Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mereka Memilih Berani

Bagi-bagi Majalah Gratis, Cara Dai di Mahakam Ulu ini “Berbisnis”

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 6 April 2017 18:55 6:55 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 6 April 2017 18:45
Bagikan
Para dai itu berkeliling lokasi pembagian menggunakan sepeda motor trail. Trek yang berlumpur dan penuh kubangan memang cocok dilewati roda dua khusus itu. Bukan sekali dua kali dai-dai itu terjatuh dari sepeda motor saat melintasi jalanan becek tersebut selama ini.
Bagikan

“BANYAK jalan menuju Makkah.” Pepatah ini cocok untuk menggambarkan terobosan dakwah para dai ini. Hanya dalam waktu sekitar 21 hari, 200-an majalah yang mereka edar ke berbagai sudut kabupaten ludes. Berbisniskah mereka?

Ya, tapi bukan keuntungan materi yang dicari, sebab mereka “berbisnis dengan Allah”. Majalah-majalah itu mereka berikan kepada para calon pembaca tanpa dipungut bayaran alias gratis.

Pembagian majalah gratis itu dicetuskan sekelompok anak muda dalam mengarungi dakwah di pedalaman Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur (Kaltim).

Hampir sepanjang Maret kemarin, para dai itu melakukan terobosan dakwah dengan membagi-bagikan ratusan majalah dakwah nasional kepada para kaum Muslimin setempat, terkhusus yang baru masuk Islam (mualaf).

Setidaknya 10 titik yang menjadi sasaran pembagian majalah. Yaitu masjid-masjid di Long Bagun, Ujoh Bilang, Long Melaham, Mamahak Ulu, Danum Paroy, Muara Ratah, Data Bilang, dan Lutan.

Baca Juga

Kisah Dai Pedalaman Membina Iman di Kota Tepian
Membina Iman di Kota Tepian
Jalan Panjang Dai Tempaan Alam
Berpacu melawan Misionaris
Kisah Lulusan Al-Azhar Membina Kader Da’i di Kaki Gunung Penanggungan
Jangan Takut Berdakwah di Wamena

Selain itu, majalah-majalah tersebut dibagikan pula kepada masyarakat di Kampung Mamahak Tebok dan di warung makan Jalan Poros Kabupaten Kutai Barat – Kabupaten Mahulu.

“Rumah makan itu yang banyak orang singgah dan satu-satunya rumah makan yang menghubungkan Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu,” tutur Muhammad Taufik, salah seorang dai penggerak kegiatan pembagian majalah tersebut, kepada hidayatullah.com.

Taufik (tengah peci hitam) bersama warga jamaah Masjid Data Bilang, Mahakam Ulu, usai menerima majalah Suara Hidayatullah gratis, Maret 2017. [Foto: Istimewa/hidayatullah.com]
Kegiatan ini melibatkan 4 orang tenaga dai. Mereka berkeliling lokasi pembagian menggunakan sepeda motor trail. Trek yang berlumpur dan penuh kubangan memang cocok dilewati roda dua khusus itu. Bukan sekali dua kali dai-dai itu terjatuh dari sepeda motor saat melintasi jalanan becek tersebut selama ini.

Majalah-majalah berbagai edisi diperoleh dari sumbangan sebuah agen majalah di Kota Balikpapan. Untuk menghabiskan 200-an majalah itu, keempat dai tersebut memakan waktu selama tiga pekan. Maklum, lokasi sasaran dakwah yang berjauhan dan medan yang tidak ringan menjadi salah satu faktornya.

“Kegiatan mulai tanggal 11 sampai 31 Maret 2017. Alhamdulillah berjalan lancar dan (majalah) ludes terbagi ke 10 masjid (dan lokasi lain),” ujar Taufik.

Baca: Lika-liku Dai di Mahulu

Disambut Baik Masyarakat

Para penerima majalah tersebut, termasuk warga dan tokoh masyarakat, menyambut baik serta mengapresiasi langkah dakwah yang ditempuh dai-dai muda itu.

Pak Suharba, warga Desa Long Melaham, misalnya, menyatakan kekagumannya dengan dakwah ormas Islam tersebut serta media massanya. “Salut dan luar biasa. Katanya majalah (Suara) Hidayatullah mudah dipahami isinya dan enak dibaca, ketika saya silaturahim ke rumahnya malam-malam,” ungkap Taufik.

Begitu pula H Samsudin, tokoh masyarakat Desa Lutan. Ia turut mengapresiasi keberadaan majalah Islam yang pada Mei 2017 mendatang genap berusia 29 tahun tersebut. Pesantren itu turut menjadi sasaran pujiannya. “Militan santrinya,” ungkap Samsudin ditirukan Taufik.

