Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

BRIN: Remaja Indonesia Alami 4 Masalah Serius, Termasuk Rokok Elektrik

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Juni 2025 11:26 11:26 am
Ahmad
Dipublikasikan 24 Juni 2025 11:25
Bagikan
vape covid
Bagikan

Hidayatullah.com— Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap empat perilaku berisiko utama yang mengancam kesehatan remaja Indonesia, berdasarkan hasil Global School-Based Student Health Survey (GSHS) tahun 2023.

Perilaku tersebut mencakup gangguan kesehatan mental, konsumsi tembakau (termasuk rokok elektrik), pola makan tidak sehat, dan aktivitas seksual pranikah. Temuan ini disampaikan dalam webinar Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN pada 17 Juni 2025 lalu.

Survei GSHS merupakan survei global yang diinisiasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memantau perilaku dan faktor risiko kesehatan di kalangan remaja sekolah.

Survei terbaru yang dilaksanakan tahun 2023 melibatkan 10.059 siswa dari 79 sekolah di berbagai wilayah Indonesia, dengan metode two-stage cluster sampling dan tingkat respons sebesar 84,6%.

“Usia remaja adalah masa transisi krusial yang menentukan status kesehatan seseorang seumur hidup. Intervensi di masa ini menjadi investasi penting bagi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Peneliti Ahli Madya BRIN, Tin Afifah, saat memaparkan hasil survei sebagaimana dikutip laman BRIN.

Baca Juga

Tak Mau Angkut Senjata 'Israel', Lufthansa Tetapkan Embargo
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat

Tin menyebut bahwa empat kategori perilaku paling berisiko yang ditemukan dalam GSHS 2023 adalah:

Pertama, kesehatan mental, khususnya pada remaja perempuan, yang menunjukkan kecenderungan lebih tinggi dalam mengalami stres berat hingga berpikir untuk bunuh diri.

Kedua, konsumsi tembakau, termasuk rokok elektrik, dengan tingkat prevalensi lebih tinggi pada siswa laki-laki, namun tren peningkatan justru lebih pesat pada siswa perempuan.

Ketiga,  pola makan tidak sehat, seperti tingginya konsumsi minuman berpemanis dan makanan berlemak, yang berisiko menyebabkan obesitas dan penyakit tidak menular (PTM).

Keempat, perilaku seksual pranikah, yang menunjukkan peningkatan pada kedua jenis kelamin, terutama pada siswa laki-laki yang lebih banyak mengaku pernah melakukan hubungan seksual.

Indonesia Timur Paling Berisiko

Berdasarkan pemetaan wilayah, daerah paling berisiko ditemukan di kawasan timur Indonesia, meliputi Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku. Di kawasan ini, prevalensi konsumsi alkohol dan penggunaan tembakau lebih tinggi dibandingkan wilayah lain.

Selain itu, keterpaparan terhadap narkoba, meskipun persentasenya hanya 1,6%, menunjukkan kecenderungan lebih tinggi pada siswa laki-laki di wilayah tersebut.

“Distribusi geografis menunjukkan bahwa wilayah luar Jawa dan Sumatra cenderung mencatat angka perilaku berisiko yang lebih tinggi dibandingkan Jawa-Bali dan Sumatra,” jelas Tin dalam webinar tersebut.

Selain keempat kategori utama, BRIN juga menyoroti isu kurangnya aktivitas fisik, khususnya pada siswa laki-laki yang cenderung lebih pasif dibandingkan siswa perempuan.

Sementara itu, dalam hal konsumsi alkohol, siswa laki-laki di kawasan timur mencatat angka tertinggi. Untuk aspek penggunaan obat terlarang, siswa laki-laki secara nasional memiliki kecenderungan lebih tinggi dibandingkan perempuan.

Dalam aspek kesehatan mental, Tin menyebut proporsi remaja perempuan yang mengalami tekanan psikologis berat, merasa putus asa, dan berpikir untuk bunuh diri jauh lebih tinggi dibandingkan siswa laki-laki.

Namun secara regional, kondisi kesehatan mental siswa Indonesia masih relatif lebih baik dibandingkan negara tetangga seperti Filipina dan Thailand.

Temuan ini, kata Tin, harus menjadi peringatan dini bagi pembuat kebijakan dan masyarakat pendidikan untuk memperkuat pendidikan kesehatan di sekolah.

Mengingat 96% remaja usia SMP dan 73% usia SMA masih berpartisipasi aktif di sekolah, maka institusi pendidikan dapat menjadi jalur strategis untuk melakukan intervensi perilaku kesehatan.

“Dari hasil GSHS 2023, kita bisa melihat bahwa tantangan kesehatan remaja Indonesia tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari aspek psikis dan sosial. Perilaku berisiko ini harus diatasi sejak dini jika kita ingin menyiapkan generasi emas yang sehat dan tangguh,” pungkasnya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Badan Riset dan Inovasi NasionalBRINgangguan kesehatan mentalkesehatan remajakonsumsi tembakauperilaku berisikopola makanrokok elektrikseks pranikah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Negara Islam Sunni Mesti Belajar Militer ke Iran
Tulisan selanjutnya Australia Deportasi Influencer ‘Israel’, Picu Ketegangan dan Bahaya Publik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman

Berita
30 Agustus 2026 10:13
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah

25 Mei 2026 08:50
Iptekes

Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

22 Mei 2026 15:27
Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?