Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Inilah Menejemen Rasulullah Menyambut Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Juni 2015 09:34 9:34 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Juni 2015 06:15
Bagikan
Bagikan

Oleh: Nofriyanto al-Minangkbawy

Sebelum membahas tentang bagaimana manajemen Ramadhan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam, perlu kiranya sedikit menyinggung tentang definisi manajemen terlebih dahulu.

Goerge R. Terry, mendefinisikan manajemen sebagai, “…sebuah proses yang khas dan terdiri dari tindakan-tindakan seperti perencanaan, pengorganisasian, pengaktifan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumbersumber lainnya”. (Basu Swasta DH, Asas-asas Manajemen Modern).

Manajemen bisa dikatakan sebagai kumpulan usaha yang dilakukan demi tercapainya tujuan. Berangkat dari pengertian di atas, manajemen Ramadhan adalah segala usaha menjadikan Ramadhan sebagai bulan penuh rahmat, ampunan dan keselamatan.

Demi meraih tujuan tersebut, maka momentum yang penuh berkah ini perlu dijadikan sebagai momentum Training Manajemen Syahwat, dan sekaligus menjadi Training Manajemen Ibadah. Inilah yang dilakukan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Oleh karena itu,  demi tercapainya tujuan tersebut mengetahui manajemen Ramadhan Rasulullah menjadi suatu keharusan.

Demi memperoleh gambaran utuh dan mendetail dari manajamen Ramadhan Rasulullah, setidaknya ada empat  situasi yang perlu kita perhatikan.

Pertama, sebelum memasuki Ramadhan

Para Salafus shalih selalu merindukan kedatangan Ramadhan. Untaian doa selalu terucap dari lisan-lisan mereka agar diberi kesempatan menemui Ramadhan sejak enam bulan sebelum Ramadhan tiba.

Contohnya, Imam Malik setelah pengajiannya sering menyarankan para murid dan sahabatnya untuk mempelajari bagaimana para sahabat memenej kehidupan ini, termasuk hal-hal yang terkait dengan Ramadhan mereka. Meskipun tidak mendapatkan kesempatan untuk hidup bersama para Sahabat, namun nya mampu meneladani mereka melalui sejarah hidup mereka.

Ma’la Bin Fadhal berkata: “Dulu Sahabat Rasulullah berdoa kepada Allah sejak enam bulan sebelum masuk Ramadhan agar Allah sampaikan umur mereka ke bulan yang penuh berkah itu. Kemudian selama enam bulan sejak Ramadhan berlalu, mereka berdoa agar Allah terima semua amal ibadah mereka di bulan itu. Di antara doa mereka ialah : Yaa Allah, sampaikan aku ke Ramadhan dalam keadaan selamat. Yaa Allah, selamatkan aku saat Ramadhan dan selamatkan amal ibadahku di dalamnya sehingga menjadi amal yang diterima.” (HR. at Thabrani: 2/1226).

Melihat kepada sikap dan doa yang mereka lakukan, terlihat jelas bagi kita bahwa para sahabat dan generasi setelahnya sangat merindukan kedatangan Ramadhan. Mereka sangat berharap dapat berjumpa dengan Ramadhan demi mendapatkan semua janji dan tawaran Allah dan Rasul-Nya dengan berbagai keistimewaan yang tidak terdapat di bulan-bulan lain.

Hal tersebut menunjukkan bahwa para sahabat dan generasi setelahnya betul-betul memahami dan yakin  akan keistimewaan dan janji Allah dan Rasul-Nya yang amat luar biasa seperti rahmah (kasih sayang), maghfirah (ampunan) dan keselamatan dari api neraka. Inilah yang diungkapkan Imam Nawawi, “Celakalah kaum Ramadhaniyyin. Mereka tidak mengenal Allah kecuali di bulan Ramadhan.”

Sesungguhnya Rasulullah, sahabat dan generasi setelahnya mengenal Allah sejak jauh-jauh hari sebelum Ramadhan dan di bulan Ramadhan pengenalan mereka kepada Allah lebih bertingkat.

