Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Penelitian: Sedih Berlebihan Berisiko Tinggi pada Kematian

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 April 2016 10:25 10:25 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 April 2016 08:00
Bagikan
Penelitian terbaru menunjukkan, detak jantung menjadi tidak teratur akan dialami seseorang berikut kematian pasangan mereka
Bagikan

Hidayatullah.com—Sesuatu yang lumrah jika kematian pasangan bisa membuat pasangan sedih. Masajalnya, kesedihan bisa menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur, yang juga bisa mengancam nyawa, demikian menurut penelitian terbaru tentang risiko meninggal karena kesedihan yang berlebihan.

Penelitian terbaru menunjukkan, detak jantung menjadi tidak teratur akan dialami seseorang berikut kematian pasangan mereka, terutama jika mereka lebih muda atau orang yang dicintainya meninggal tiba-tiba.

Risiko fibrilasi atrium (AF) atau tidak teraturnya detak jantung dapat menyebabkan stroke dan penyakit jantung–adalah 41 persen lebih tinggi di kalangan orang-orang yang berkabung atas kematian pasangan mereka, dibandingkan dengan orang lain yang sedang tidak berduka, demikian ujar penelitian.

Fibrilasi atrium  biasanya menyebabkan ventrikel berkontraksi lebih cepat dari biasanya dimana dapat menyebabkan tanda dan gejala, palpitasi (perasaan yang kuat dari denyut jantung yang cepat dalam dada), sesak napas atau nyeri dada.

Studi memperkuat penelitian sebelumnya yang telah menyarankan link antara gangguan irama jantung dan gejolak emosi, kata Dr Mark Estes, Direktur Pusat Aritmia Jantung New England di Tufts Medical Center, di Boston.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

“Banyak pasien menggambarkan bahwa fibrilasi atrium mereka semakin buruk pada saat stres emosional,” kata Estes. “Ini benar-benar memvalidasi pengamatan sebelumnya. Itu adalah sesuatu yang kita dengar dari pasien kami sepanjang waktu,” demikian dikutip laman healthday.com, Rabu (06/04/2016).

Orang-orang yang kehilangan pasangan mereka tidak hanya pada risiko yang lebih besar terhadap pengaruh irama jantung yang abnormal, tetapi risiko  lain yang mungkin berkontribusi terhadap gangguan, kata para peneliti.

Risiko tertinggi adalah pada hari ke-8 sampai hari ke-14 setelah kematian, yang kemudian menurun secara bertahap.

“Setahun setelah kematian pasangan, risiko hampir sama dengan seperti mereka yang melewati waktu berkabung,” menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Online, Open Heart.

Kebanyakan penelitian berfokus pada menjelaskan fenomena golongan yang berisiko meninggal dunia tidak lama setelah kematian pasangan mereka. Beberapa penelitian menunjukkan pasangan yang bersedih berisiko tinggi untuk meninggal dunia tidak lama setelah itu, terutama karena sakit jantung dan stroke, tetapi mekanisme tidak jelas.

Dr Suzanne Steinbaum, Direktur Kesehatan Jantung Wanita di Lenox Hill Hospital di New York City, mengatakan bahwa penelitian menunjukkan mengapa orang yang pernah mengalami kematian yang tragis dalam kehidupan mereka membutuhkan dukungan dari teman-teman dan keluarga.

“Kami menggunakan frase ‘patah hati’ seolah itu ucapan sehari-hari, tapi ada kenyataan itu,” kata Steinbaum. “Yang paling penting adalah memiliki sistem pendukung, terutama dalam hal tiba-tiba, kematian tak terduga. Ini sangat penting bahwa orang mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan,” ujarnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:detak jantungfibrilasi atriumKematiansedihStroke
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sudah 1899 Bocah Palestina Ditangkap Selama 6 Bulan Intifadah al-Quds
Tulisan selanjutnya Praktisi Media ASEAN Sepakat Bentuk Kantor Berita

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?