Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Menjadi Manusia Merdeka

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2021 08:54 8:54 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Agustus 2021 21:47
Bagikan
manusia merdeka
Bagikan

Hidayatullah.com | DALAM filsafat Yunani, manusia dipandang sebagai makhluk yang dungu. Mitologi Yunani memandang manusia sebagai makhluk yang sama sekali tidak memiliki kecerdasan, menjadikan manusia butuh dewa yang akan menuntun dalam berpikir.

Islam datang dan mendekonstruksi paham itu. Manusia dipandang sebagai makhluk berakal yang diperintahkan untuk menggunakan akalnya, memikirkan tanda-tanda kekuasaan-Nya agar semakin takut kepada-Nya.

Dengan akalnya itu, manusia bisa menduduki posisi terhormat dan mulia (QS. ali-Imran: 191). Tapi, dengan akalnya juga, manusia mungkin saja jatuh pada posisi terhina dan lebih hina dari binatang (QS. al-Furqan: 44).

Dalam konsepsi Islam tentang hubungan antara manusia dan Tuhan, manusia pada dasarnya adalah makhluk yang merdeka. Kemerdekaan manusia adalah kemerdekaan sejati.

Karena penghambaan manusia tidak boleh dilakukan, kecuali kepada Penciptanya saja. Oleh karena itu, manusia yang menghamba kepada Tuhan palsu sebenarnya telah membelenggu dirinya sendiri dari kebebasan sejati yang Tuhan sejati, Allah subhanahu wata’ala, sudah berikan kepadanya sejak lahir.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Dalam menjalankan tugasnya sebagai makhluk merdeka, manusia perlu mengambil pelajaran dari sahabat nabi ridhwanullahi ‘alaihim yang telah menunjukkan “best practice” sebagai manusia merdeka. Mereka para sahabat nabi disebut oleh Nabi ﷺ sendiri sebagai bintang bagi umat Islam.

Menurut Cambridge Dictionary, “Star is a very large ball of burning gas in space that is usually seen from the earth as a point of light in the sky at night”. Artinya, “Bintang adalah bola api menyala (burning gas) yang sangat besar di angkasa yang biasanya dilihat dari bumi sebagai titik cahaya di langit pada malam hari”. Teks suci pun mengindikasikan hal ini (QS. al-Mulk: 5 dan QS. ash-Shaffat: 6).

Untuk memahami makna sabda nabi yang menganalogikan para sahabatnya sebagai bintang, penting untuk melihat fungsi bintang yang disebutkan oleh Tuhan sendiri dalam firman-Nya. Disebutkan ada tiga fungsi bintang: hiasan di langit (QS. al-Mulk: 5), penunjuk arah (QS. an-Nahl: 16), dan pelempar setan (QS. al-Mulk: 5). Dari fungsi bintang tersebut, kita memperoleh gambaran tentang “role model” manusia merdeka yang ditunjukkan oleh para sahabat nabi.

Pertama, manusia menjadi hiasan di bumi. Manusia dalam menghamba kepada penciptanya mestinya menjadi penyebab indahnya tatanan kehidupan di bumi manapun ia berpijak.

Dalam hidupnya, ia berhias diri dengan rasa malu, seperti yang diperintahkan oleh nabi. Karena tanpa rasa malu, maka manusia akan mudah berbuat semaunya, meskipun dengan melanggar hak sesamanya, bahkan hak Tuhannya.

Kedua, manusia merdeka adalah penunjuk arah. Manusia merdeka mestinya menjadi penunjuk manusia lainnya ke jalan Tuhan atau menjadi penunjuk agar manusia lainnya istiqamah di jalan Tuhan.

Paham pragmatisme, yang dipopulerkan oleh William James, yang berorientasi tujuan dalam menuntun dengan menghalalkan segala cara, tentu tidak termasuk dalam rumusan ini.

Ketiga, manusia merdeka adalah pelempar setan. Artinya, manusia merdeka adalah penghalau hal-hal yang bisa mendestruksi fisik, maupun mental manusia lainnya. Manusia merdeka tidak ingin menjadi sebab manusia lain mengikuti langkah setan dan terjatuh ke lembah kesesatan, termasuk kesesatan dalam berpikir, maupun pemikiran yang menyesatkan.

Di bulan kemerdekaan Indonesia ini, kita bertekad menjadi manusia merdeka. Wallahu al-Muwaffiq ilaa Aqwaami ath-Thariiq.*/Syahrullah Asyari, dosen Jurusan Matematika FMIPA UNM, alumni Ma’had Al-Birr Makassar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:filsafatkajian islammanusiamerdeka
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya taliban Taliban Kembali, Apakah AS Sudah Lelah?
Tulisan selanjutnya Bedah Tesis Impeachment Presiden dalam Tinjauan Hukum Islam Mahasiswa PERSIS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi

Berita
2 September 2026 20:16
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?