Kedua, saat memasuki Ramadhan

Ketika terbitnya hilal di ufuk pertanda Ramadhan tiba, Rasul dan para sahabat menyambutnya dengan suka cita sembari membacakan doa seperti yang diceritakan Ibnu Umar dalam hadits berikut :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا رَأَى الْهِلاَلَ قَالَ : اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَم وَالتَّوْفِيقِ لِمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى ، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ

“Dari Ibnu Umar dia berkata : Bila Rasul melihat hilal dia berkata : Allah Maha Besar. Ya Allah, jadikanlah hilal ini bagi kami membawa keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman dan taufik kepada yang dicintai Robb kami dan diridhai-Nya. Robb kami dan Robbmu (hilal) adalah Allah.” (HR. Addaromi).

Itulah gambaran nyata dari Rasul  dan para sahabat ketika meyambut kedatangan bulan penuh berkah ini. Bukan dengan hiruk pikuk yang penuh kebisingan dan tabdzir dengan pawai disertai pesta kembang api atau petasan di jalanan sambil keliling kota atau desa memukul beduk dan sebagainya.

Namun, Rasulullah dan para sahabat menyambutnya dengan keyakinan, dan perasaan rindu yang mendalam  akan kebesaran Ramadhan. Dengan harapan, jika amal ibadah Ramadhan dijalankan dengan ikhlas dan khusyu’, mereka akan meraih rahmat, ampunan dan terbebas dari api neraka. Ketiga nikmat itu tidak akan ternilai harganya bagi mereka dibandingkan dengan dunia dan seisinya.

Ketiga, setelah memasuki Ramadhan

Setelah memasuki awal Ramadhan hingga akhir, Rasulullah dan para sahabat meningkatkan ketaqwaan untuk menahan diri dari berbagai syahwat dan perbuatan yang dapat merusak kesempurnaan puasa. Mereka menutup setiap celah syahwat dengan “mengetuk” setiap pintu kebajikan. Seperti syahwat anggota tubuh atau menyakiti orang lain dan semacamnya. Semuanya dilakukan sejak terbit fajar sampai tenggelam matahari.

Rasulullah dan para sahabat menghidupkan siang dan malam dengan berbagai amal ibadah. Seperti bersedekah, shalat taraweh, berzikir, membaca dan tadabbur Al-Qur’an dan berbagai ibadah lainnya. (Bahkan, ibunda Aisyah pernah berkata bahwa Rasulullah adalah orang yang paling dermawan dan lebih dermawan lagi ketika di bulan Ramadhan.(Muhammad ad-tirmidzi: 164). Artinya, selama Ramadhan Rasulullah dan para sahabat benar-benar menfokuskan diri bertaqorrub kepada Allah melalu training manajemen syahwat dan sekaligus training manajemen ibadah. Dua hal inilah yang mesti dimiliki oleh setiap hamba yang ingin mendapat ridha Allah di dunia dan bertemu dengan-Nya di syurga.

Keempat, ketika memasuki sepertiga akhir Ramadhan

Ketika memasuki sepertiga akhir Ramadhan, akan kita temukan sesuatu yang sangat berbeda pada diri Rasulullah  dengan mayoritas Muslim hari ini. Rasulullah mengencangkan tali ikat pinggangnya pertanda bertambahnya kesungguhan nya untuk beribadah dan menghidupkan malam-malamnya dan  membangunkan keluarganya untuk shalat dan berdzikir agar tidak kehilangan keberkahan yang melimpah ruah pada malam-malam tersebut. danNya menghabiskan waktu tersebut terkhusus untuk beri’tikaf di masijid. (Muttafaq ‘alaihi)

Adapun masyarakat Muslim dewasa ini mayoritas menghabiskan waktu mereka di pasar atau pusat perbelanjaan. Artinya, Rasulullah dan para sahabat lebih giat dalam beribadah di sepertiga akhir Ramadhan, sedangkan mayoritas umat Muslim menghabiskan waktu dan kekayaannya demi kepentingan dunia semata.

Demikianlah gambaran dari manajemen Ramadhan Rasulullah dan para sahabat untuk meraih tujuan puasa Ramadhan yang hakiki.

Dengan semakin dekatnya Ramadhan, semoga kita bisa mempersiapkan diri. Semoga dengan gambaran tersebut kita dapat memenej Ramadhan sebagaimana mereka memenejnya demi meraih tujuan puasa Ramadhan yang hakiki.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bulan RamadhanMenuju RamadhanMenyambut RamadhanPuasaQiyamul LailRamadhanrasulullahSahabattraining Ramadhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Oknum Anggota AU – Kopassus Bertikai, Anggota DPR Ingatkan Doktrin Tri Dharma
Tulisan selanjutnya Mari Meraih Husnul Khatimah (1)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?