Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Mewaspadai Karakter “Firaun” dalam Diri

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Oktober 2015 09:08 9:08 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Oktober 2015 10:00
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

SECARA historis, kata ‘Firaun’ merupakan gelar bagi penguasa Mesir di era Nabi Musa. Namun, secara hakikat, Firaun ini bisa juga menjelma menjadi suatu sifat yang jika tidak diwaspadai bisa merasuk kedalam diri siapapun, terutama para pemegang kebijakan alias penguasa, tidak terkecuali penguasa dalam skala kecil, yakni kepala rumah tangga atau bahkan siapa pun yang membiarkan kesombongan bersarang dalam hati.

Oleh karena itu, memahami Al-Qur’an dengan senantiasa mentadabburinya merupakan satu hal pokok yang setiap Muslim mesti memprioritaskannya.

أَسۡبَٰبَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ فَأَطَّلِعَ إِلَىٰٓ إِلَٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّي لَأَظُنُّهُۥ كَٰذِبٗاۚ وَكَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِفِرۡعَوۡنَ سُوٓءُ عَمَلِهِۦ وَصُدَّ عَنِ ٱلسَّبِيلِۚ وَمَا كَيۡدُ فِرۡعَوۡنَ إِلَّا فِي تَبَابٖ ٣٧

“Demikianlah dijadikan Firaun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir’aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian.” (QS. Mukmin [40]: 37).

Di antara keburukan perilaku Firaun adalah kegemarannya menyiksa orang lemah.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

فَأۡتِيَاهُ فَقُولَآ إِنَّا رَسُولَا رَبِّكَ فَأَرۡسِلۡ مَعَنَا بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ وَلَا تُعَذِّبۡهُمۡۖ قَدۡ جِئۡنَٰكَ بِ‍َٔايَةٖ مِّن رَّبِّكَۖ وَٱلسَّلَٰمُ عَلَىٰ مَنِ ٱتَّبَعَ ٱلۡهُدَىٰٓ ٤٧

“Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka.” (QS. Thahaa [20]: 47).

وَقَالَ ٱلۡمَلَأُ مِن قَوۡمِ فِرۡعَوۡنَ أَتَذَرُ مُوسَىٰ وَقَوۡمَهُۥ لِيُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَيَذَرَكَ وَءَالِهَتَكَۚ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبۡنَآءَهُمۡ وَنَسۡتَحۡيِۦ نِسَآءَهُمۡ وَإِنَّا فَوۡقَهُمۡ قَٰهِرُونَ ١٢٧

Firaun bahkan melakukan tindakan tidak manusiawi secara membabi buta. “Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka; dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka.” (QS. Al-A’raaf [7]: 127).

Andaikata Firaun ini hidup di abad modern, maka bukan saja dia telah melanggar Hak Azasi Manusia, tetapi dia juga telah menjadi manusia biadab. Bagaimana mungkin bayi pun mesti dihukum mati hanya karena bayi itu keturunan Bani Israil.

Ayat ini menggambarkan kepada umat Islam bahwa Firaun itu orangnya ringan berbuat jahat. Dan, parahnya ia menganggap kejahatannya itu sebagai kebaikan dan keindahan yang tentu saja diyakininya benar.

Dalam konteks lebih spesifik, kisah ini seakan memberikan peringatan secara tidak langsung, jangan sampai seorang Muslim memiliki sifat seperti ini, yakni memandang baik keburukan atau kesalahan yang dilakukan.

“Ah, gapapa ambil saja, toh cuman 100 juta. Dari miliaran rupiah itu, 100 juta gak ada apa-apanya,” demikian mungkin mereka yang pada awalnya terseret pada praktik korupsi, hingga pada akhirnya dianggaplah korupsi itu tidak apa-apa asal tidak banyak.

Dalam konteks kaum remaja, keburukan yang dipandang baik di antaranya adalah menjustifikasi dirinya tetap baik, meski tidak bisa lepas dari praktik pacaran yang secara hukum jelas haramnya.

“Ah…gakpapa pacaran, toh aku kan cuman jalan berdua saja, gak pernah pegang-pegang atau macam-macam. Lagian aku tau kok batasannya.” Argumen tersebut membuat seorang remaja terus saja berpacaran.

Na’udzubillahi min dzalik, kita mesti berusaha mawas diri dari sifat diri yang seperti itu. Memandang baik, aman dan pantas apa yang dalam pandangan Allah itu tidak main-main dosanya.

