Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Kenali Tanda-tanda Sempitnya Hati Sejak Dini

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 November 2018 11:14 11:14 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 November 2018 11:14
Bagikan
Bagikan

KATA “sempit” dalam al-Qur`an (bisa “dhaiq” dan “dhank”) dipakai untuk kondisi jiwa yang tertekan akibat menghadapi sesuatu yang dibenci atau menunjuk pada tempat yang sudah tak nyaman kerena menyempit.

Dalam al-Qur`an misalnya ada ungkapan “kehidupan yang sempit”, “dada yang sempit”, “kondisi yang sempit”, “bumi luas terasa sempit” dan “tempat yang sempit di neraka”. Lawan dari kata ini adalah “lapang” dan “luas”. Tulisan ini akan berfokus pada tanda-tanda sempitnya hati.

Kebanyakan orang –terutama di era digital seperti sekarang ini—banyak yang jiwanya resah dan  sempit hatinya. Kondisi ini bisa diatasi ketika sejak dini bisa diketahui tanda-tandanya. Dalam ungkapan Arab ada istilah “al-Wiqāyatu khairun minal-‘Ilāj” artinya: langkah preventif itu jauh lebih baik daripada kuratif.

Abdullah bin Husain bin Ahmad dalam buku “al-Dhaiq” yang sudah diterjemah ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Kesempitan Hati” (2004: 45-51) mengungkap beberapa tanda atau gejala  sempitnya hati.

Baca: Jangan Galau, Allah Selalu Menyertaimu!

Pertama, menjauhi perbuatan baik dan membiasakan perbuatan keji. Orang yang mengalami hal ini, berarti sempit hatinya. Kondisi demikian terkadang menyebabkan orang mencari pelarian terhadap masalah yang dihadapinya agar kondisinya menjadi lebih baik.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Ada yang bunuh diri, minum khamr, mengonsumsi narkoba, menghabiskan waktu dengan aktivitas yang justru menjauhkan diri dari Allah dan lain sebagainya. Semua perbuatan ini, sebenarnya malah membuat hatinya semakin sempit.

Kedua, mengisolasi diri dan suka menyendiri. Manusia adalah makhluk sosial. Ketika dirinya suka menyendiri dan tidak mau gaul atau berinteraksi dengan orang lain sesuai dengan batas normal, maka tandanya hatinya sempit.

Hal ini menyebabkan imajinasi dan khayalan bisa menguasai mereka. Orang seperti ini gampang mengalami gangguan kejiwaan atau bahkan gampang dipengaruhi setan untuk melakukan tindakan yang munkar.

Ketiga, gampang marah. Orang yang hatinya sempit, biasanya susah mengontrol emosinya walaupun pada masalah yang sepele. Kondisi ini menyebabkan dirinya jauh dari Allah dan malah dekat dengan setan.

Marah sendiri memang di antaranya berasal dari setan. Athiyah as-Sa’dy pernah meriwayatkan sabda Nabi:

إِنَّ الْغَضَبَ مِنَ الشَّيْطَانِ، وَإِنَّ الشَّيْطَانَ خُلِقَ مِنَ النَّارِ، وَإِنَّمَا تُطْفَأُ النَّارُ بِالْمَاءِ، فَإِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَتَوَضَّأْ

“Marah itu dari setan dan setan dari api. Sedang api hanya bisa dipadamkan dengan air. Maka dari itu, jika salah seorang dari kalian marah, hendaknya ia berwudhu.” (HR. Ahmad)

Baca: Hati-hati, Patah Hati Bisa Sebabkan Serangan Jantung! 

Meski hadits ini sanadnya lemah, namun ada hadits lain yang menguatkannya. Bukhari meriwayatkan bahwa ada dua orang yang saling caci maki di hadapan Nabi. Kemudian, Nabi memberi tips agar amarah mereka redam, yaitu dengan membaca ta’awwudz atau memohon perlindungan dari godaan setan yang terkutuk.

Keempat, merasa kalut. Ciri kesempitan hati adalah ketika dia selalu atau sering merasa kalut. Kondisi yang dialaminya seolah sedang dalam penjara ketakutan dan kekalutan. Orang demikian juga akan semakin jauh dari Allah dan lebih dekat pada setan.

Karena itu, Nabi pernah mengajarkan doa kepada sahabat-sahabatnya:

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ غَضَبِهِ وَمِنْ شَرِّ عِبَادِهِ وَمِنْ شَرِّ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ وَأَنْ يَحْضُرُوْنَ

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dan murka-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-nya, dan dari godaan setan serta dari rasukannya.” (HR. Abud Dawud)

Baca: Sayangi Hidupmu, Jangan Mau Jadi Korban Patah Hati

Kelima, merasa tertekan. Orang yang sempit hatinya akan merasakan tekanan demi tekanan. Dalam surah al-An’am ayat 125, Allah membuat tamsil menarik. Orang yang disesatkan oleh-Nya dadanya akan dijadikan sempit dan sesak seperti sedang naik ke langit.

Itu artinya, orang demikian hidupnya akan senantiasa tertekan dan tidak akan merasakan ketenangan jiwa. Walaupun misalnya secara harta melimpah ruah, tapi karena hatinya sempit, maka hidupnya seperti orang tertekan.

Suatu hari Nabi pernah bersabda, kekayaan sejati bukanlah kaya materi tapi kaya hati. Salah satu bentuk kekayaan hati adalah ketika hatinya terasa lapang dan tak sempit. Orang demikian tentu tidak mengalami tekanan. Kalau pun mengalami, akan cepat diatasi.

Jadi, jika ada yang mengalami suka berbuat keji plus jauh dari kebaikan, mengisolasi diri-suka menyendiri, gampang marah, merasa kalut dan tertekan, maka itu adalah tanda-tanda hatinya sempit.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berlapang dadahatihidupkebaikanPenyakit hatita'awwudz
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dari Umrah sampai Menikah, Alasan Mereka Menghapus Rajah
Tulisan selanjutnya Pelajaran Agama dan Bahasa Turki Dikurangi, Siswa Yunani Lakukan Boikot

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?