Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Dakwah di Kepulauan Aru: Transportasi Menjadi Kendala Utama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 September 2021 16:43 4:43 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 September 2021 18:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | WILAYAH Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, membentang sepanjang 185 kilometer dari utara ke selatan dan 90 km dari timur ke barat. Luas seperti itu hampir sama dengan 2 kali luas Pulau Bali.

Namun, jangan bayangkan kabupaten ini seperti Pulau Bali yang semuanya berbentuk daratan. Kabupaten Kepulauan Aru justru lebih banyak lautan. Luas lautan kira-kira 7,6 kali luas daratan. Karena itu, untuk menjangkau semua wilayah Kepulauan Aru, mutlak dibutuhkan kapal atau perahu.

“Tanpa kapal, kami tidak bisa menjangkau seluruh masyarakat Kepulauan Aru,” kata Sulaiman Ismail, Ketua DPW Maluku, kepada Hidayatullah.com saat mengikuti Safari Dakwah di Kepulauan Aru atas undangan PosDai Hidayatullah, Sabtu (25/9/2021).

Padahal, banyak masyarakat Muslim yang tinggal di pulau-pulau tersebut. Sebagai gambaran, di Kepulauan Aru ada 187 pulau, termasuk lima pulau besar, yakni Kola, Wokam, Kobror, Maikoor, dan Trangan. Dari keseluruhan pulau tersebut, 79 di antaranya berpenghuni.

Masyarakat Muslim yang tinggal di pulau-pulau tersebut belum semua tersentuh dakwah. “Banyak di antara mereka yang belum bisa membaca al-Qur’an,” kata Sulaiman.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Ia memberi contoh masyarakat Kampung Jerukin di Pulau Maikoor. Ada 30 KK Muslim di sana, sedang selebihnya, 30 KK lagi, non Muslim. Untuk menjangkau pulau ini diperlukan waktu 4 jam perjalanan dengan kapal kecil dari Dobo.

Beberapa tahun lalu, Sulaiman tinggal dan berdakwah di kampung tersebut. Ketika itu, kata Sulaiman, belum ada yang bisa membaca al-Qur’an. Hafalan pun hanya terbatas surat-surat pendek.

Di kampung tersebut sebetulnya ada masjid sederhana. Namun, tidak pernah dilaksanakan shalat Jumat. Sebab, tak ada yang bisa memimpin shalat Jumat.

Barulah setelah Sulaiman menetap di kampung itu, masyarakat mulai bisa mengaji. Bahkan, sudah bisa shalat Jum’at sendiri.

Ketika Sulaiman pindah tugas ke Dobo, masyarakat Kampung Jerukin merasa kehilangan. Apalagi Sulaiman sendiri jarang menjenguk mereka karena ketiadaan alat transportasi. Sementara bila menyewa kapal kecil dari Dobo ke Jerukin, biayanya besar sekali, yakni Rp 3 juta untuk satu kali perjalanan.

Kapal Dakwah

Sementara itu pada Sabtu (25/9), dai-dai Hidayatullah di Kepulauan Aru telah menerima sebuah kapal dakwah dari beberapa mukhlisin yang peduli dengan dakwah pedalaman di kepulauan Aru. Kapal berukuran 11x 2 meter persegi tersebut diterima oleh Sulaiman selaku Ketua DPW Hidayatullah Maluku, disaksikan sejumlah dai Hidayatullah di Dobo, Kepulauan Aru.

“Alhamdulillah sekarang kami sudah memiliki kapal dakwah,” jelas Sulaiman usai menerima kapal dengan berat 5 ton tersebut.

Jumadil Akhir, dai muda Hidayatullah yang ditugaskan berdakwah di Kepulauan Aru, menjelaskan rencananya untuk mengunjungi beberapa kampung binaan di sejumlah pulau dengan kapal tersebut.

Selain berdakwah dan bersilaturahim, ia juga ingin mengajak sejumlah anak muda Muslim dari beberapa pulau untuk belajar mengaji di pesantren Hidayatullah, Dobo. Setelah mereka mampu membaca al-Quran dengan baik, mereka akan dikembalikan ke kampungnya untuk mengajar ngaji di sana.

Kabupaten Kepulauan Aru adalah salah satu kabupaten dari total 9 kabupaten ditambah 2 kota di Propinsi Maluku. Kabupaten ini terbagi atas 10 kecamatan, 2 kelurahan, dan 80 desa.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dakwah di Pulau AruKisah dan PerjalananMalukuPosDai
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PKI “Bau Amis” Teror Komunis (4): Lubang Pembantaian di Magetan
Tulisan selanjutnya Aljazair Mulai Produksi Jutaan Vaksin Covid-19 Sinovac

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?