Survei di Inggris ungkap usia 27 jadi patokan orang tua berharap anak mandiri finansial, namun kekhawatiran biaya hidup dan sulitnya punya rumah membuat target ini diragukan
Hidayatullah.com | SEBUAH survei mengungkap bahwa rata-rata orang tua di Inggris berharap anak mereka sudah mandiri secara finansial pada usia 27 tahun. Namun, banyak yang ragu target tersebut bisa tercapai, mengingat tantangan ekonomi saat ini semakin berat.
Riset yang pernah dilakukan Yorkshire Building Society terhadap 2.000 orang tua dengan anak berusia 5–17 tahun menemukan, usia 27,5 tahun dianggap sebagai titik ideal anak berhenti bergantung pada “bank of mum and dad”.
Meski begitu, sebagian orang tua memprediksi dukungan finansial bisa berlangsung jauh lebih lama.
Sebanyak 5% orang tua memperkirakan anak mereka baru benar-benar mandiri saat mendekati usia 40 tahun. Bahkan, 1% percaya anaknya baru lepas dari bantuan finansial setelah melewati usia 50 — saat para orang tua justru tengah bersiap memasuki masa pensiun.
Selain kemandirian finansial, orang tua juga menaruh harapan besar pada kemampuan anak untuk menabung secara rutin, mengelola utang, hingga memiliki rumah sendiri di usia 30. Sayangnya, setengah dari mereka khawatir kepemilikan rumah akan sulit dicapai generasi berikutnya.
Orang Tua Semakin Cemas dengan Masa Depan Anak
Hasil survei juga mencatat kekhawatiran yang cukup besar:
- 48% orang tua khawatir anak mereka tidak mampu membeli rumah.
- 42% takut soal ketidakpastian pekerjaan.
- 38% cemas gaji anak kelak tak sebanding dengan biaya hidup.
- 34% resah anaknya akan terjerat utang.
“Di balik mimpi indah tentang masa depan anak, ada ketakutan nyata bahwa biaya hidup dan ketidakpastian ekonomi akan membuat jalan mereka jauh lebih sulit dibanding generasi sebelumnya,” ujar Pete Lewis, Senior Savings Manager Yorkshire Building Society.
Uang Saku dan Pendidikan Finansial Sejak Dini
Meski penuh kekhawatiran, mayoritas orang tua sudah berusaha mengenalkan literasi keuangan sejak dini. Sebanyak 78% rutin memberi uang saku dengan rata-rata £10,50 (sekitar Rp210 ribu) per minggu. Tak hanya itu, 65% anak sudah memiliki rekening bank sendiri.
Menariknya, survei juga mencatat bahwa orang tua percaya anak harus mulai belajar mengelola uang sejak usia muda. Sebanyak 23% menyebut usia 8–10 tahun sebagai waktu yang tepat, sementara 20% lainnya ingin pendidikan finansial dimulai bahkan sebelum anak berusia 5 tahun.
Yorkshire Building Society sendiri meluncurkan inisiatif unik berupa sampul buku tabungan edisi terbatas. Anak-anak dapat menggambar atau menuliskan tujuan menabung di atasnya, sekaligus mewarnai ilustrasi tumpukan koin sebagai cara visual memotivasi mereka.
Patokan Usia Mandiri Finansial Versi Orang Tua
- 18–24 tahun: 25%
- 25–30 tahun: 40%
- 31–35 tahun: 13%
- 36–40 tahun: 5%
- 41–45 tahun: 2%
- 46–50 tahun: 1%
- 50 tahun ke atas: 1%
- Tidak yakin: 13%
Dengan biaya hidup terus meroket dan akses ke kepemilikan rumah semakin sulit, tampaknya impian orang tua agar anak mandiri finansial di usia 27 tahun bisa jadi semakin sulit terwujud.*




