Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Belajar Amanah Dakwah pada Delivery Bisnis Modern [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Februari 2017 14:30 2:30 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Februari 2017 14:30
Bagikan
Bagikan

ZAMAN dimana kita berada saat ini adalah zaman modern yang mungkin bisa diistilahkan dengan zaman serba ada dan serba cepat.

Beragam produk baik makanan, peralatan ataupun jasa tersedia online dan real-time bahkan sedekat jengkal jarak kita dengan telepon genggam atau telepon rumah. Tinggal pesan dan pesanan akan dideliver ke alamat kita sesuai spesifikasi dan keinginan.

Hampir tidak ada seorangpun diantara kita yang belum pernah memesan online atau via telpon untuk sesuatu yang ingin dikonsumsinya baik sesuatu sesederhana pizza, gadget, atau perangkat keras komputer. Yang menakjubkan lagi hampir bisa dipastikan bahwa pesanan kita disampaikan tepat waktu dan sesuai keinginan terutama jikalau pihak yang kita pesankan itu adalah pemilik brand atau merek terpercaya.

Semakin top, lama dan eksis sebuah brand semakin amanah-lah penjual itu dalam pengiriman, menyampaikan atau delivery  produknya. Sebaliknya semakin tidak andal (reliable) sebuah brand atau penjual maka semakin kurang amanah sehingga berkurang pula tingkat trust konsumen pembeli akan level delivery  brand bersangkutan bahkan tidak mungkin brand-nya pupus dari peredaran.

Baca: Alu Syaikh: “Dunia Butuh Pemimpin Amanah”

Delivery  (baca: pemenuhan) terhadap amanah kurang lebih mirip bagaikan delivery  produk-produk konsumen diatas. Namun tentu delivery  amanah dakwah tidaklah sesepele makan siang atau barang konsumtif lainnya. Akan tetapi sayangnya amanah yang begitu besar tanggung jawabnya ini seringkali dilalaikan oleh insan manusia.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Allah Subhanahu Wata’ala berfirman:

إِنَّاعَرَضْنَاالْأَمَانَةَعَلَىالسَّمَاوَاتِوَالْأَرْضِوَالْجِبَالِفَأَبَيْنَأَنْيَحْمِلْنَهَاوَأَشْفَقْنَمِنْهَاوَحَمَلَهَاالْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُكَانَظَلُومًاجَهُولًا

 “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zhalim dan amat bodoh.” (Q.S. al Ahzab/33 ayat 72)

Tafsir Tabari (Juz 20 hal 336) menerangkan makna amanah adalah ketaatan, faraidh (kewajiban-kewajiban fardhu) yang diwajibkan Allah Subhanahu Wata’ala atas manusia. Tafsir Al-Sa’di Juz 1 hal 673 menerangkan bahwa amanah adalah mengikuti perintah-perintah Allah dan menjauhi hal-hal yang haram baik senang dan susah, tersembunyi atau terang-terangan.

Makna amanah yang dibahas dalam kesempatan kali ini adalah amanah dalam hal dakwah yang lebih luas dari amanah yang dimaksud dalam ayat mulia diatas.

Ensiklopedi online Duror Sunniyah menjelaskan makna kata ‘amanah’ sendiri secara bahasa adalah lawan kata dari khianat, akar katanya dari amn yakni tentramnya hati dan hilangnya ketakutan. Kata amanah adalah mashdar dari kata أمِنَ dengan kasrah pelakunya disebut amiin (orang yang dipercaya). Secara istilah, amanah adalah segala hak yang wajib engkau penuhi dan jaga. (sumber: Duror Sunniyah link: http://dorar.net/enc/akhlaq/108)

Dari makna istilahi yang termuat dalam ensiklopedi ini kita memahami bahwa kata amanah memiliki makna yang luas tidak hanya kewajiban individu melainkan juga segala perkara dimana kita dipercayakan untuk melaksanakannya.

