Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

WHO: Flu Burung H7N9 Lebih Berbahaya Dibanding H5N1

Ama Farah
Terakhir diupdate: 24 April 2013 21:48 9:48 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 April 2013 21:48
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Strain atau jenis baru dari virus flu burung yang telah menewaskan 22 orang di China merupakan “salah satu yang paling mematikan” dari virus tersebut dan menular lebih mudah ke manusia dibanding strain sebelumnya yang membunuh ratusan orang di seluruh dunia sejak tahun 2003, kata seorang pejabat tinggi badan kesehatan dunia WHO.

H7N9, strain terbaru dari virus flu burung, telah menginfeksi 108 orang di China sejak pertama kali terdeteksi pada bulan Maret kemarin, menurut temuan WHO yang dirilis Rabu (24/4/2013) lansir Aljazeera.

Meskipun tidak diketahui bagaimana virus itu menulari manusia, namun WHO mengatakan bahwa sejauh ini belum ada bukti yang menunjukkan skenario paling menakutkan, yaitu virus bisa menular dari manusia ke manusia. Saat ini, orang-orang yang terinfeksi diketahui mendapatkan virus itu dari unggas berpenyakit yang disentuhnya.

Tim internasional terdiri dari pakar yang dipimpin WHO dan pemerintah China melakukan penyelidikan selama lima hari di negeri tirai bambu itu. Namun, mereka mengatakan belum bisa menemukan kesimpulan untuk menyatakan bahwa virus itu dapat menular dari manusia ke manusia.

Keiji Fukuda, asisten direktur jenderal WHO untuk urusan keamanan kesehatan mengatakan, “situasinya masih tetap kompleks dan sulit serta masih terus berkembang.”

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Meskipun virus H7N9 saat ini masih menelan korban nyawa sedikit, namun Fukuda menegaskan bahwa virus tersebut lebih berbahaya. Selain lebih mudah menular dari unggas ke manusia ketimbang strain flu burung H5N1, infeksi virus H7N9 ini di kalangan unggas tanda-tandanya lebih sulit dilihat, sehingga semakin sulit untuk melacak dan mencegah penyebarannya, kata Fukuda.

Ho Pak-leung, associate professor di jurusan mikrobiologi di Universitas Hong Kong menulis dalam British Medical Journal bahwa dalam kurun waktu dua bulan setelah pertama kali terdeteksi, H7N9 sudah menginfeksi lebih banyak orang dibanding H5N1 dalam kurun waktu yang sama.

Selain di sekitar Shanghai, tempat kasus infeksi H7N9 pertama dilaporkan, sekarang virus flu burung strain baru itu sudah menyebar ke ibukota Beijing dan lima provinsi lainnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Raih ISO 9001: 2008, Masjid Al-Ikhlash Jatipadang Rasakan Manfaatnya
Tulisan selanjutnya LIPIA akan Buka Cabang Baru di Tiga Kota

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

Berita
21 Juli 2026 08:51
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Fenomena “Ustaz AI”, MUI Serukan Jihad Digital di KUII VIII
Sheikh Hasina Akan Kembali, Sekutunya Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin Mengundurkan Diri
Wantim MUI Serukan Empat Agenda Strategis Umat Menuju Indonesia Emas 2045

Terbaru

  • MUI Siapkan Fatwa ZIS untuk Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Pekerja Rentan
  • Fenomena “Ustaz AI”, MUI Serukan Jihad Digital di KUII VIII
  • MUI Gandeng 16 LAZ, Perkuat Sinergi Program Zakat untuk Pemberdayaan Umat
  • Pakar Hukum Tata Negara UGM Soroti Lemahnya Sistem Peradilan, MUI Didorong Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik
  • MUI dan UI Teken MoU Pengembangan AI dan Data Science di KUII VIII
  • Wantim MUI Serukan Empat Agenda Strategis Umat Menuju Indonesia Emas 2045
  • KUII VIII Bahas Naskah Akademik dan RUU Terkait LGBT, Akan Diserahkan ke Presiden dan DPR
  • Ahmad Muzani: Persatuan Umat Islam Jadi Kunci Menghadapi Tantangan Bangsa
  • Tak Cukup Bermodal Cinta, Keluarga Harus Dibangun di Atas Maqasid Syariah
  • Krisis Identitas Berawal dari Cara Berpikir, Keluarga jadi Benteng Terakhir Peradaban

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?