Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Ketika Lisan Menyelisi Hati

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Mei 2023 09:21 9:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Mei 2023 10:20
Bagikan
Bagikan

Fenomena penjual agama di akhir zaman ini sudah nampak, bahkan secara terang benderang, banyak lisan sudah menyelisihi hati

Hidayatullah.com | DI AKHIR ZAMAN akan didapati suatu fenomena di mana lisan orang-orang akan menyelisih hatinya sendiri. Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ  bersabda,

يَخْرُجُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ رِجَالٌ يَخْتِلُوْنَ الدُّنْيَا بِالدِّينِ يَلْبَسُوْنَ لِلنَّاسِ جُلُوْدَ الضَّأْنِ مِنَ اللِّينِ، أَلْسِنَتُهُمْ أَحْلَى مِنَ السُّكَّرِ، وَقُلُوْبُهُمْ قُلُوْبُ الذِّئَابِ، يَقُوْلُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَبِي يَغْتَرُّوْنَ، أَمْ عَلَيَّ يَجْتَرِئُوْنَ؟ فَبِي حَلَفْتُ لَأَبْعَثَنَّ عَلَى أُولَئِكَ مِنْهُمْ فِتْنَةً تَدَعُ الحَلِيْمَ مِنْهُمْ حَيْرَانًا

“Akan keluar di akhir zaman nanti beberapa orang yang mencari dunia dengan amalan din, mereka mengenakan pakaian di tengah-tengah manusia dengan kulit kambing yang lembut, lisan mereka lebih manis dari pada gula, tetapi hati mereka adalah hati srigala. Allah Azza wa Jalla berfirman, “Apakah terhadap-Ku mereka berani menipu ataukah mereka berani melawan Aku? Maka dengan Kebesaran-Ku, Aku bersumpah, Aku benar-benar akan mengirim kepada mereka fitnah yang mengakibatkan ulama yang teguh hati pun menjadi bingung.”  (HR .At-Tirmidzi, Kitab Az-Zuhd, no. 2515).

Hadits ini, jika ditinjau dari semua jalan periwayatannya maka termasuk hadits dha‘if (lemah), akan tetapi masing-masing darinya menguatkan yang lain. At-Tirmidzi menetapkan bahwa hadits Ibnu Umar  itu berderajat hasan.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam

Al-Mundziri menukilkan penetapan hasan oleh At-Tirmidzi ini dan mengakui kebenarannya. Oleh karena itulah kedudukan hadits-hadits ini adalah hasan li ghairihi atau dha‘if yang dikuatkan.

Bersegeralah dalam beramal sebelum datangnya fitnah akhir zaman

Rasulullah ﷺ menggambarkan bahwa fitnah akhir zaman itu bagai sepotong malam yang gelap. Seperti bila kita berada di tengah hutan pada waktu malam, tanpa lampu penerang, tanpa rembulan dan bintang, bahkan sekedar cahaya kunang-kunang.

Kegelapan yang membuat seseorang bahkan tidak mampu untuk melihat tangannya sendiri, apalagi benda-benda di sekitarnya. 

Kondisi hidup yang semacam ini sangat berpotensi untuk menggelincirkan siapapun. Efek fatal fitnah yang gelap gulita ini dapat membuat seseorang yang di pagi hari masih beriman namun di sore hari menjadi kafir.

Atau di sore hari beriman namun pada pagi harinya kafir. Karenanya Rasulullah  ﷺ memerintahkan agar seorang hamba tidak menunda kebaikan dan amal shalih yang dapat dikerjakannya:

“Bersegeralah kalian melakukan amal shalih sebelum datangnya berbagai fitnah yang seperti potongan-potongan malam yang gelap gulita. Pada waktu pagi seorang masih beriman, tetapi di sore hari sudah menjadi kafir; dan pada waktu sore hari seseorang masih beriman, kemudian di pagi harinya sudah menjadi kafir. Dia menjual agamanya dengan sekeping dunia.”  (HR. Muslim no. 169, Tirmidzi no. 2121, dan Ahmad no. 7687).

Fenomena penjual agama di akhir zaman ini sudah nampak, bahkan secara terang benderang.

Nubuwat  tentang  keharusan untuk bersegera beramal shalih mengisyaratkan tentang datangnya masa di mana manusia akan dengan sangat mudah menjual agamanya dengan dunia.

