Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Menghindari Kesia-siaan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 1 April 2020 07:14 7:14 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 1 April 2020 07:14
Bagikan
Bagikan

 مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ

“Di antara tanda bagusnya keislaman seseorang adalah dia meninggalkan apa-apa yang tidak berguna baginya.” (HR. At-Tirmizi)

 

Hidayatullah.com |HADITS di atas petunjuk bagi orang beriman dalam beraktivitas. Hadits ini mengandung ajaran yang begitu penting untuk diamalkan dalam kehidupan. Sebagaimana perkataan Ibnu Rajab, “Hadits ini merupakan salah satu di antara kaidah-kaidah adab (tata krama) yang agung (dalam Islam)”. (Jami’al ulum wa al-Hikam, hal 105).

Islam memerintahkan kepada umatnya agar senantiasa berada dalam aktivitas yang bernilai kebaikan dan menjauhi segala perkara yang tak bermakna yang bisa membawa keburukan.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Godaan Lingkungan dan Nafsu

Tapi ini bukan hal mudah. Membutuhkan perjuangan keras. Lebih-lebih jika di lingkungan sekitar kita justru dipadati oleh manusia yang begitu akrab dengan perilaku sia-sia. Maka  nafsu yang bercokol dalam jiwa ini tak henti-hentinya mengajak kepada sikap membuang-buang waktu dengan aktivitas tak bermakna. Godaan inilah yang harus ditepis oleh setiap orang beriman.

Demi sempurnanya keislaman, menjauhi perkara yang sia-sia harus menjadi agenda dalam kehidupan setiap orang beriman. Dorongan jiwa yang ingin membuang-buang waktu untuk perbuatan maupun perkataan yang sia-sia tak boleh diberi kesempatan dan harus ditutup rapat-rapat.

Jiwa harus disibukkan dengan kebaikan dan lebih banyak bergaul dengan orang-orang yang sholih untuk menjaga stamina iman. Imam Syafi’i menasehatkan, “Jika anda tidak menyibukkan diri anda dengan kebaikan, maka ia akan menyibukkan anda dengan kebathilan.”

Membuang-buang waktu untuk perkara yang sia-sia juga merupakan perkara yang dibenci oleh para salafusholih. Bagi mereka waktu merupakan karunia berharga yang tak boleh kosong dari amal ketaatan. Sehingga tiada waktu yang terlewat sedikitpun kecuali telah terisi dengan kesibukan yang bernilai kebaikan. Umar bin Al Khaththab berkata : “Sesungguhnya saya benci kepada orang yang berjalan sia-sia yaitu tidak karena urusan dunia dan tidak pula akhirat.” (Adabus Syariah, 3/588).

Kesungguhan mereka dalam memanfaatkan karunia waktu inilah yang patut kita teladani.

 Menjauhi Perkataan Sia-Sia

Salah satu perkara tak bermakna yang harus kita jauhi adalah mengucapkan perkataan yang sia-sia. Lidah yang bisa membuahkan ucapan ini harus kita arahkan hanya untuk mengucapkan kata-kata yang bernilai kebaikan atau dakwah. Usaha ekstra harus kita lakukan agar lidah ini tak mengeluarkan kata-kata yang mengundang murka, baik murka manusia lebih-lebih murka Allah SWT.  Sebab, tiada ucapan yang terucap dari lidah, kecuali ada malaikat yang mencatatnya.

مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tiada suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS: Qaf : 18).

Lidah yang bisa membuahkan perkataan ini harus kita jaga dengan sebaik-baiknya. Sebab ucapan lidah ini jika tak terkendali bisa mendatangkan keburukan bagi diri sendiri dan orang lain. Dalam kehidupan ini, tak sedikit manusia yang menjadi terhina lantaran berbicara serampangan. Banyak di antara manusia dibenci manusia lain lantaran ucapannya yang tak terkendali. Tak sedikit pula manusia yang kehilangan kepercayaan atas orang lain lantaran buah ucapannya yang senantiasa berdusta. Dalam panggung kehidupan ini, dua orang bisa baku bunuh karena buah ucapan yang mengandung hasutan.

Buah buruk dari lidah yang tak terjaga tak hanya di dunia saja, tapi juga di akhirat. Berbicara serampangan lagi tak hati-hati juga akan berbuah adzab neraka. Dan hal ini pernah tersembunyi bagi diri Muadz bin Jabal r.a. sehingga ia bertanya kepada Rasulullah ﷺ, “Wahai Nabi Allah apakah kita akan dihukum dengan apa yang kita ucapkan ?” Nabi ﷺmenjawab, “Ibumu telah kehilangan kamu (hai Muadz), tidakkah manusia akan ditelungkupkan dalam api neraka di atas wajah-wajah mereka (atau di atas hidung-hidung mereka) melainkan karena buah hasil perkataan lidah-lidah mereka.” (HR. Tirmidzi no. 2616, Ibnu Majah no. 3973 dan Imam Ahmad (V/ 231, 236,dan 237).

Agar tak merugi, baik di dunia maupun di akhirat, maka penjagaan lidah dari perkataan sia-sia mutlak dilakukan setiap orang beriman.*/Masrokan, Pengasuh Pesantren Hidayatullah Kendari, Sulawesi Tenggara

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amalan LisanLidahlisansia-sia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya YLKI Minta Kebijakan Tarif Listrik Terkait Covid-19 Direvisi
Tulisan selanjutnya Turki Luncurkan Kampanye Penggalangan Dana, Erdogan Sumbang 7 Bulan Gajinya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?