Penyebaran dakwah tentu membutuhkan peran media, termasuk majalah. Prinsip itu selama ini disadari bagi para dai tersebut. Inilah antara lain tujuan pembagian majalah. Masyarakat, khususnya di kawasan yang jauh dari keramaian kota besar itu, diharapkan lebih tersentuh dakwah dan media Islam.

Sekaligus, kata dia, dalam rangka sosialisasi lembaga dakwah tempat mereka berkiprah selama ini, baik secara nasional maupun di Mahulu secara khusus.

Baca: Genap 28 Tahun Majalah “Suara Hidayatullah” Mengemban Misi Dakwah

Dakwah mereka pun disambut tokoh Nahdlatul Ulama (NU) setempat. Yaitu, kata Taufik, Ustadz Wari Sulthon, Ketua NU Kabupaten Mahulu di Desa Long Bagun.

“Kita bareng-bareng dakwah antara Hidayatullah dan NU di Mahulu,” pesan Ustadz Wari seperti ditirukan Taufik.

Terpisah, Farid, kepala agen majalah tersebut di Balikpapan membenarkan program pembagian majalah tersebut melibatkan pihaknya. Ia mengatakan, 200-an majalah itu dikirim langsung dari Balikpapan.

“Dikirim pakai ekspedisi ke Melak. Baru lanjut (ke Mahulu pakai) perahu klotok, bahkan ada yang pakai (sepeda) motor,” jelasnya kepada media ini melalui sambungan telepon, Kamis (06/04/2017).

Taufik dkk selama ini aktif berdakwah di Hidayatullah Mahulu. Pesantren ini terletak di Desa Long Melaham, Long Bagun, Mahulu, akan dikembangkan berdiri di atas tanah 3 hektar pemberian hibah dari Pak Suharba. Pesantren ini berdiri sejak 11 Februari 2016, kata Taufik, seiring pemekaran Mahulu dari kabupaten induk Kutai Barat pada Desember 2012.

Pengurus pesantren di Sekretariat Pendirian Hidayatullah Mahakam Ulu di Mahulu. [Istimewa/hidayatullah.com].
“Desa Long Melaham akan menjadi Ibu Kota Kabupaten Mahulu yang permanen, karena struktur tanah di Desa Long Melaham rata,” ungkap pria asal Kota Balikpapan itu.

Desa Long Melaham, menurutnya, dihuni sebanyak 284 lebih kepala keluarga (KK) dengan warga penganut Islam sekitar 84 KK, terdiri dari 6 RT.

Baca: Setelah 11 Tahun, Muslimin Mahakam Ulu Baru Rasakan Daging Qurban

Bagi para dai ormas tersebut, membagi-bagikan majalah secara gratisan sudah menjadi tradisi mereka dalam “berbisnis dengan Allah”. Sejak dulu kala awal-awal berdirinya ormas tersebut 43 tahun lebih yang lalu.

Berdakwah memang jalan “bisnis”, kata Taufik, alias membantu tegaknya agama Allah.

“Walaupun Allah enggak butuh dibantu tapi kita yang membutuhkan. Dan harapan kita dibayar atau diganjar pahala, surga kelak di akhirat, Aamiin,” ungkap pria 33 tahun ini dalam wawancara jarak jauh dengan hidayatullah.com, Kamis siang.

Selain menyambangi rumah-rumah kaum Muslimin termasuk mualaf, dalam dakwahnya, para dai muda itu turut menjalin silaturahim ke warga non-Muslim.

“(Ini) di rumah orang Nasrani,” sebut Taufik menulis keterangan sebuah foto dirinya tampak sedang berbincang santai dengan seorang pria, di sebuah rumah kayu. Di sampingnya tampak seekor anjing ‘menjaga pintu’ sambil tidur.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bisnis dengan AllahdaiDai Hidayatullahdakwahdakwah di pedalamanHidayatullahjuru dakwahKalimantan TimurMahakam Ulumajalah dakwahmajalah IslamMajalah Suara Hidayatullahmedia dakwahMedia IslamNUormas Islampedalamansyiar Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Buka Rakornas LPPOM MUI, KH Ma’ruf Amin: Sertifikasi Halal untuk Melindungi Umat
Tulisan selanjutnya Ketua Umum MUI: Dakwah Zakir Naik Sangat Ilmiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Mereka Memilih Berani

Kemewahan di Kampung Mualaf Selat Kongki setelah Kehadiran Laznas Ini

13 Juli 2022 08:33
Mereka Memilih Berani

Kisah Dai Diadang Pedang Terhunus Saat Mau Khutbah Jumat

28 Juni 2022 08:00
Mereka Memilih Berani

Ketika Ustadz Hasyim HS Kaget Ditugaskan KH Abdullah Said

21 Mei 2022 15:00
Mereka Memilih Berani

Dakwah Tak Kenal Lelah “Dai Non-Subsidi”

3 Mei 2022 16:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?