Sambungan artikel PERTAMA
Derinkuyu adalah nama sebuah kompleks terbesar kota bawah tanah di Cappadocia terdiri dari 18 lantai, sedalam 85 meter. Di dalamnya bahkan ada air segar yang mengalir, ventilasi, tempat tinggal yang disekat-sekat, kamar, sumur, kuburan, gudang senjata, dan rute untuk melarikan diri. Satu kompleks ini dapat digunakan sebagai tempat tinggal bagi 20.000 orang. Untuk siklus udaranya dibuat 52 lubang udara, yang salah satunya mencapai kedalam 55 meter. Beberapa sumur memang sengaja tidak terhubung dengan permukaan, mungkin agar tidak diracuni oleh musuh. Kota ini terhubung dengan kota serupa yang bertebaran di Cappadocia.
Derinkuyu adalah salah satu dari lima kompleks yang saling terkoneksi dengan perkiraan total kapasitasnya dapat mencapai 100.000 orang. Setidaknya lebih dari 200 kota bawah tanah ditemukan, dengan sekitar 40 diantaranya memiliki tiga tingkat. Kota Derinkuyu kota bawah tanah terbaik yang difungsikan sebagai tempat tinggal.
Baca: Ibnu Syamsuddin, Sufi yang Taklukkan Konstantinopel dengan Doa
Dari sini pulalah industri pariwisata modern di Cappadocia mendapatkan banyak inspirasi, sehingga muncul hotel, restoran bawah tanah dan memang benar-benar bawah tanah, karena Anda hanya akan melihat cerobong asapnya saja di permukaan tanah, namun bangunannya ada dalam tanah.
Sampai saat ini pemerintah Turki belum melakukan uji karbonat terhadap batu yang ada di dalam gua, sehingga sulit untuk mengungkapkan usia dari kota bawah tanah ini. Secara keseluruhan luas kota kuno bawah tanah yang ada di Cappadocia sangat luas. Hasil scanning geo radiasi menunjukkan luasnya sekitar 65 kali lapangan sepak bola.
Baca: Wasiat Terakhir Al-Fatih
Beberapa ahli geologi di Turki berpendapat bahwa yang membangun kota bawah tanah ini adalah bangsa Hittit. Mereka membangun untuk dijadikan sebagai gudang; karena cap-cap bangsa Hittit ditemukan penduduk setempat saat mereka membangun pondasi rumah mereka, ini diperkuat adanya penemuan kota Hittit kuno Göllü Dagi yang berada 20 km sebelah barat daya Derinkuyu.
Siapa mereka? Bangsa ini berasal bangsa Frigia (Phrygia), yaitu bagian dari bangsa Indo-Eropa kuno, pada abad ke-7 hingga ke-8 SM. Ketika bangsa dan bahasa Frigia punah di zaman Romawi Kuno, mereka digantikan oleh kerabat dekatnya yaitu orang-orang Yunani, para penduduk yang telah beragama Kristen lalu menambahkan gua-gua bawah tanah mereka dengan bangunan kapel dan prasasti berhuruf Yunani.
Setelah wilayah ini jatuh di bawah kekuasaan Utsmaniyah, Kota Kuno Derinkuyu digunakan sebagai lubang perlindungan terhadap penguasa Muslim Turki. Hingga akhir abad ke-20. Kota-kota ini menjadi sepi ketika tahun 1923 dalam peristiwa pertukaran penduduk antara Yunani dan Turki, kompleks bawah tanah tersebut lalu tidak ditempati lagi. Penduduk Kristen dikembalikan ke Yunani.*/Diceritakan Luthfi Subagyo