Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Menabung dengan Sampah, Mengapa Tidak!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Mei 2011 16:18
Bagikan
Bagikan

/tulisan pertama/

Ide cermelang

Hidayatullah.com–Mengelola sampah dengan konsep bank, bolehlah dibilang ide cermelang. Pencetusnya ya itu tadi, Bambang Suwerda, dosen Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Ide itu, kata Bambang,  muncul pada 2006 saat Bantul dihantam gempa. Pasca gempa sampah tampak berserakan di mana-mana. Sebagai dosen kesehatan lingkungan,  ia gundah melihat pemandanngan seperti itu.  Muncullah niatnya untuk mengelola sampah-sampah itu.

Soal istilah bank, itu karena ia memang sering ke bank. Dari sini ia kemudian berfikir untuk mengadopsi konsep bank. “Bank itu kan sebenarnya sederhana konsepnya. Saya lalu berfikir kenapa sampah tidak dikelola seperti bank,” katanya.

Ide itu lalu dilemparkan kepada orang-orang di sekitar rumahnya, termasuk dengan Ketua RT Bedekan.  Mereka menyambut baik ide terebut. Setelah konsepnya dibuat,  mulailah mereka mensosialisasikan kepada masyarakat.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Awalnya, kata Bambang, sambutan masyarakat adem ayem.  Mungkin, mereka masih asing dengan cara baru mengelola sampah. Setelah satu bulan, barulah perlahan-lahan masyarakat menerima konsep bank sampah. “Sekarang, nasabahnya 255 orang,” tambah Bambang. Tak hanya warga Badegan, melainkan juga warga desa-desa sebelah.

Untuk memudahkan pemilahan sampah,  bank menaruh tiga kantong di rumah-rumah penduduk. Masing-masing untuk sampah kertas dan kardus, plastik dan gabus, dan terakhir untuk botol dan kaleng.

Pemilihan itu perlu, jelas Yuni, karena masing masing jenis sampah punya harga sendiri. Kertas karton, misalnya, dihargai Rp 2.000 per kilogram dan kertas arsip Rp 1.500 per kg. Sedangkan plastik, botol, dan kaleng harganya disesuaikan dengan ukuran.
   
Selain pengumpulan dana, pelaksanaan bank sampah ini juga membuat lingkungan makin bersih, pembakaran sampah oleh warga berkurang, dan tempat pembuangan akhir liar pun berkurang. “Konsep bank sampah ini sudah diterapkan di 15 lokasi di Yogyakarta,” kata Bambang, yang meraih penghargaan Indonesia Berprestasi Award 2009 kategori sosial kemasyarakatan. Dia juga menjadi nominator Kick Andy Heroes 2009 kategori lingkungan.

Beberapa tempat di Jawa Tengah sudah mulai menggunakan konsep bank sampah. Misalnya, di Pekalongan. Bambang telah mensosialisasi konsep bank sampah ini hingga ke Padang. “Saya senang kalau ilmu ini bisa diterapkan di tempat lain,” katanya.

Dibuat Kerajinan

Tak semua sampah dijual. Ada beberapa jenis sampah yang dibuat menjadi kerajinan tangan. Misalnya bungkus diterjen pencuci pakaian. Gemah Ripah pernah menggelar pelatihan membuat kerajinan tangan dari sampah. Salah satu pesertanya adalah Asnarika.

Ibu satu anak yang juga nasabah Gemah Ripah ini kerap membuat tas atau dompet berbahan bungkus kopi. Tas atau dompet itu lalu dititipkan di distro milik Bambang. Di distro itu berbagai hasil kerajinan dari sampah memang dipajang. Ada tas, dompet, tutup kulkas, dan tempat sampah. Harganya berfariasi mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 50 ribu. “Harganya tergantung seberapa banyak bahan yang dipakai dan tingkat kesulitan,” kata Asnarika.*/Bambang S, Suara Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tantangan Terberat Dunia Islam adalah Campur Tangan Asing
Tulisan selanjutnya Pakistan akan Tinjau Kerja Sama dengan AS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?