Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Menyusui Mendekatkan Hubungan Ibu dan Bayi

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 Mei 2011 10:18 10:18 am
Ahmad
Dipublikasikan 11 Mei 2011 10:18
Bagikan
Bagikan

Hidayatuallah.com–Bayi yang disusui oleh ibunya cenderung kurang memiliki masalah perilaku dibandingkan dengan bayi yang diberi susu formula.

Dengan menyusui, interaksi ibu dan anak dapat terjalin sejak dini secara intensif, berdasarkan hasil penelitian dari Millenium Cohort Study, sebagaimana dikutip dari laman Guardian.

Ditemukan bahwa empat persen bayi yang disusui ibunya punya masalah perilaku di kemudian hari. Sementara 16 persen yang diberi susu formula punya masalah perilaku.

Pertanyaannya, apakah memang menyusui punya dampak jangka panjang dalam perilaku seseorang? Sejumlah penelitian belum konsisten memberi jawaban.

Sejumlah proyek penelitian telah dilakukan Universitas Oxford, Essex dan York, bersama-sama dengan Universitas College London. Mereka sampai kepada kesimpulan mengenai dampak menyusui kepada perilaku anak. Mereka menggunakan data dari Cohort Millenium yang melakukan survei terhadap bayi yang lahir di Inggris selama periode 12 bulan antara tahun 2000 dan 2001.

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

Lebih dari 10.000 pasang ibu dan bayi ambil bagian dalam survei itu. Mereka diwawancarai saat bayi berusia sembilan bulan dengan selang dua-tahunan.

Para peneliti meminta orang tua untuk mengisi kuesioner guna menilai potensi kesulitan perilaku anak-anak mereka. Pertanyaan mencakup masalah-masalah emosional seperti kecemasan, hiperaktif, kegelisahan, dan masalah perilaku seperti berbohong dan mencuri.

Para peneliti menulis di jurnal Archives of Disease in Childhood bahwa mereka tidak peduli dengan kenakalan anak-anak.

“Anak-anak belajar perilaku yang sesuai dari orang-orang di sekitar mereka selama proses pembelajaran. Anak kadang berperilaku tidak tepat misalnya mudah marah atau agresif,” tulis mereka. Perilaku negatif itu bila terjadi berulang kali selama jangka waktu tertentu akan berdampak negatif terhadap perkembangan anak dan mengganggu anak atau kehidupan sehari-hari keluarga mereka.”

Mereka menawarkan dua penjelasan atas temuan mereka. Salah satunya, bahwa Air Susu Ibu (ASI) mengandung sejumlah besar asam lemak esensial, yang dikenal memiliki peran penting dalam pengembangan dan fungsi otak dan sistem saraf pusat.

Dalam dekade terakhir, mereka mencatat, produsen susu formula telah melengkapi produk mereka dengan asam lemak esensial. Mereka juga menulis bahwa, “menyusui mengarah ke lebih banyak interaksi antara ibu dan anak.”

Peter Kinderman, profesor psikologi klinis di Universitas Liverpool, menyebut bahwa “Ada ikatan emosional antara ibu-anak yang berlangsung selama menyusui.”
“Ikatan emosional antara orang tua dirasa dominan bagi pembangunan mental anak di kemudian hari,” katanya.

“Ini adalah bukti pentingnya ASI dan kedekatan antara ibu-bayi, bukan hanya untuk kesehatan fisik tetapi juga untuk perkembangan psikologis anak,” katanya.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hati-Hati Permen karet Berkafein dan Kadaluarsa
Tulisan selanjutnya Haruskah Menolak Khitbah (Pinangan)?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap

Berita
3 September 2026 09:53
Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?