuk melarikan diri. Satu kompleks ini dapat digunakan sebagai tempat tinggal bagi 20.000 orang. Untuk siklus udaranya dibuat 52 lubang udara, yang salah satunya mencapai kedalam 55 meter. Beberapa sumur memang sengaja tidak terhubung dengan permukaan, mungkin agar tidak diracuni oleh musuh. Kota ini terhubung dengan kota serupa yang bertebaran di Cappadocia.

Derinkuyu adalah salah satu dari lima kompleks yang saling terkoneksi dengan perkiraan total kapasitasnya dapat mencapai 100.000 orang. Setidaknya lebih dari 200 kota bawah tanah ditemukan, dengan sekitar 40 diantaranya memiliki tiga tingkat. Kota Derinkuyu kota bawah tanah terbaik yang difungsikan sebagai tempat tinggal.

Baca: Ibnu Syamsuddin, Sufi yang Taklukkan Konstantinopel dengan Doa

Dari sini pulalah industri pariwisata modern di Cappadocia mendapatkan banyak inspirasi, sehingga muncul hotel, restoran bawah tanah dan memang benar-benar bawah tanah, karena Anda hanya akan melihat cerobong asapnya saja di permukaan tanah, namun bangunannya ada dalam tanah.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Pemandangan Kota Kuno Derinkuyu di malam hari [Foto: Luthfi Subagyo]
Oleh pemerintah Turki wisata kota bawah tanah ini dibuka untuk umum tahun 1965. Kota ini diyakini saling terhubung, namun dimana dia terhubung, masih misteri sampai saat ini, karena hanya 10 persen dari kota bawah tanah ini yang diperbolehkan dibuka untuk wisata.

Sampai saat ini pemerintah Turki belum melakukan uji karbonat terhadap batu yang ada di dalam gua, sehingga sulit untuk mengungkapkan usia dari kota bawah tanah ini. Secara keseluruhan luas kota kuno bawah tanah yang ada di Cappadocia sangat luas. Hasil scanning geo radiasi menunjukkan luasnya sekitar 65 kali lapangan sepak bola.

Baca: Wasiat Terakhir Al-Fatih

Beberapa ahli geologi di Turki berpendapat bahwa yang membangun kota bawah tanah ini adalah bangsa Hittit. Mereka membangun untuk dijadikan sebagai gudang; karena cap-cap bangsa Hittit ditemukan penduduk setempat saat mereka membangun pondasi rumah mereka, ini diperkuat adanya penemuan kota Hittit kuno Göllü Dagi yang berada 20 km sebelah barat daya Derinkuyu.

Siapa mereka? Bangsa ini berasal bangsa Frigia (Phrygia), yaitu bagian dari bangsa Indo-Eropa kuno, pada abad ke-7 hingga ke-8 SM. Ketika bangsa dan bahasa Frigia punah di zaman Romawi Kuno, mereka digantikan oleh kerabat dekatnya yaitu orang-orang Yunani, para penduduk yang telah beragama Kristen lalu menambahkan gua-gua bawah tanah mereka dengan bangunan kapel dan prasasti berhuruf Yunani.

Setelah wilayah ini jatuh di bawah kekuasaan Utsmaniyah, Kota Kuno Derinkuyu digunakan sebagai lubang perlindungan terhadap penguasa Muslim Turki. Hingga akhir abad ke-20. Kota-kota ini menjadi sepi ketika tahun 1923 dalam peristiwa pertukaran penduduk antara Yunani dan Turki, kompleks bawah tanah tersebut lalu tidak ditempati lagi. Penduduk Kristen dikembalikan ke Yunani.*/Diceritakan Luthfi Subagyo

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:CappadociaCordobaKapel UlarKonstantinopelKota Bawah Tanahkota DerinkuyumarokoMohammad al FatihOttomanperadabanPortugalRomawiSnake ChappelSpanyolTurkiUtsmaniyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Memenangkan Pertarungan dalam Hati
Tulisan selanjutnya Keluarga Pedagang Korban Mercon Dipaksa Mengaku Buat Bom

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Sebelum Desember 2026

Berita
19 Agustus 2026 10:57
Tifatul Sembiring Paparkan Pemenuhan Hak Dasar Warga Negara dan Payung Hukum Isu LGBT
Amerika Serikat Setujui Penjualan Pesawat Pengisi Bahan Bakar Bernilai $4,5 Miliar ke Qatar
Kemenhaj Usulkan BPIH 2027 Sebesar Rp107,34 Juta per Jamaah
Pendiri Raksasa Properti China Evergrande Dibui Seumur Hidup

Terbaru

  • Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
  • MUI Ajak Penulis Dunia Ikut ISSA-Palestine 2026, Jadikan Sastra sebagai Suara Kemanusiaan
  • APCQP Perkuat Kolaborasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik untuk Palestina
  • Iran Eksekusi Pria yang Didakwa Membantu Amerika dan Israel Semasa Protes Anti Rezim
  • MBS akan Mengunjungi Prancis Melihat Peluang Investasi
  • Tifatul Sembiring Paparkan Pemenuhan Hak Dasar Warga Negara dan Payung Hukum Isu LGBT
  • Puluhan Orang Diculik Saat Shalat Jumat di Nigeria
  • Bus Aparat Keamanan Suriah Meledak Dekat Damaskus
  • Iran Desak Qatar Pindahkan Pilotnya ke Rumah Sakit di Darat
  • Cuaca Panas, Singapura Pangkas Khutbah Jumat

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?