Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Riset: Hamster Dapat Menularkan Covid-19 ke Manusia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Februari 2022 15:35 3:35 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Februari 2022 15:35
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Hewan peliharaan hamster dapat menularkan Covid-19 ke manusia dan kemungkinan mereka menjadi sumber wabah varian Delta baru-baru ini di Hong Kong, demikian data riset menunjukkan.

Penelitian tersebut menegaskan kekhawatiran bahwa toko hewan peliharaan adalah sumber wabah Covid baru-baru ini di kota bisnis itu, yang mana sedikitnya 50 terjangkit dan mendorong pemerintah setempat untuk membantai lebih dari 2.200 hamster.

Namun demikian, ahli virologi menekankan bahwa meskipun perdagangan hewan peliharaan dapat menjadi jalur penyebaran virus, hamster yang ada (yang sudah dipelihara sekian lama) kemungkinan tidak akan menimbulkan ancaman bagi pemiliknya dan tidak boleh dilukai.

Banyak hewan yang rentan tertular Covid dari manusia, tetapi hingga saat ini, hanya satu – yaitu cerpelai – yang terbukti mampu menularkannya ke arah yang berlawanan.

Hamster sangat rentan terhadap virus – hamster jenis dwarf Roborovski bahkan bisa mati apabila terjangkit Covid-19 – sehingga hewan itu kerap dipakai sebagai model untuk mempelajari penyakit baru ini.

Baca Juga

Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru
Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

Kekhawatiran bahwa hamster kemungkinan dapat menularkan Covid-19 ke manusia muncul pertama kali ketika seorang pekerja berusia 23 tahun di toko hewan peliharaan Little Boss di Hong Kong dinyatakan positif Covid pada 15 Januari. Pemuda itu dinyatakan terjangkit varian Delta, dan merupakan orang pertama di Hong Kong yang terdeteksi terjangkit Delta kurun lebih dari tiga bulan. Seorang wanita yang mengunjungi toko hewan tersebut juga kemudian diketahui tertular, dan sejumlah anggota keluarganya beberapa hari setelah itu.

Menanggapi kasus itu, pejabat kesehatan masyarakat mengambil sampel swab ratusan hewan pengerat di toko hewan peliharaan itu dan di gudang yang memasoknya. Materi genetik virus atau antibodi terdeteksi pada 15 dari 28 hamster Suriah, tetapi tidak ada pada hamster kerdil, tikus, marmut, kelinci, atau chinchilla yang dites. Tak satu pun dari hamster yang positif tersebut menampakkan gejala yang jelas.

Setelah coronavirus terdeteksi pada hamster, Prof Leo Poon, seorang ahli virologi di University of Hong Kong, dan rekan-rekannya melakukan penelusuran lebih lanjut lewat viral genome sequencing, yang mengungkapkan bahwa semua hamster itu terinfeksi varian Delta, dan bahwa virus mereka terkait erat. Sifat mutasi yang terkandung dalam sampel-sampel virus tersebut menunjukkan bahwa penularan telah berlangsung selama beberapa waktu, kemungkinan sejak pertengahan November. Hamster-hamster tersebut diimpor dari pemasok di Belanda pada bulan Desember 2021 dan Januari 2022.

Sementara itu, analisis sampel dari pekerja toko hewan peliharaan dan pelanggan yang terinfeksi menunjukkan bahwa virus mereka terkait erat dengan virus yang menjangkiti hamster-hamster tersebut, tetapi kedua otang tersebut sepertinya tidak saling menukarkan virus.

Studi tersebut, yang belum mendapatkan tinjauan sejawat, merupakan yang pertama yang memberikan “bukti meyakinkan” bahwa hamster dapat tertular Covid-19 dalam kondisi kehidupan sebenarnya (bukan di laboratorium) dan mereka dapat menularkan virus itu ke manusia serta hamster lain.

“Hasil penelitian genetik dan epidemiologis sangat menunjukkan bahwa ada dua [peristiwa] penularan hamster-ke-manusia yang independen, dan bahwa peristiwa semacam itu dapat menyebabkan penularan berkelanjutan pada manusia,” kata Poon. “Impor hamster yang terinfeksi adalah sumber (jalur) infeksi virus yang paling mungkin (dalam kasus ini).”

Hal yang mengejutkan adalah virus masih bisa menular di kalangan sesama manusia setelah virus itu memperbanyak diri di tubuh hamster, kata Poon kepada jurnal ilmiah Nature seperti dilansir The Guardian Rabu (9/2/022).

Meskipun hasil penelitian itu menunjukkan bahwa rute perdagangan global hewan peliharaan memiliki andil dalam penyebaran virus, tetapi orang-orang lebih mungkin tertular virus dari sesama mereka dan bukan dari hewan yang mereka pelihara, imbuhnya.

Hasil penelitian itu “menyoroti perlunya kesadaran, pengawasan dan kebijakan karantina dan pengendalian yang tepat untuk perdagangan hewan peliharaan”, tegas Poon.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronaviruscovid-19hamsterHong Kongpenelitian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya haji metaverse Soal Haji Metaverse, MUI Tegaskan Harus Hadir Fisik
Tulisan selanjutnya al-qur'an braille Pameran Buku Internasional Kairo: Al-Azhar Mesir Uji Coba Al-Qur’an Braille

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Kesehatan

Studi: Setiap Batang Rokok Merampas 20 Menit Kehidupan Perokok

5 Januari 2025 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?