Kemudian, sifat Firaun berikutnya adalah gemar membuat tipu daya. Kejahatan atau keburukan yang dipandang indah di atas sebenarnya terjadi karena kebiasaannya suka membuat tipu daya.

إِنَّ فِرۡعَوۡنَ عَلَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَجَعَلَ أَهۡلَهَا شِيَعٗا يَسۡتَضۡعِفُ طَآئِفَةٗ مِّنۡهُمۡ يُذَبِّحُ أَبۡنَآءَهُمۡ وَيَسۡتَحۡيِۦ نِسَآءَهُمۡۚ إِنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلۡمُفۡسِدِينَ ٤

“Sesungguhnya Firaun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Firaun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash [28]: 4).

Dalam keseharian, kita mesti mawas diri, jangan sampai menjadi sosok manusia yang memandang remeh orang lain, sehingga terseret pada kesombongan dan kesewenang-wenangan.

Kemudian, pastikan bahwa keberadaan kita dalam keluarga, kantor (tempat bekerja), dan masyarakat bahkan pemerintahan adalah sebagai pemersatu, bukan pemecah belah, pengadu domba dan pengompor suasana (provokator kerusakan), sehingga menimbulkan gejolak sosial dan perpecahan yang bisa menelan korban.

Dari sini dapat kita pahami dengan mudah, hikmah diperintahkannya umat Islam untuk saling berkasih sayang, mencintai sesama laksana mencintai diri sendiri dan tidak membiarkan siappaun hidup dalam kelaparan.

Lantas, bagaimana jika kebanyakan orang berbuat jahat dan suka membuat tipu daya yang menyebabkan kerugian hidup kita?

Biarkan saja. Toh Allah pasti akan mengawasi dan membalas tipu daya mereka. Seperti yang Allah tegaskan;

وَإِذۡ يَمۡكُرُ بِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِيُثۡبِتُوكَ أَوۡ يَقۡتُلُوكَ أَوۡ يُخۡرِجُوكَۚ وَيَمۡكُرُونَ وَيَمۡكُرُ ٱللَّهُۖ وَٱللَّهُ خَيۡرُ ٱلۡمَٰكِرِينَ ٣٠

“Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (QS. Al-Anfal [8]: 30).

La haula wala quwwata illa billah, maka jangan sekali-kali terbesit dalam hati untuk melakukan intrik (tipu daya). Karena pada akhirnya, semua intrik hanya membuat diri seseorang sibuk untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya hanya mengantarkan dirinya pada kerugian dan kehinaan.

فَأَرَادُواْ بِهِۦ كَيۡدٗا فَجَعَلۡنَٰهُمُ ٱلۡأَسۡفَلِينَ ٩٨

“Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya, maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.” (QS. Ash-Shaffat [37]: 98).

Oleh karena itu, mari benahi diri, buang sifat iri-dengki. Kalau memang ada orang lebih baik dalam suatu bidang dan kita merasa kalah, jangan membenci orang tersebut. Belajar kepadanya jauh akan membuat kita terhormat. Karena kelebihan orang itu didapat dengan usahanya yang konsisten dan sabar. Jadi, lebih baik cek diri sendiri apakah sudah konsisten dan sabar?

Jika diamanahi sebagai penguasa, maka jangan main marketing tanpa bukti. Lebih baik bersikap sebagaimana mestinya dalam memimpin, seperti mensejahterakan rakyat, mencerdaksan mereka dan memudahkan akses kesehatan mereka.

Insha Allah tanpa harus sikut sana sikut sini, tuduh sana tuduh sini, rakyat akan memilih kembali dengan suka hati. Dengan demikian untuk apa menjadi manusia yang hidup di zaman modern, tapi perilaku kayak Firaun di zaman baheula, yang pada akhirnya lihai membuat intrik tapi tidak mampu membuat karya bermanfaat bagi rakyat.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:firaunmentalmoderntipu daya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Serangan Bom Molotov terhadap Bus dan Pangkalan Tentara Israel
Tulisan selanjutnya ‘Aisyah, Wanita Yang Diberkahi dan Al-Ifkul Akbar [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Rusia Kirim Kembali Pekerjanya ke Pembangkit Nuklir Bushehr Iran
Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
Amerika Serikat Longgarkan Ekspor Item Militer, Chip AI dan Satelit Komersial ke UEA
Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer

Terbaru

  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?