Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Romanus Batseran, Sayangnya…

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 8 Mei 2018 21:35 9:35 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 8 Mei 2018 21:40
Bagikan
Romanus Batseran, napi asal Maluku, di LP Kembangkuning Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah, Kamis (03/05/2018).
Bagikan

PUCUK dicinta ulam pun tiba. Keinginan lama Romanus Batseran akhirnya tercapai juga. Siang itu selepas sembahyang di sebuah gereja, pria 35 tahun ini pergi ke sebuah ruangan di kompleks penjara.

Di kamar “klinik darurat” itu, sejumlah pria lain tengah beraktivitas. Sebagian mengenakan atribut Islamic Medical Service (IMS), lembaga layanan kesehatan milik sebuah ormas Islam berpusat di Jakarta.

Romanus duduk manis saat seorang relawan IMS mengoleskan obat bius lokal, menutupi sebuah tato di punggung kanannya.

Pria yang mengenakan gelang merah bertuliskan “Catholic” dan “…Jesus” itu akan menghapus satu -dari dua- tato yang sudah bertahun-tahun bersemayam di punggungnya. Ia punya alasan kuat melakukannya.

“Saya mau berubah. Saya mau jadi orang baik,” akunya saat ditemui hidayatullah.com dan tim IMS dalam program hapus tato gratis di Lembaga Pemasyarakatan Kembangkuning Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah, Kamis, 3 Mei 2018.

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Keinginan menjadi manusia lebih baik sepertinya bukan omong kosong Romanus. Selain menghapus tato, ia mengaku sudah cukup lama meninggalkan kebiasaan merokok dan menenggak minuman keras (miras).

Sejak lima tahun belakangan ini, kedua kebiasaan tak sehat itu ia tinggalkan, meskipun di tengah lingkungan narapidana yang akrab dengan rokok dan miras. Apa kiatnya?

“Intinya (keinginan) dari hati. Kalau dari hati enggak mau (berubah), enggak bisa berubah,” ungkap pria asal Saumlaki, Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) ini.

Ia mengibaratkan, jika seseorang alergi dengan ikan, maka orang tersebut pasti berhenti makan ikan.

“Sama seperti rokok dan minum (miras). Dia merusak tubuh kita,” ungkapnya mantap sembari menunggu giliran dipanggil untuk dihapus tatonya dengan sinar laser.

Romanus Batseran saat dihapus tatonya oleh relawan IMS di LP Kembangkuning Nusakambangan, Cilacap Jawa Tengah, Kamis (03/05/2018). [Foto: Muh. Abdus Syakur/hidayatullah.com]
Tentu bukan tanpa ujian bagi Romanus mentalak rokok dan miras. Penghuni lapas lainnya bukan tak luput mencibirnya.

“(Saya) pernah diejek: ‘banci aja bisa merokok, kamu manusia utuh enggak bisa merokok’. Saya bilang ‘tidak peduli’ karena ini dari hati,” ungkap pria yang belum menikah dan divonis penjara 17 tahun ini.

Romanus punya prinsip. Hidup ini pilihan, mau baik atau buruk. Ia pun mengaku kini lebih memikirkan masa depan dan orangtuanya.

Itulah salah satu dorongannya memilih menghapus tato. Sebab sudah lama ia ingin menghilangkan rajah-rajah di badannya. Baginya, kehadiran tim IMS dalam program hapus tato yang bekerja sama dengan Majelis Ta’lim Telkomsel (MTT) dan Pertamina UP IV Cilacap itu kesempatan emas.

“Syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena Tuhan sudah memakai saudara dari IMS, MTT, Pertamina (dalam program ini),” ungkapnya.

Diketahui, Romanus dijebloskan ke penjara di zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) karena pengibaran bendera Rakyat Maluku Selatan (RMS) ketika menampilkan tarian Cakalele di depan SBY. Kejadian itu berlangsung di lapangan Merdeka Ambon, 29 Juni 2007. Bendera “Benang Raja” merupakan simbol pro-kemerdekaan RMS yang dilarang.

Sayangnya, meski sudah dipenjara berat, ia masih belum merasa bersalah dan belum insyaf sebagai pelaku subversi.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:LapasNapinarapidanapenjaraRomanus Batserantahanan politiktapolwarga binaan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pendeta Penghina Nabi Divonis 4 Tahun Penjara, Hakim Diapresiasi
Tulisan selanjutnya Konferensi Pers Partai Rasis AfD Ditinggal Para Jurnalis Jerman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?