Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Terkadang Kita Memilih Perang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 November 2020 15:23 3:23 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 November 2020 15:23
Bagikan
Sejarah perang di bulan ramadhan
Ilustrasi
Bagikan

Hidayatullah.com | ADA peristiwa menarik setelah baiat aqabah 2 yang dilaksanakan oleh hampir 80 kaum Muslim Madinah secara sembunyi-sembunyi di Mina. Ketika itu mereka baru saja selesai mengikrarkan kesetiaan kepada Rasulullah ﷺ  dan bersiap-siap hendak meninggalkan Mina.

Tiba-tiba, terdengar teriakan, “Wahai para penghuni rumah-rumah di Mina! Ketahuilah, saat ini para pengikut (Muhammad) sedang berunding untuk memerangi kalian,”  (Riwayat Ibnu Ishaq dari hadits Ka’ab ibnu Malik).

Rasulullah ﷺ  dan kau Muslim Madinah yang mendengar teriakan itu terkejut. Mereka sengaja melakukan baiat secara sembunyi-sembunyi agar tidak ada gangguan dari penduduk Mina yang tak suka dengan dakwah Rasulullah ﷺ .

Lalu, Abbas ibnu Ubbadah ibnu Nadhah, salah seorang Muslim Madinah, berkata kepada Rasulullah ﷺ . “Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, bila engkau mengizinkan, niscaya besok kami akan menghadapi penduduk Mina dengan pedang-pedang kami.”

Penduduk Madinah memang telah terbiasa dengan peperangaan. Wajarlah bila mereka marah mendengar tantangan penduduk Mina. Namun, Rasulullah ﷺ  melarang mereka melawan. Beliau berkata, “Kami tidak diperintahkan melakukan itu. Sebaiknya kalian kembali,” (Riwayat Imam Nasa’i dan Imam Tirmidzi).

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Ketika itu perintah berperang memang belum turun. Barulah saat Rasulullah ﷺ  keluar dari Kota Makkah untuk hijrah menuju Madinah, turunlah surat al Hajj [22] ayat 39:

اُذِنَ لِلَّذِيۡنَ يُقٰتَلُوۡنَ بِاَنَّهُمۡ ظُلِمُوۡا‌ ؕ وَاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى نَـصۡرِهِمۡ لَـقَدِيۡرُ

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sungguh Allah Maha Kuasa menolong mereka itu.”

Ayat ini memang tidak secara tegas memberikan perintah kepada Rasulullah ﷺ  dan kaum Muslimin untuk berperang. Ayat ini, menurut para mufassir, hanya sebatas “mengizinkan” berperang.

Ibnu Abbas, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, menyatakan inilah ayat pertama yang diturunkan oleh Allah Ta’ala untuk mengizinkan kaum Muslim memerangi orang-orang yang memerangi mereka. Hal serupa juga dikatakan oleh Ibnu Ishaq (Riwayat Bukhari) dan para ulama lainnya.

Abu Bakar As-Shiddiq, setelah ayat ini turun, berkata, “Maka aku mengetahui bahwa (setelah ini) akan terjadi peperangan.”

Barulah selang beberapa waktu kemudian, perintah perang turun dari Allah Ta’ala lewat surat al-Baqarah [2] ayat 190.

وَقَاتِلُوۡا فِىۡ سَبِيۡلِ اللّٰهِ الَّذِيۡنَ يُقَاتِلُوۡنَكُمۡ وَلَا تَعۡتَدُوۡا ؕ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الۡمُعۡتَدِيۡنَ

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

Setelah itu turun ayat yang mewajibkan kaum Muslim memerangi seluruh kaum musyrikin, yakni surat At Taubah [9] ayat 36, “…Dan perangilah kaum musyirik itu semuanya, sebagaimana mereka memerangi kalian semuanya…”

Setelah ayat-ayat tentang perang ini turun, Rasulullah ﷺ  mulai melakukan sejumlah ekspedisi militer hingga meletuslah Perang Badar Kubra, Perang Uhud, Perang Khandaq, dan perang-perang besar lainnya.

Dari kisah ini kita menjadi paham bahwa adakalanya kaum Muslim harus memilih perang untuk membela dan menegakkan Islam. Namun, perang bukanlah satu-satunya jalan. Adakalanya kaum Muslim justru harus bersabar, tak boleh melakukan perlawanan sama sekali meski teraniaya, sebagaimana dialami Rasulullah ﷺ  saat berada di Makkah.

Adakalanya pula kaum Muslim boleh memilih perang melawan orang-orang yang memerangi mereka dan boleh juga memilih tetap menahan diri. Pada keadaan yang lain, perang justru adalah perintah yang harus dilaksanakan oleh kaum Muslim.

Rasulullah ﷺ  setelah hijrah ke Madinah, sebagaimana diuraikan oleh Dr Mahdi Rizqullah Ahmad dalam buku Biografi Rasulullah, Sebuah Studi Analitis Berdasarkan Sumber-sumber yang Otentik, awalnya membebaskan jalur perdagangan yang dikuasai kaum Quraisy. Selanjutnya, beliau memperluas wilayah kekuasaan, bahkan berhasil menaklukkan Makkah dan wilayah sekitarnya. Penaklukkan dan pembebasan ini kemudian diteruskan oleh para khalifah hingga menguasai dua per tiga wilayah dunia.

Ketika kaum Muslim telah kuat, tak akan ada yang berani mencaci maki Islam, menghina Rasulullah ﷺ , atau berbuat zalim kepada kaum Muslim. Ketika Islam telah ditegakkan, maka peradaban manusia akan mulia karena diatur sesuai dengan fitrahnya.Wallahu a’lam. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:baitul aqabahperangPerang BadarPerang Uhud
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tajul Muluk dan Pengikutnya Ikrar Kembali ke Ahlus Sunnah Dihadiri Puluhan Kiai Madura
Tulisan selanjutnya Membaca Sisi Lain A. Hassan: Sebagai Orang Tua Berjiwa Pendidik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?