Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Apa Kata al-Qur`an tentang Pembubaran Dakwah dan Pengajian?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 November 2017 17:00 5:00 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 November 2017 17:00
Bagikan
Kelompok Kristian menyerang dan menghancurkan sebuah masjid di Bangui, Republik Afrika Tengah (CAR) tahun 2013
Bagikan

DEWASA ini aksi pembubaran pengajian masih kerap terjadi.   Lalu bagaimana al-Qur`an memandang fenomena pembubaran ini.

Perintah al-Qur`an tentang dakwah sudah jelas bagi orang Muslim:

ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِ‌ۖ وَجَـٰدِلۡهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحۡسَنُ‌ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ‌ۖ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ (١٢٥)

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmahdan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl [16]: 125)

Dari ayat tersebut, dakwah fi sabīli Rabb (Allāh), adalah suatu kewajiban yang dititahkan Allah kepada hambanya yang Muslim (dengan kualifikasi yang sudah digariskan). Orang-orang yang menghalang-halangi dakwah yang disampaikan da’i, dalam al-Qur`an disebut “shāddun ‘an sabīlillah” (menghalang-halangi orang dari jalan Allah). Bila ditelusuri dengan cermat mengenai ancaman orang yang menghalang-halangi dakwah fi sabilillah terhitung sangat berat.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Setidaknya, ada sepuluh poin (10) yang bisa disebut pada tulisan ini: Pertama, mendapat siksa di Neraka Wail (QS. Ibrahim [14]: 2-3). Kedua, memiliki kesamaan  dengan sifat kebanyakan ulama Yahudi dan Nashrani (QS. At-Taubah [9]: 34). Ketiga, merupakan karakter menonjol orang munafik (QS. An-Nisa [4]: 61). Keempat, mendapat laknat Allah (QS. Al-A’raf [7]: 44-45). Kelima, dosanya lebih besar daripada membunuh (QS. Al-Baqarah [2]: 217)

Baca: Penistaan Ulama dan Tantangan Dakwah

Keenam, dosanya tak kan diampuni (QS. Muhammad [47]: 34). Ketujuh, amalnya terhapus (QS. Muhammad [47]: 32). Kedelapan, amalnya akan sia-sia (QS. Muhammad [47]: 1). Kesembilan, ditambah siksaannya di neraka dengan siksaan yang amat pedih (QS. An-Nahl [16]: 88). Kesepuluh, disebut sebagai orang yang nyata sesatnya (QS. An-Nisa [4]: 167)

Al-Qur`an bukan hanya menunjukkan efek negatif yang akan menimpa para penghalang dakwah, tapi juga memberi contoh konkret dari sejarah. Kisah “Ashābul-Ukhdūd” (penggali parit) misalnya, yang terdapat dalam Surah Al-Buruj [85] ayat 4-9.  Melalui “tangan kekuasaan” mereka menghalang-halangi menyebarnya dakwah tauhid sampai melakukan tindakan-tindakan anarkis, bukan hanya pembubaran, bahkan menggali parit besar diisi kayu bakar yang kemudian dinyalakan sebagai ancaman bagi siapa yang menerima dakwah.

Ibnu Hisyam dalam Sīrah-nya (1375: 35) menyebutkan tokoh-tokoh dalam kisah “Ashābul-Ukhdūd”. Ringkasnya, pra  Islam, di kota Najran ada seorang dai shaleh murid Faimiyun yang memeluk agama ajaran Nashrani yang masih hanif. Najran yang sebelumnya adalah kota yang dikenal dengan kesyirikan dan paganismenya, menjadi bidikan dai muda yang bernama Abdullah bin Tsamir ini. Dakwah yang dilakukannya lambat laun segera menyebar luas ke seantero Najran.

Mendengar berita tersebut, penguasa Najran naik pitam. Dipanggillah Tsamir, bahkan disiksa dengan berbagai siksaan agar ia tidak berdakwah tauhid lagi. Usaha  mereka untuk membunuhnya selalu gagal. Tsamir pun memberi saran kepada mereka, “kalau mau membunuhku sebenarnya gampang.” Penguasa Najran pun penasaran, “Gimana caranya?” “Kumpulkan orang di suatu lapangan, ikat aku di tiang, kemudian sebelum memukulku, esakan(tauhidkanlah) Allah dan berimanlah kepada -Nya.” Tanpa berpikir panjang, Raja Najran pun memukul kepalanya dengan tongkat dan Tsamirpun gugur syahid.

Baca: Dua Tantangan Dakwah di Era Reformasi

Mungkin Raja Najran bangga telah berhasil membunuh Tsamir, namun yang tidak pernah dibayangkannya terjadi. Seluruh penduduk Najran yang menonton peristiwa ini, malah berbondong-bondong memasuki agama Tsamir yang masih hanif. Singkat cerita, Raja Najran semakin murka lalu diperintahkanlah pasukannya untuk membuat parit disertai kayu bakar dan kobaran api, untuk mengancam siapa saja yang berani memeluk agaman Tsamir. Pada peristiwa ini, banyak orang yang gugur syahid di jalan Allah dalam mempertahankan kebenaran.

Terlepas dari kebenaran riwayat cerita ini, yang jelas, dalam Surah Al-Buruj [85] ayat 4-9, secara tegas digambarkan bagaimana ancaman nyata bagi orang yang merintangi dakwah dan menyiksa orang-orang beriman. Orang yang melakukan tindakan demikian dilaknat Allah dan mendapat celaan. Padahal, kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang yang dibakar itu –sebagaimana penuturan al-Qur`an- hanya satu, yaitu: beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa dan Terpuji. Dengan kata lain, sejatinya mereka tidak bersalah, tapi karena faktor kebencian, mereka dihalang-halangi untuk meyakini kebenaran yang diimani.

Cerita-cerita yang dipaparkan tadi dalam konteks mengenai sikap orang kafir dan munafik dalam terhadap orang beriman. Mereka merintangi, menghalangi orang-orang dari jalan Allah Subhanahu Wata’ala.  Bisa dibayangkan, jika orang kafir dan munafik yang melakukan tindakan demikian saja mendapat murka dan laknat Allah, lalu bagaimana dengan orang yang sesama Muslim, atau mukmin tapi hobinya membubakarkan dakwah, pengajian  saudara semuslimnya hanya karena perbedaan yang sebenarnya  bisa dikomunikasikan dengan baik? Wallāhu a’lam.*/Mahmud Budi Setiawan, penulis alumni Al Azhar- Kairo

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al Qur’andakwahfi sabilillahMunafikPembubaran Dakwahpembubaran pengajianpengajianpenghalang dakwahshāddun ‘an sabīlillah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bareskrim Sebut Kasus Viktor Dihentikan, Pakar Pidana: Itu Wewenang Hakim
Tulisan selanjutnya 50 Orang Meninggal dalam Ledakan Bom Masjid saat Shalat Subuh di Nigeria

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?