Fenomena ulama su’ adalah gambaran yang paling mewakili kondisi di atas. Iming-iming harta, tahta, wanita dan popularitas dunia telah banyak menggelincirkan para ulama su’.

Di antara mereka ada yang berkedok sebagai ilmuan atau cendekiawan muslim, padahal sejatinya adalah para pengasong agama yang profesinya sebagai “tukang permak ayat dan hadits” sesuai tuntutan dan selera tuan besarnya.

Ada juga yang awalnya da’i atau mubaligh yang proses kemunculannya melalui semacam audisi atau ajang pencarian bakat.  Mereka tiba-tiba tenar karena skenario opera pemilik industri media.

Niat berdakwah sudah bergeser. Perannya di masyarakat bukan lagi sebagai pembimbing  umat, namun sudah selevel dengan para selebritis papan atas; penghibur dan menjadi tontonan yang mengasyikkan, yang setiap kali manggung ada tawar-menawar tarif.

Pada momen tertentu menjadi ladang yang menggiurkan. Da’i-da’i selebritis ini melihat peluang yang besar untuk meraup keuntungan. Sebab, saat semacam itu media televisi memang berlomba untuk menaikkan rating iklannya dengan acara-acara hiburan yang berbau spiritual dan mereka mendadak menjadi tokoh utama.

Namun ada juga yang memang dari awal sudah didesain oleh suatu kelompok atau lembaga tertentu agar tokoh tersebut menjadi mascot produknya. Dengan bekal gelar doktor, profesor atau pakar ahli, para tokoh itu dengan sangat mudah untuk melegalkan yang haram dan mengharamkan yang halal.

Mereka menebar fitnah, memusuhi pembela syariah dan tiada henti menyesatkan manusia dari jalan Allah Azza wa Jalla setelah pekerjaan pokoknya.Tentu saja dengan imbalan dan bayaran yang sangat menggiurkan. Bahkan para ulama yang jujur pun akan dibuatnya bingung.

Dr. Al-Mubayyadh mengomentari hadits di atas; “Hadits ini menunjukkan sekelompok manusia yang menampakkan dirinya sebagai ahli ibadah, zuhud, dan lembut tutur katanya serta menyenangkan. Padahal mereka ini pada hakikatnya pencari dunia. Dunia adalah cita-cita terbesar mereka atau menjadi sesembahan mereka yang pertama.”

Keadaan lahiriah mereka berlawanan dengan kondisi bathiniyah mereka. Lisan mereka menyelisih hati mereka sendiri.

Mereka mencari dunia dengan mengerjakan amalan akhirat. Kelompok manusia seperti inilah yang menjadi penyebab fitnah di masyarakat.

Fitnah apalagi yang lebih besar daripada orang-orang yang tampak sebagai ahli ibadah secara lahiriah, atau tampak sebagai pencari akhirat dalam pandangan orang, tetapi mereka sebenarnya adalah penyembah dunia?

Arahan yang benar (menurut mereka) macam apakah yang akan didapatkan masyarakat umum dari orang-orang seperti ini?

Hadits ini juga mengisyaratkan bahwa adanya kelompok manusia berhati “srigala berbulu domba” ini di tengah masyarakat merupakan sebab utama terjatuhnya masyarakat ke dalam fitnah yang menyesatkan.

Saking gelap dan dahsyatnya fitnah itu sehingga menjadikan orang yang paling pantas mengetahui kebenaran pun menjadi bingung dalam mengurusi urusannya.

Jika para ulama dan orang-orang jujur saja dibuat bingung menghadapi fenomena srperti itu, lalu bagaimana dengan kita yang awam?

Semoga Allah Azza wa Jalla  mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah, senantiasa menghindari fitnah akhir zaman, lisan kita tidak menyelisihi hati kita untuk meraih ridha-Nya.Aamiin Ya Rabb. Wallahua’lam bishawab.*/ Bagya Agung Prabowo, dosen hukum di UII

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Akhir zamanfitnah akhir zamanhatiHeadlinelisanPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Teknologi AI akan Menggantikan 80 Persen Pekerjaan Manusia
Tulisan selanjutnya Berpura-pura Jadi Muslimah, Seorang Perempuan Yahudi Ditembak Mati Tentara Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Berita
15 Oktober 2026 16:32
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi

29 September 2026 08:30
Kajian

Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah

15 September 2026 13:13
Kajian

Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat

22 Agustus 2026 11:43
Kajian

Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol

22 Agustus 2026 10:58
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?