Dua hadis yang dikutip berikut ini memuat makna amanah dalam artian yang lebih luas ini diantaranya:

Pertama, Dari Imam Ahmad ra. yang meriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَدِّالأَمَانَةَإِلَىمَنِائْـتَمَنَكَ،وَلاَتَخُنْمَنْخَانَكَ

“Tunaikanlah amanah kepada orang yang engkau dipercaya (untuk menunaikan amanah kepadanya), dan jangan khianati orang yang telah mengkhianatimu.”.(HR. Musnad Imam Ahmad Juz 2 halaman 150)

Baca: Ingat Amanah, Ingatlah Allah

Kedua, Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah bersabda ketika ditanya tentang hari kiamat, kutipan hadits selengkapnya sebagai berikut:

بَيْنَمَاالنَّـبِيُّصَلَّىاللهُعَلَيْهِوَسَلَّمَفِيمَجْلِسٍيُحَدِّثُالقَوْمَ،جَاءَهُأَعْرَابِيٌّ،فَقَالَ: مَتَىالسَّاعَةُ؟فَمَضَىرَسُوْلُاللهِصَلَّىاللهُعَلَيْهِوَسَلَّمَيُحَدِّثُ،فَقَالَبَعْضُالقَوْمِ: سَمِعَمَاقَالَفَكَرِهَمَاقَالَ،وَقَالَبَعْضُهُمْ: بَلْلَمْيَسْمَعْ،حَتَّىإِذَاقَضَىحَدِيْـثَهُ،قَالَ: أَيْنَ -أُرَاهُ- السَّائِلُعَنِالسَّاعَةِ؟،قَالَ: هَاأَنَايَارَسُوْلَاللهِ،قَالَ: فَإِذَاضُـيِّعَتِالأَمَانَـةُ،فَانْـتَظِرِالسَّاعَةَ،قَالَ: كَيْفَإِضَاعَتُهَا؟قَالَ: إِذَاوُسِّدَالأَمْرُإِلَىغَيْرِأَهْلِهِ،فَانْـتَظِرِالسَّاعَةَ .

Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berada dalam sebuah majelis (dan) berbicara dengan sekelompok orang, datanglah kepadanya seorang sahabat (dari sebuah perkampungan) dan berkata, “Kapankah hari kiamat?”. Namun Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tetap melanjutkan pembicaraannya, maka sebagian orang ada yang berkata, “Ia (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ) mendengar ucapannya, namun ia tidak menyukainya”. Dan sebagian yang lain berkata: “Bahkan beliau tidak mendengarnya,” hingga akhirnya Rasulullah selesai dari pembicaraannya, dan beliau pun bersabda, “Mana orang yang (tadi) bertanya?” Orang itu berkata,”Inilah saya, wahai Rasulullah.” Rasulullah bersabda,”Apabila amanah telah disia-siakan, maka tunggulah hari kiamat!” Orang itu kembali bertanya,”Bagaimanakah menyia-nyiakan amanah itu?” Rasulullah bersabda,”Apabila suatu perkara diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah hari kiamat!.” (HR. Imam Bukhori, No/Hal 59)

Untuk hadits kedua diatas, Imam Al-Aini dalam Umdatul Qori menerangkan tentang jawaban Rasulullah saw bahwa kata idzaa (dalam fa idzaa dhuyyi’atil amanah) mengandung makna syarat oleh karenanya terdapat kata fa’ (maka) di kalimat selanjutnya (fantazhiris sa’ah) (Umdatul Qori, Juz 2 Hal 6) Dari sini dapat dipahami bahwa bahwa Hari Kiamat tidak akan tiba kecuali bila amanah telah tersia-siakan.

Kemudian orang Badui tersebut bertanya kembali ”Bagaimanakah menyia-nyiakan amanah itu?” Dan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallammenjawab bahwa “Ketika suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya” yakni maksudnya (menurut Imam al-Aini) adalah urusan-urusan yang terkait dengan agama seperti khilafah, kesultanan, kepemimpinan, kehakiman, fatwa dan lain sebagainya. Al-Kirmani menjelaskan bahwa menyerahkan urusan, yakni peletakan jabatan-jabatan (manashib) kepada orang yang tidak berhak (ghoir mustahiqqiiha) seperti menyerahkan kekuasaan kehakiman kepada orang yang tidak alim dalam hukum sebagaimana zaman kita ini.*/Ady C. Effendy,  penulis ‘To Be Successful Muslim Youth’..(BERSAMBUNG)

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amanahAmanah DakwahBisnis ModernbrandDeliveryhari kiamatKorupsipengirimanserba cepat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Presiden dan DPR RI Terima Kunjungan Ketua Majelis Syura Arab Saudi
Tulisan selanjutnya Mengenang KH. Zainal Musthafa ‘Sang Singa Singaparna’ [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?