Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Berhimpun dalam Barisan Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Juni 2024 11:34 11:34 am
Ahmad
Dipublikasikan 14 Juni 2024 13:00
Bagikan
Barisan Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Bagikan

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma ‘ruf, mencegah dari yang munkar. mendirikan shalat, menunaikan zakat, dam mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS at-Taubah: 71)

Hidayatullah.com – AYAT di atas memberikan isyarat jelas bahwa salah satu tugas utama kaum Muslimin —apapun posisi, jabatan, kedudukan, dan keahlian mereka— adalah melakukan kegiatan amar ma’ruf nahi munkar (berdakwah) dalam pengertian luas. Allah SWT berfirman, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru pada kebajikan, menyuruh pada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS: Ali ‘Imran: 104)

Rasulullah ﷺ menegaskan, “Sungguh kamu sekalian hendaknya menyuruh kepada kebaikan dan mencegah pada keburukan. Jika tidak demikian, Allah SWT akan menjadikan orang-orang yang mengendalikan kamu (para penguasa) adalah orang-orang jahat. Kemudian orang-orang baik di antara kamu (tetapi diam dan tidak berdakwah) berdoa kepada Allah, akan tetapi doanya tidak dikabulkan Allah SWT.” (HR Muslim)

Amar ma’ruf nahi munkar bukanlah sebatas perkataan dan pernyataan saja. Tetapi lebih dari itu, harus dengan tindakan, perbuatan, dan contoh-contoh konkret dalam realitas kehidupan. Lebih diutamakan bila dibarengi dengan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Tentu, hal tersebut merupakan salah satu kunci utama keberhasilan pelaksanaan tugas amar ma’ruf nahi munkar. Kemandekan dan kebuntuan, bahkan degradasi yang menghancurkan bangsa dan negara saat ini hendaknya menjadi salah satu prioritas utama untuk dipecahkan dalam kegiatan dakwah. Dalam bidang muamalah, hal tersebut merupakan sebuah keniscayaan yang harus dilakukan dengan penuh kesungguhan.

Konsep-konsep alternatif untuk memecahkan masalah bangsa, yang bersumberkan nilai-nilai ilahiyah harus dilakukan. Sebab, kita yakin bahwa hanya dengan nilai-nilai tersebutlah, rnasalah bangsa dan negara bisa dipecahkan. Namun, jika landasan pemecahan tersebut bertentangan dengan nilai-nilai ilahiyah, yang terjadi adalah kehancuran yang makin parah, kesemrawutan kehidupan yang kian merajalela dan pertentangan yang menjadi-jadi. “Dan barangsiapa yang berpaling dari ketentuan-Ku (ajaran-Ku), maka sesungguhnya baginya kehidupan sempit (semraut dan acak-acakan), dan Kami akan mengumpulkannya kelak kemudian hari dalam keadaan buta tidak bisa meliha.” (QS: Thaha:124)

Baca Juga

Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
Khutbah Jumat: Tauhid, Fondasi Peradaban yang Tak Pernah Runtuh
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

Keberhasilan melahirkan konsep altematif dan mengimplementasikannya di tengah-tengah kehidupan mungkin terjadi bila dilaksanakan dalam tatanan kebersamaan dan berjamaah. Dalam barisan rapi dan teratur sinergi, taawwun, dan koordinasi antar berbagai elemen umat yang dilandasi sikap saling menghargai dan saling membutuhkan merupakan sebuah kebutuhan. Rahmat dan pertolongan Allah yang sangat kita butuhkan hanya turun jika al-Wala (tolong-menolong) terjadi antara sesama orang-orang beriman Sebaliknya jika yang terjadi adalah pertentangan. perseturuan, dan saling berbantahan antara komponen umat hanya ingin mendapatkan materi dan kedudukan sesaat, maka kehancuranlah yang akan dirasakan oleh kaum Muslimin.

Konsep-konsep alternatif aplikatlf tidak mungkin bisa diwujudkan apalagi direalisasikan dikarenakan terkurasnya energi dan kekuatan untuk menghadapi pertentangan tersebut. “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya (dan janganlah kamu berbantah-hantahan yang menyebabkan karnu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhriya Allah beserla orang-orang yang sabar,” (QS al-Anfaal: 46).

Karena itu membangun sinergi dan taawwun antar sesama kaum Muslimin merupakan hal yang sangat mendesak untuk segera direalisasikan, demi terwujudnya aplikasi konsep-konsep altematif tersebut.

Amar ma’ruf nahi munkar dalam tatanan yang rapi dapat dimungkinkan bila didukung kepemimpinan yang solid atas dasar takwa kepada Allah SWT. Untuk itu, salah satu bentuk implementasi sikap dan perilaku orang beriman dalam konteks masalah kita terkini adalah memilih pemimpin dan partai yang berpihak pada dakwah dan pembangunan masyarakat.

Dengan kata lain, pemimpin kaum Muslimin adalah orang yang memiliki intgritas keislaman yang tinggi dan tidak pernah bertentangan dengan umat Islam sendiri, apalagi memusuhi kegiatan amar ma’ruf nahi munkar. “Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagi kamu dan mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS Ali ‘Imran: 118)

Pemilu lima April 2004 yang akan diteruskan dengan pemilihan presiden secara langsung oleh rakyat, sebaiknya menjadi peluang dan kesempatan strategis bagi kaum Muslimin demi meningkatkan kegiatan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Untuk itu, pilihlah partai dan pimpinan yang berpihak pada kepentingan umat. Jika tidak, kita khawatir kerusakan masyarakat dan bangsa, akan semakin parah dan berat Semoga Allah senantiasa memberikan keteguhan kepada kita sekalian. Amin.*/ Prof Dr. Didin Hafidhuddin, MSc, dimuat Sabili, 11 Apr 2004

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Qur’anamar ma'ruf nahi munkardakwahhadits
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sholat Jumat di Masjid Al-Aqsha Palestina Shalat Jumat, Minimal 40 Orang?
Tulisan selanjutnya Makna Ipar adalah Maut menurut Islam Ipar Adalah Maut, Apa Maknanya?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan

13 Juni 2026 04:49
Kajian

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

26 Mei 2026 09:00
Kajian

Rahasia Hari Arafah yang Dibenci Iblis: Inilah 10 Keutamaannya

26 Mei 2026 08:30
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?