Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Tiga Macam Ilmu yang Bermanfaat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Mei 2021 10:55 10:55 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 Mei 2021 11:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | DI SEKELILING kita banyak orang cerdik dan pandai. Meski demikian, tidak semua orang pandai dapat menghasilkan ilmu bermanfaat. Menurut Islam, selain ada ilmu yang bermanfaat dan ada juga ilmu yang kurang manfaat.

Di bawah ini ada tiga macam ilmu yang bermanfaat dalam pandangan Islam:

Pertama, ilmu yang menyebabkan pemiliknya semakin dekat dengan Allah

Tujuan hidup manusia adalah menyembah Allah dan tidak mensyirikannya. Jika dia menuntut ilmu yang menyebabkan lebih dekat dengan Allah, serta bertambah keyakinan dan ibadahnya kepada Allah, maka ilmu tersebut bermanfaat baginya di dunia dan Akhirat. Ilmu ini mencakup ilmu dunia maupun ilmu agama. Ini sesuai dengan firman Allah.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ (27) وَمِنَ النَّاسِ وَالدَّوَابِّ وَالْأَنْعَامِ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهُ كَذَلِكَ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ (28)

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat. Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS: Fathir: 27-28).

Ayat di atas menjelaskan bahwa yang takut kepada Allah adalah para ulama, yaitu orang-orang yang mempunyai ilmu. Ilmu di sini mencakup ilmu yang menyebabkan pemiliknya bertambah takut kepada Allah sehingga dia akan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, termasuk di dalamnya ilmu agama dan ilmu dunia.

Tentang ilmu agama, bahwa seseorang yang mempelajari ajaran agama, mengenal tentang Allah melalui firman-firman-Nya, mengenal Asmaa-ul Husna (nama-nama-Nya yang indah) dan sifat-sifat-Nya yang tinggi, mengetahui hukum halal dan haram akan menyebabkan dirinya dekat dengan Allah. Inilah yang disebut dengan Ayat-ayat Qur’aniyah.

Begitu juga ilmu dunia yang mempelajari ciptaan Allah, berupa  makhluk manusia dengan segala seluk beluknya, dari proses penciptaannya, waktu hidupnya hingga akhir hayatnya, banyak mengingatkan kita kepada kekuasaan Allah. Begitu juga ciptaan Allah berupa alam semesta yang membentang dari barat hingga timur juga menunjukkan tanda-tanda kekuasaan Allah. Inilah yang disebut dengan Ayat-ayat Kauniyah.

Oleh karenanya, pada ayat-ayat di atas sebelum menyebut tentang kriteria ulama, Allah menyebutkan terlebih dahulu fenomena alam, dari proses turunnya hujan, tumbuhnya buah-buahan dan pepohonan dengan segala macamnya, gunung -gunung yang menjulang tinggi dengan berbagai warnanya, serta binatang-binatang darat, laut dan udara dengan berbagai jenisnya. Semuanya menunjukkan bahwa ulama yang takut kepada Allah tidak terbatas pada ulama agama, tetapi juga ulama yang mengetahui alam semesta dan ciptaan-ciptaan Allah yang lainnya.

Kedua, ilmu yang diamalkan, diajarkan dan disebarkan, sehingga masyarakat merasakan manfaat darinya 

Oleh karena itu, orang berilmu dilarang menyembunyikan ilmunya dengan sengaja. Ini sesuai dengan firman Allah,

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ لَتُبَيِّنُنَّهُ لِلنَّاسِ وَلَا تَكْتُمُونَهُ

“Dan (ingatlah), ketika Allâh mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab (yaitu): ‘Hendaklah kamu menerangkan isi kitab itu kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya.” (QS: Ali Imran: 187).

Di dalam hadits  Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi ﷺ bersabda,

مَا مِنْ رَجُلٍ يَحْفَظُ عِلْمًا فَيَكْتُمُهُ إِلَّا أُتِيَ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مُلْجَمًا بِلِجَامٍ مِنْ النَّارِ

“Tidak ada seseorang yang hafal suatu ilmu, namun dia menyembunyikannya, kecuali dia akan didatangkan pada hari kiamat dengan keadaan dikekang dengan tali kekang dari Neraka.” (Hadist Hasan & HR. Ibnu Majah).

Di dalam pepatah Arab disebutkan: “Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah.”

Ketiga, ilmu yang manfaatnya langgeng, walaupun pemiliknya telah meninggal  

Ini sesuai hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika manusia meninggal maka semua amalannya terputus kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakan untuknya.” (HR: Muslim)

Ini dikuatkan dengan sabda Rasulullah ﷺ:

مَنْ سَنَّ سُنَّةً حَسَنَةً فَلَهُ أَجْرُهَا وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا إلى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Siapa yang memulai untuk memberi contoh kebaikan (dalam Islam) maka ia mendapat pahala perbuatannya dan pahala orang-orang yang mengikuti (meniru) perbuatannya itu sampai hari Kiamat.” (HR: Muslim).*/Dr. Ahmad Zain an Najah, MA,  Pusat Kajian Fiqih Indonesia (PUSKAFI). Website: www.ahmadzain.com

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahmad Zain An-Najahmacam ilmu bermanfaatmanfaat ilmuPusat Kajian Fiqih IndonesiaPUSKAFI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syeikh Jarrah palestina Polisi Zionis “Israel” Membubarkan Protes Damai Anti Penggusuran Syeikh Jarrah Palestina
Tulisan selanjutnya Ini yang Diteladankan Nabi di Akhir Ramadhan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?