Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Kemenkes: Terompet Berpotensi Menularkan Penyakit Difteri

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 29 Desember 2017 18:08 6:08 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 29 Desember 2017 18:08
Bagikan
[Ilustrasi] Terompet tahun baru.
Bagikan

Hidayatullah.com– Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, terompet berpotensi menularkan penyakit difteri. Penyakit ini dikatakan dapat ditularkan melalui percikan ludah bahkan hembusan napas.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes, dr Elizabeth Jane Soepradi, mengatakan, dalam hal ini penularan difteri tersebut melalui perantara.

“(Yaitu) percikan ludah (peniup terompet),” ujar Jane di Bangka kepada hidayatullah.com melalui sambungan telepon, Jumat (29/12/2017) siang.

Baca: ‘Pemurtadan Terselubung’ di Balik Terompet Tahun Baru?

Penularan difteri berpotensi terjadi jika satu terompet ditiup lebih dari satu peniup, kata Jane.

“Itu jelas, misalnya, kita di bagian yang ditiup itu kalau kita tukar-tukar (me)niupnya, satu terompet ditiup beberapa orang, misalnya, itu, kan, menularkan,” terangnya.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Lebih jauh, Jane menjelaskan, sebenarnya difteri bisa menular tanpa harus lewat terompet. Difteri kata dia gampang menular bahkan lewat napas.

“Penularan difteri itu enggak perlu bantuan terompet kok, dia dengan mudah menular. Kita buka mulut saja, enggak usah niup, enggak usah apa kita sudah nular. Kita (ber)napas aja dia keluar lewat rongga hidung. Enggak perlu bantuan terompet. Bahwa kemudian dengan meniup terompet menjadi lebih mudah, itu kan harus diteliti donk,” menurutnya.

Baca: Sambut Tahun Baru Masehi atau Sambut Ridho Allah?

Ia mengatakan, penambahan kasus difteri saat ini mengalami penurunan. Jumlah kasusnya saat ini 910 total se-Indonesia sejak bulan Januari 2017. Kalau dilihat penambahan kasusnya, sampai dengan tanggal 21 Desember 2017, di atas 10 kasus per hari.

“Sedangkan mulai tanggal 22 (Desember) sampai sekarang, penambahannya tuh sedikit, di bawah 5 (kasus). Tiga kasus, empat kasus, hariannya seperti itu. Jadi, kan, jauh menurun,” terangnya.

Pada pergantian tahun Masehi, meniup terompet menjadi salah satu tradisi di sebagian besar wilayah di dunia.

Diketahui, difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium Diphteriae. Bakteri ini pada manusia umumnya menyerang saluran napas atas, menyebabkan gejala antara lain demam dan sakit tenggorokan.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:difteriDirektur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkesdr Elizabeth Jane SoepradiimunisasikemenkesKementerian KesehatanKesehatanmeniup terompetpenularan difteripenularan penyakittahun baruTerompetterompet tahun baru
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kasus Arya Wedakarna, TA-FPUAS: Semua Saksi Sudah Diperiksa
Tulisan selanjutnya Lebih 200 Ribu Wanita Prancis Alami Pelecehan di Bus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?