Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mereka Memilih Berani

Mengkader Dai dari Bawah Pohon dan Musholla

Bambang S
Terakhir diupdate: 3 Februari 2014 20:01 8:01 pm
Bambang S
Dipublikasikan 3 Februari 2014 19:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Untuk menjadi sekolah yang melahirkan kader dai berkualitas diperlukan guru dan sistem kurikulum yang berkualitas. Diharapkan saat mereka lulus sudah memiliki kemampuan untuk berdakwah di tengah masyarakat dan dalam kondisi apapun dengan ilmu Islam yang memadai. Hal ini disampaikan Ustadz Syaefudin, pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur’an Hidayatullah Pulau Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, hari Sabtu (01/02/2014).

Dua hal itulah yang terus diupayakan di pesantren yang berlokasi di Kelurahan Sememal Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun. Menurut Ustadz Syaefudin, pesantrennya mencoba menerapkan sistem Kulliyatul Mu’allimin Islamiyyah (KMI).

“Dengan sistem itu, para murid akan mendapatkan pelajaran agama lebih tinggi daripada tingkat Aliyah,” ujar Ustadz Syaefudin, lulusan Darul Huffadz, Bone, Sulawesi Selatan.

Hanya saja, katanya, untuk para pengajarnya pun setidaknya yang pernah mondok di pondok pesantren yang menerapkan sistem yang sama.

“Alhamdulillah, ada beberapa yang memenuhi kualifikasi, tapi masih belum memadai,” kata Syaefudin yang mulai merintis sekolah ini sejak tahun 2008.  Karena keterbatasan guru itu, aku Syaefudin, dirinya pun masih harus mengajar beberapa mata pelajaran.

Baca Juga

Kisah Dai Pedalaman Membina Iman di Kota Tepian
Membina Iman di Kota Tepian
Jalan Panjang Dai Tempaan Alam
Berpacu melawan Misionaris
Kisah Lulusan Al-Azhar Membina Kader Da’i di Kaki Gunung Penanggungan
Jangan Takut Berdakwah di Wamena

Meski begitu Syaefudin masih bersyukur, karena murid-muridnya tetap bisa belajar. Bahkan, beberapa perlombaan seperti musabaqah tilawatir al-Qur’an, membaca kitab, dan beberapa cabang olahraga berhasil diraih oleh santri-santrinya.

“Alhamdulillah, melalui perlombaan ini, Pesantren Hidayatullah Karimun cukup diperhitungkan di tingkat kabupaten,” aku Syaefudin. Kemampuan membaca kitab bertuliskan arab ini, kata Syaefudin, sebab sejak kelas 2 SMP para santri sudah harus berbahasa Arab di kelas.

Hanya saja, kondisi ini membuat beberapa santri tidak bisa bertahan. “Sebenarnya tidak hanya itu, alasan lainnya juga karena mereka tidak terbiasa dengan kedisiplinan yang ditanamkan. Aktivitas sejak jam 4 pagi hingga malam,” ujar Syaefudin. Tapi, kata pria ramah ini, begitulah sekolah yang berupaya menghasilkan kader dai.

Sekolah yang termasuk non formal ini, terang Syaefudin juga memberikan keterampilan kepada para santrinya, seperti merangkai bunga, komputer, beladiri, peternakan, dan juga perikanan.

“Agar nantinya mereka bisa menyesuaikan dengan kondisi daerah dakwah,” harap Syaefudin yang ingin mendidik kader dai yang mandiri dan siap berkarya.

Menurut Ustadz Jamaluddin Nur, Ketua Pimpinan Wilayah Hidayatullah Kepulauan Riau, Pondok Pesantren Hidayatullah Karimun ini merupakan pengembangan kedua di provinsi Kepri.

“Alhamdulillah, Pesantren Hidayatullah Karimun berkembang cukup baik. Masyarakat juga banyak mendukung,” papar Ustadz Jamal. Namun begitu, harap Ustadz Jamal, para pengurus harus terus memacu dengan menambah sumber daya manusia dan kemampuan para dai.

“Juga bagaimana pondok bisa mengelola sumber daya alam, sumber daya insani, dan sumber daya finansial,” ulasnya.

Bawah Pohon dan Mushola Jadi Tempat Belajar

Pondok Pesantren Hidayatullah Tanjung Balai Karimun berada di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Untuk menuju daerah ini, jika ditempuh dari Pelabuhan Sekupang Batam harus menggunakan kapal Ferry dengan harga tiket Rp 85 ribu.

“Kapal sudah ada sejak jam 6 pagi, dan terakhir sekitar pukul 5 sore,” ujar salah seorang pekerja kapal Ferry.

Menurut Ustadz Syaefudin, pesantren kini tengah berusaha melakukan penambahan fasilitas bangunan lokal belajar. Pasalnya, saat ini hanya tersedia lokal belajar sebanyak 7 kelas.

“Idealnya, untuk menampung seluruh murid, pesantren harus memiliki 10 lokal belajar. Walhasil, santri yang tidak kebagian kelas masih belajar di bawah pohon dan musholla pesantren,” terang Ustadz Syaefudin.

Ia berharap, ada kaum Muslimin dan Muslimat yang dapat membantu pengembangan pesantrennya.*
Dukung dakwah para dai nusantara melalui rekening donasi  Bank Syariah Mandiri  7333-0333-07 a/n:Pos Dai Hidayatullah, BNI, no rek: 0254-5369-72, Bank Muamalat no rek: 0002-5176-07. Ikuti juga program dan kiprah dakwah dai lainnya serta laporan di portal www.posdai.com

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mentalitas Inlander dan Kaki Tangan Internasional
Tulisan selanjutnya Makassar Tuan Rumah Muktamar Muhammadiyah ke-47

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi

Berita
12 Juli 2026 17:17
Jepang Berhasil Meluncurkan dan Mendaratkan Roket Guna Ulang
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mereka Memilih Berani

Kemewahan di Kampung Mualaf Selat Kongki setelah Kehadiran Laznas Ini

13 Juli 2022 08:33
Mereka Memilih Berani

Kisah Dai Diadang Pedang Terhunus Saat Mau Khutbah Jumat

28 Juni 2022 08:00
Mereka Memilih Berani

Ketika Ustadz Hasyim HS Kaget Ditugaskan KH Abdullah Said

21 Mei 2022 15:00
Mereka Memilih Berani

Dakwah Tak Kenal Lelah “Dai Non-Subsidi”

3 Mei 2022 16:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?