Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Habiskan Waktu 36 Tahun untuk Dapatkan Saluran Air dan Kemakmuran Warga

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 April 2017 14:51 2:51 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 April 2017 14:51
Bagikan
Pada umur 56 tahun, Huang Dafa kembali di Desa Tuanjie, dan kembali memimpin warga desa membuat selokan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kesulitan untuk mendapatkan pasokan air membuat seorang kepala desa di China menghabiskan waktu selama 36 tahun menggali saluran air sepanjang 10 kilometer yang melintasi tiga buah gunung.

Huang Dafa, kepala desa Caowangba yang terletak jauh di daerah pendalaman di pegunungan Provinsi Guizhou memulai usahanya pada 1959 meskipun pada awalnya tindakannya itu dianggap sia-sia oleh penduduk lain.

Dafa melanjutkan upaya terlibat demi menyelesaikan kekurangan air yang dihadapi oleh penduduk desa karena musim kemarau yang sering melanda desa tersebut.

Bahkan wakilnya, Xi Xhou mengingat masalah yang dihadapi penduduk desa saat mereka harus bergantung pada satu-satunya sumur yang ada di desa itu karena semua sumber air lain telah kering.

“Bahkan ada aturan bahwa penduduk tidak bisa mengambil air lebih dari batas yang ditetapkan.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

“Jika demikian, mereka tidak diizinkan bersarapan pagi sebagai denda,” katanya dikutip China Daily Mail.

“Situasi tersebut memotivasi kami untuk berbuat sesuatu yang mustahil.

“Kami memiliki sawah yang membutuhkan sumber air setiap kali musim kemarau atau kami akan kelaparan,” katanya.

Baca:  Kasih Ayah Tiada Tandingan, Merawat Anak Selama 50 Tahun

Ketika itulah, Dafa muncul dengan ide menyalurkan air dari kampung Yebiao yang terletak sekitar 10 kilometer dari kampungnya tetapi dipisahkan dengan tiga daerah pegunungan.

Awalnya, penduduk desa menganggap ide tersebut sebagai mustahil, tetapi Dafa harus melanjutkan usaha tersebut dengan permulaan meyakinkan beberapa pemuda desa untuk mulai menggali.

Ketika itu, Dafa baru berusia 23 tahun dan masih belum bergelar sebagai kepala desa, tetapi dia memimpin tim kecilnya untuk melaksanakan misi mustahil tersebut.

Periode 10 tahun pertama menyaksikan penduduk desa melakukan pekerjaan sia-sia hanya sekedar menggali saluran air sejauh 100 meter menggunakan peralatan kuno, tetapi hasil yang mereka harapkan tidak menjadi.

Upaya Huang Dafa untuk membuat saluran air tidak lagi mendapatkan dukungan warga, namun ia tetap menyimpan impiannya itu di dalam lubuk hatinya,. Pada umur 53 tahun, Huang Dafa dimutasi ke sebuah PLTA. Di sana, ia menggunakan waktu 3 tahun untuk belajar dan mengumpulkan pengetahuan tentang pembuatan saluran air.

Dafa mengambil keputusan untuk mempelajari teknik sistem air selama beberapa tahun di pekan Fengxiang di Zunyi untuk memastikan usaha penduduk desa tidak sia-sia.

Baca:  Kisah Inspiratif Kesabaran Suami Terhadap Isterinya

Pada umur 56 tahun, Huang Dafa kembali di Desa Tuanjie, dan kembali memimpin warga desa membuat selokan.

Demi mengumpulkan dana, ia berupaya meyakinkan para warga desa dari pintu ke pintu, meski sejumlah orang meragukannya, tapi para warga desa yang ingin terlepas dari kemiskinan, sehingga mereka pada akhirnya ikut memberi sumbangan untuk pembangunan proyek tersebut. Pemerintah setempat juga memberikan dukungan besar dalam pendanaan dan teknologi.

Tahun 1995, drainase air sejauh 7,200 meter dan drainase kecil sepanjang 2.200 meter siap sepenuhnya dan air mulai melimpahi desa Caowangba

Pada awal 1990-an, Dafa kembali ke kampungnya dan meminta orang desa untuk mencoba sekali lagi usaha mereka yang terhambat itu.

Usahanya mendapat dukungan penuh warga desa bahkan Dafa mengorbankan seluruh jiwa raganya untuk menjaga kesejahteraan mereka terjamin.

Akhirnya pada 1995, drainase air sejauh 7,200 meter dan drainase kecil sepanjang 2.200 meter siap sepenuhnya dan air mulai melimpahi desa Caowangba.

Baca:  Kisah Muallaf Kenya yang Masuk Islam Setelah Berzina Saat Natal

Bahkan drainase itu juga memberi manfaat kepada tiga desa lain sepanjang jalur dan usaha tersebut dinamakan sebagai Terusan Dafa untuk menghormati pencetus ide usaha bersangkutan.

“Saya bertekad membawa air ke Caowangba. Warga kini memiliki sumber makanan yang banyak.

“Jika kita mampu melakukan sesuatu, maka lanjutkan. Jangan menunggu. Saya mungkin telah membuang waktu berpuluh-puluh tahun tanpa melakukan hal bermanfaat,” kata pria berusia 82 tahun itu.

 

Kini saluran air tersebut menguntungkan 1.200 orang dan meningkatkan produksi beras antara 25.000 sampai 400.000 kg per tahun

.

Dengan adanya air, wajah Desa Tuanjie mengalami perubahan. Tanah yang dulunya tandus menjadi lahan persawahan, para warga desa tak lagi khawatir kekurangan beras.

Banyak warga menjadi kaya dengan bercocok tanam atau pembudidayaan. Anak-anak dapat belajar dengan tenang, desa yang hanya terdiri dari seratus lebih kepala keluarga (KK) itu kini telah melahirkan 30 lebih mahasiswa.

Kini kehidupan warga desa semakin membaik, saluran air yang mengubah nasib mereka itu kemudian dinamakan sebagai Selokan Dafa.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinadrainaseHuang DafaKemakmuran WargaProvinsi GuizhouSaluran Airsumber air
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seorang Faqih Peroleh Ilmu dari Istrinya
Tulisan selanjutnya MUI: Media Islam Harus Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Berita
3 September 2026 15:08
Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?