Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Hakikat Hidup Zuhud

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 November 2023 11:37 11:37 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 November 2023 11:50
Bagikan
Bagikan

Zuhud itu menenangkan kalbu dan badan, sebagian ulama meninggalkan keharaman,dan meninggalkan segala perkara yang menyibukkan dari upaya mengingat Allah SWT

Hidayatullah.com | SETIAP Muslim sejatinya berlaku zuhud di dunia yang fana ini. Begitu pentingnya zuhud, Imam al-Hasan al-Bahsri sering menasihati Khalifah Umar bin Abdul Aziz agar selalu hidup zuhud.

Berkata Imam al-Bashri: “Zuhud itu menenangkan kalbu dan badan. Sungguh, Allah SWT pasti menanyai kita tentang perkara halal yang kita nikmati. Lalu bagaimana dengan perkara haram yang kita nikmati?” (Abu Bakr al-Baihaqi, Kitâb az-Zuhd al-Kabîr, 1/68).

Persoalannya, apa itu zuhud?

Imam Hanbali  menjawab,  “Zuhud itu ada tiga jenis. Pertama: Meninggalkan keharaman. Ini adalah zuhud orang awam. Kedua: Meninggalkan perkara mubah/halal yang tak bermanfaat. Ini adalah zuhud orang istimewa. Ketiga: Meninggalkan segala perkara yang menyibukkan dari upaya mengingat Allah SWT. Ini adalah zuhud orang arif (yang makrifat kepada Allah SWT, pen.).” (Madârik as-Sâlikîn, II/14).

Baca Juga

Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
Khutbah Jumat: Tauhid, Fondasi Peradaban yang Tak Pernah Runtuh
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

Lalu bagaimana supaya kita bisa hidup zuhud? Dalam hal ini Imam al-Hasan al-Bahsri memberi kita nasihat; “Siapa saja yang mengenal hakikat Allah SWT akan mencintai-Nya. Siapa saja yang mengenal hakikat dunia akan zuhud terhadapnya.” (Ibn Qudamah al-Maqdisi, Mukhtashar Minhâj al-Qâshidîn, 1/339).

Yang pasti, zuhud bukan berarti menjauhi dunia atau hidup miskin. Kata Sufyan ats-Tsauri, “Zuhud itu bukan berarti harus makan makanan yang keras (tidak enak), bukan pula memakai pakaian dari kain kasar. Namun, zuhud itu adalah membatasi angan-angan dan sungguh-sungguh dalam menanti datangnya kematian (dengan banyak beramal).” (Sîrah Sufyân ats-Tsawrî).

Alhasil, boleh saja orang kaya, namun kekayaannya tidak menjadikan dirinya cinta dunia. Dia justru menjadikan harta kekayaannya sebagai sarana untuk terus mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT.

Dia memanfatkan harta kekayaannya untuk beribadah kepada Allah SWT, berinfak di jalan-Nya, bersedekah membantu fakir-miskin, berwakaf demi kepentingan Islam dan kaum Muslim, dsb. Sebab, kata Imam Ali kw., “Zuhud itu adalah Anda lebih percaya dengan apa yang ada di sisi Allah daripada apa yang ada di tanganmu sendiri.”

Karena yakin bahwa balasan yang ada di sisi  Allah SWT lebih baik, Abu ad-Dahdah tak segan-segan mewakafkan kebun miliknya yang ditumbuhi 900 pohon kurma (yang tentu bisa menghasilkan uang miliaran rupiah pertahun, pen.)—kepada Rasulullah ﷺ . (HR Abu Ya’la dan ath-Thabrani). Bagaimana dengan kita?.*/ Arief B. Iskandar, Ma’had Wakaf Darun Nahdhah al-Islamiyah Bogor

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hakekat zuhudHeadlinehidup zuhudPilihan Redaksizuhud
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pickup Toyota Hilux “Merusak Lingkungan” Iklannya Dilarang di Inggris
Tulisan selanjutnya Kapal Israel Central Park Kapal ‘Israel’ Dibajak Lagi, Kali ini di Teluk Aden

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan

13 Juni 2026 04:49
Kajian

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

26 Mei 2026 09:00
Kajian

Rahasia Hari Arafah yang Dibenci Iblis: Inilah 10 Keutamaannya

26 Mei 2026 08:30
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?