Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Cara Warga Jepang Atasi Kesulitan Bencana Tsunami

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 20 Maret 2011 17:28
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Semua terpukau dan salut. Pujian masyarakat internasional tak henti-hentinya menghujani Jepang atas ketabahan dan kegigihan rakyat Negeri Sakura itu. Jepang makin bersinar di tengah gulungan  bencana gempa dan tsunami yang maha dahsyat.

Jepang boleh berada di posisi ketiga disalip China sebagai negara dengan perekonomian terbesar dunia setelah Amerika Serikat. Namun negara yang dipimpin Perdana Menteri Naoto Kan itu menunjukkan diri sebagai contoh negara paling beradab yang dapat memberi inspirasi.

Jepang dilanda gempa 9,0 Skala Richter Jumat  (11/3), disusul tsunami. Mereka juga menyimpan kekhawatiran terpapar radiasi nuklir akibat ledakan empat dari enam reaktor nuklir di PLTN Dai-chi, Prefektur Fukushima. Situasi ini makin bertambah parah dengan suhu dingin dan kelaparan yang menyebabkan ancaman lebih lanjut untuk di kawasan Tohoku di timurlaut Jepang.

Gempa susulan masih sering. Suhu berada di bawah titik beku dan salju semakin menambah penderitaan ratusan ribu pengungsi yang harus berjuang hidup tanpa makanan, air dan tempat berteduh. Meski demikian mereka tetap sopan, jujur dan bertanggung jawab di masa-masa tergelap sekalipun. Kesimpulannya, musibah tidak merusak mental masyarakatnya.

Buktinya, hingga saat ini, kasus-kasus penjarahan dan pencurian yang sering menyertai bencana di seluruh dunia, tidak terlihat di sana. Bahkan mereka masih rela antre jika belanja sembako di supermarket. Menurut pengamatan CSmonitor, sumpah serapah dan umpatan sangat langka didengar.

Baca Juga

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi
Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam
Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’
Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

Semangat Gaman dan Gambaru-lah yang membuat sikap rakyat Jepang memukau dunia. Dua nilai ini sudah dipupuk sejak dini di setiap orang Jepang. Nilai ini memunculkan toleransi, sifat tenggang rasa dan sabar, bahkan saat dilanda tekanan yang luar biasa.

Rouli Esther Pasaribu, WNI yang tinggal di Osaka, sekitar 510 km dari Tokyo, menyatakan, semangat Gambaru (berjuang mati-matian sampai titik darah penghabisan) sangat terasa pada setiap orang Jepang dari segala level masyarakat, baik anak-anak, murid sekolah dasar, hingga perguruan tinggi, bahkan media.

“Saya bersyukur ada di sini (Jepang). Saya ucapkan terima kasih dari dasar hati yang paling dalam  Jepang telah mengajarkan arti dan mental Gambaru bagi saya, seorang Indonesia,” kata Rouli, Senin (14/3) dalam blognya.

Di kampusnya, kata Rouli, setiap kali bimbingan dengan profesor, kata-kata penutup selalu semangat Gambaru: “motto gambattekudasai” (ayo berjuang lebih lagi), “taihen dakedo, isshoni gambarimashoo” (saya tahu ini sulit, tapi ayo berjuang bersama-sama), “motto motto kenkyuu shitekudasai” (ayo bikin penelitian lebih  dan lebih lagi).

Gambaru terdiri dari dua karakter, yaitu karakter “keras” dan “mengencangkan”. Jadi image karakter ini adalah “mau sesusah apapun persoalan yang dihadapi, kita mesti keras dan terus mengencangkan diri sendiri agar kita bisa menang atas persoalan itu”.

Sejak balita semangat gambaru sudah ditanamkan. “Putri saya umur tiga tahun di sekolahnya diminta pakai baju tipis di musim dingin biar nggak manja terhadap cuaca dingin. Di sekolah dilarang pakai kaos kaki karena kalau telapak kaki langsung kena lantai baik untuk kesehatan,” kisah Rouli.

“Sakit-sakit sedikit cuma ingus meler atau demam 37 derajat tidak usah bolos sekolah. Tetap diimbau masuk sekolah dari pagi sampai sore, dengan alasan, anak akan kuat menghadapi penyakit jika ia melawan penyakitnya itu sendiri,” kisah Rouli yang sudah dua tahun tinggal di Jepang.

Apa yang terjadi pascabencana mengerikan ini? Dari hari pertama bencana, di televisi Jepang tidak ada lagu-lagu sedih, anak-anak menangis, dan dompet bencana seperti di televisi Indonesia.

“Di teve ada peringatan pemerintah agar warga tetap waspada.  Imbauan agar warga bahu membahu menghadapi bencana (termasuk permintaan untuk menghemat listrik agar warga di wilayah Tokyo dan Tohoku tidak lama-lama terkena mati lampu),” terang Rouli.

Selain itu, pemerintah juga menyatakan permintaan maaf lewat teve karena terpaksa memadamkan listrik. “Ada tips-tips menghadapi bencana alam, telepon call centre 24 jam, pengiriman tim SAR ke daerah-daerah bencana, potret warga dan pemerintah yang sigap menyelamatkan warga,” papar Rouli.

Yang sangat mengesankan Rouli adalah potret warga yang saling menyemangati. “Ada yang nyari istrinya, belum ketemu-ketemu, mukanya galau banget. Tapi tetap tenang dan nggak emosional. Dia disemangati seorang nenek di tempat pengungsian, “’Gambatte sagasoo! kitto mit-sukaru kara. Akiramenai de (ayo kita berjuang cari istri kamu. Pasti ketemu. Jangan menyerah),” ungkap Rouli.

Tulisan di twitter yang disebarkan pemerintah berisi, “Ini gempa terbesar sepanjang sejarah. Karena itu, kita mesti memberikan usaha dan cinta terbesar untuk dapat melewati bencana ini; Gelap sekali di Sendai, lalu ada satu titik bintang terlihat terang. Itu bintang yang sangat indah. Warga Sendai, lihatlah ke atas.”*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ribuan Orang Pasang Badan Lindungi Qadhafi
Tulisan selanjutnya Gawat, Industri Pornografi Punya Domain Sendiri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Buka Bersama di Dam Square: Tikar Persaudaraan di Jantung Amsterdam

15 Maret 2026 16:19
Feature

South Lakes Islamic Centre Sambut Ramadhan dengan Buka Pintu bagi Jamaah dan Warga Non-Muslim

27 Februari 2026 07:00
Cermin

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta

3 Januari 2026 19:57
Feature

Mas Jazir: Dari Romo Mangun Sampai Masjidil Aqsha (bagian kedua)

26 Desember 2025 17:50
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?